
Kini tiba saatnya bagi Bintang untuk kembali bekerja, setelah ia libur untuk beberapa waktu. Begitu juga dengan Bulan, ia harus kembali ke sekolah meski libur sekolah belum usai.
Seperti biasanya, meski Bulan sudah di larang untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Ia tetap melakukan apa yang ingin dilakukan, contohnya pagi ini. Setelah shalat shubuh, ia langsung pamit kepada Bintang untuk ke dapur. Meski awalnya di larang, tapi dengan berbagai macam alasan Bintang pun memberi izin.
Belum lagi para bibi yang merasa tak enak, karena Bulan terus turun ke dapur untuk membantu mereka. Mama mertuanya pun bahkan sudah turun tangan, tetap saja ia masih melakukannya.
Selesai membuat sarapan, Bulan kembali ke kamar untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah. Tapi sesampainya di kamar, sang suami ternyata belum bangun dari tempat tidurnya.
" Subhanallah, mas Bintang belum bangun jam segini. Katanya mau ke kantor. " Gumam Bulan setelah melihat sang suami.
" Mas, bagun mas. Sudah siang ini... " Bulan membangunkan Bintang dengan cara mencium pipinya.
" Hmmmm, apa sayang? Memangnya ini jam berapa? " Bintang menarik sang istri ke atas tempat tidur.
" Maaaas, adek bau ini loh. Jangan peluk-peluk gini, ini sudah hampir jam 7 mas. " Bulan berusaha melepas pelukan sang suami, karena ia merasa badannya bau asap dan sebagainya.
" Masih pagi itu sayang, wanginya gini kok di bilang bau. " Bintang bukannya melepas sang istri, dia malah menciuminya.
" Mas ayo bangun, nanti kamu telat loh ke kantornya. Kalau adek santai, kan belum masuk sekolah secara formal. " Bulan tidak berontak lagi, tapi ia mengingatkan sang suami.
" Iya mas bangun, tapi kita mandi bareng yuk. " Bintang terus menciumi sang istri.
" Mas, bukannya adek nolak. Tapi, nanti malah bakalan lama selesainya. " Bulan tahu betul apa yang akan terjadi jika mandi bersama.
" Tapi, mas maunya di mandiin sama kamu sayang. " Bintang terus bermanja-manjaan kepada sang istri.
" Iya iya mas, adek mandiin. Makanya cepetan bangun. " Bulan lebih memilih untuk mengalah, dari pada akan tambah lama bangunnya.
" Asiiik, makasih istriku. " Bintang kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan permen.
" Sama-sama suamiku tersayang yang manja... " Bulan mencubit hidung sang suami.
Mereka pun akhirnya mandi bersama, dan Bintang berusaha sekuat tenaga untuk tidak melakukan hal lainnya selain mandi. Selesai mandi, Bulan langsung menyiapkan pakaian sang suami dan dirinya sendiri.
Bulan begitu cekatan melakukan semua pekerjaannya, di sela-sela waktu bersiap untuk ke sekolah. Ia sempat membereskan tempat tidur yang berantakan. Dan dia pun sudah begitu rapi dengan baju serta jilbabnya.
" Mas, dasi sama kerah bajunya masih berantakan ini. " Bulan menghampiri sang suami yang sedang berkaca dan membenarkan apa yang salah.
" Oh iya ya sayang, terima kasih loh. Kamu memang istri yang luar biasa sayang, I Love You full pokoknya sama kamu. " Bintang mengecup kening sang istri cukup lama.
Setelah di rasa semua siap, Bulan dan Bintang pun turun ke lantai bawah untuk bergabung dengan anggota keluarga yang lainnya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya. " Bintang menyapa semua orang yang sudah berada di meja makan.
" Wa'alaikumussalam,.... " Jawab semua orang.
" Pagi sayang-sanyangnya mama..." Ucap bu Juni.
" Ayo kita sarapan nak. " Ajak pak Jafar.
" Iya pa..." Jawab Bulan.
Bulan mulai melayani sarapan sang suami, mengambilkan menu makanan yang di inginkan dan juga minumannya. Baru setelah itu, ia mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka semua sarapan dengan khidmat.
" Ma, kalau gitu kita berangkat sekarang ya. " Pamit Bintang kepada mamanya.
" Iya nak, kalian hati-hati ya. " Seru sang mama.
" Insya Allah ma..." Sahut Bulan.
" Kak, aku boleh ikut ke sekolah ya? " Bunga tiba-tiba ingin ikut ke sekolah.
" Mau ngapain sayang? " Jawab Bulan lembut.
" Ya mau ikut saja kak, bosen di rumah terus. Boleh ya? " Rengek Bunga.
" Ya sudah, ayo cepetan. " Ajak Bintang.
" Asiiiik, lets go..." Bunga girang.
" Kalau gitu, papa berangkat ke kantor juga ya ma. " Sang papa pun berangakt kerja.
" Iya pa hati-hati..." Sahut sang mama.
" Assalamu'alaikum... " Salam semua orang yang pergi, dan tak lupa saling mencium tangan satu sama yang lain.
" Wa'alaikumussalam.." Jawab sang mama dari depan pintu.
Pak Jafar kekantor diantar oleh sopir pribadinya, sedangkan Bintang mengendarai mobilnya sendiri tanpa sopir.
" Mas, papa kok masih kerja sih? Kenapa enggak di suruh berhenti aja, biar bisa menikmati masa tua bersama mama. " Bulan tiba-tiba teringat dengan papa merruanya.
" Sudah pernah di bilangin sayang, tapi papanya belum mau berhenti. Ya mau gimana lagi. Tarus, gimana dengan bapak sama ibu? Mereka juga masih pergi ke kebun kan? Kasihan loh sayang. " Bintang pun merasakan hal yang sama seperti sang istri.
__ADS_1
" Ya sama kalau gitu mas, adek juga pernah bilang sama bapak dan ibu. Tapi mereka bilangnya, malah sakit-sakit badannya kalau cuma diam di rumah saja. Terus adek bisa apa? " Jelas Bulan.
" Ya sudahlah sayang, asal mereka bahagia dan tidak sakit saja. Yang penting, kita sebagai anak harus selalu berbakti saja sama mereka sayang. " Tutur Bintang.
" Iya betul mas..." Sahut Bulan.
" Permisi, di belakang ada orang loh. " Bunga mereaa terabaikan.
" Iya, kakak tahu kamu ada di belakang. Terus kenapa? " Bintang sengaja membuat kesal sang adik.
" Mas jangan gitu, maaf ya Bunga. Kita jadi keasikan ngobrol sendiri, dan kamu dicuekin. " Bulan menoleh ke belakang dan berbicara kepada adik iparnya yang sedang kesal.
" Iya kak, enggak apa-apa. Kakak ipar memang yang paling pengertian sama aku, enggak kayak yang di sebelah kakak itu. " Bunga berbicara sambil bibirnya diarahkan kepada Bintang.
" Emang kenapa dengan kakak anak nakal? " Bintang melihat Bunga dari kaca spion.
" Mas sudah dong, kamu seneng banget kalau membuat Bunga kesal. " Cegah Bulan.
" Iya sayang maaf, habisnya adik kita yang satu ini itu menggemaskan sih. Jadi, mas seneng sekali menggodanya. " Ucap Bintang sambil memegang tangan Bulan.
Mereka bertiga akhirnya sampai juga di sekolahan. Sebelum Bulan turun, tak lupa ia mencium tangan sang suami.
" Sayang, nanti mas jemput ya pulangnya? " Bintang mencium kening sang istri.
" Enggak usahlah mas, kami naik taksi aja. Kasihan kalau mas harus bolak balik. " Bulan merasa kasihan kalau sang suami harus antar jemput dia.
" Kita lihat nanti aja ya sayang, nanti mas kabari lagi. " Bintang masih betah menciumi dan memeluk sang istri.
" Mas sudah dong, nanti Bunga marah loh nunggu kelamaan di luar. " Bulan berusaha menghentikan aktivitas sang suami tersebut.
" Mas rasanya enggak pengen kerja sayang, mas pengennya seperti ini terus. " Rengek Bintang seperti anak kecil, sedangkan Bulan hanya senyum saja menanggapi omongan sang suami.
Benar saja, Bunga sudah mengetuk-ngetuk pintu mobil.
" Kak, ayo kita masuk. " Ucap Bunga setelah kaca jendela mobilnya terbuka.
" Iya Bunga, ini juga sudah mau turun. Mas, kamu hati-hati ya? Assalamu'alaikum..." Pesan Bulan setelah turun dari mobil.
" Wa'alaikumussalam, iya sayang. Kalian juga hati-hati ya? " Bintang akhirnya melajukan mobilnya menuju kantornya.
Bulan dan Bunga segera memasuki pintu masuk sekolahan, di sekolah tentunya masih sepi. Karena memang belum waktunya masuk sekolah. Kedatangan Bulan hari ini ke sekolah hanya akan ada rapat sedikit tentang penerimaan siswa baru.
__ADS_1
Mohon selalu dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.