Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Kecelakaan


__ADS_3

" Kak, kapan nih mau mamulainya? " Bunga menggoda kakaknya.


" Maksud kamu apa Bunga? " Bintang belum tahu maksud perkataan adiknya.


" Cie-cie kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. " Bunga semakin meledek kakaknya.


" Bunga, kalau ngomong itu yang jelas. Kakak cubit nanti kamu. " Kakaknya mulai emosi.


" Hahahha, gemes deh lihat kakak ku ini. " Bunga kabur dari hadapan kakaknya, dan pindah duduk ke dekat mama dan papanya.


" Bunga, kamu itu jangan suka gangguin kakak kamu. Tapi, mama juga penasaran. Emang kamu ngomongin apa sih nak. " Mamanya pun turut di buat penasaran.


" Begini loh ma, pa, kak maksud aku itu. Kapan kakak mau mulai deketin ustadzahnya, nanti keburu di ambil orang lagi. " Bunga menjelaskan kepada mereka bertiga.


" Owh itu maksud omongan kamu dari tadi Bunga. " Sambung papanya.


" Iya pa, nanti takutnya keduluan sama laki-laki lain. " Bunga semakin semangat ingin menjodoh-jodohkan kakaknya dengan ustadzah kesayangannya.


" Nah, bener juga apa kata adik kamu Bintang. Kalau kamu memang ada rasa sama si Bulan, mending segera di utarakan. Nanti menyesal lagi. " Papanya turut menyemangati Bintang.


" Iya loh nak, mama setuju kok. Bulan kelihatannya anak yang baik dan solehah. " Mamanya puntak mau ketinggalan.


" Pa, ma, dek, bukannya gampang kali mau deketin nya. Harus punya cara dan strategi juga, enggak mungkinkan tiba-tiba langsung ngutarain perasaan. Emang di kira membeli sesuatu. " Bintang mulai bersuara.


" Kamu kira Bulan itu apa? Pakek cara dan strategi. Kalau papa punya saran, mending kalau kamu laki langsung temuin orang tua nya saja. Jadi, kamu lebih dulu meminta izin kepada orang tuanya. Kira-kira di bolehin apa tidak. " Pak Jafar berusaha memberi saran dan jalan kepada putranya.


" Bener-bener apa kata papa kamu nak, mama juga setuju itu. " Bu Juni mengacungkan jempolnya dan Bunga pun juga mengangguk tanda setuju ucapan papanya.


" Nanti Bintang fikirkan dulu deh saran dari papa. " Bintang merasa ragu dengan saran papanya. " Kalau gitu, Bintang ke kamar duluan ya. Ada email yang harus di cek. " Bintang langsung berdiri dan berjalan menaiki tangga untuk ke kamarnya.


Dan pada akhirnya, mereka semua juga beranjak dari tempat duduk masing-masing untuk menuju ke kamar juga.


Begitulah suasana malam di rumah Bintang, mereka mengobrol santai setelah makan malam.

__ADS_1


Bulan yang sudah berada di dalam kamar untuk istirahat merasa ingin batuk, dan telinga terasa berdengung. Dan dia teringat kata orang dulu, kalau ada hal seperti itu. Berarti sedang ada orang yang membicarakan dia 😁.


" Ada apa ya ini, mungkin kah ada orang yang sedang ngomongin aku ya. Tapi kan itu cuma mitos, atau hanya kebetulan saja. " Bulan berkata dalam hati, dengan apa yang di rasakannya.


Kembali ke kamar Bintang.


" Apa aku harus mengikuti saran papa ya? Tapi, aku kok merasa ragu ya. Kan enggak lucu, tiba-tiba datang meminta anak gadis orang. Aduh, pusing sendiri aku. Lebih baiknya gimana ya? Tapi, aku takut juga dengan omongan Bunga tadi. Nanti kalau sudah keduluan sama cowok lain gimana, bisa-bisa patah hati lagi aku. " Bintang berfikir keras tentang mengutarakan perasaan kepada Bulan, dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


......................


Keesokan harinya Bulan berangkat ke sekolah seperti biasanya, dia mengendarai motornya menyusuri jalanan yang biasa dia lewati setiap hari. Dia hari ini merasa bahwa tidak ada beban lagi di pundaknya, entah apalah penyebabnya. Dia sudah berusaha dan bersusah payah untuk bangkit dari masalah yang telah menimpanya, jadi dia harus tetap menjalani masa depannya dengan baik.


Entah datang dari mana, tiba-tiba ada mobil ngebut muncul di depannya. Dan untungnya Bulan bisa menghindarinya, akan tetapi dia terjatuh dipinggir jalan dan terbentur trotoar. Sedangkan motornya terpental jauh darinya. Beberapa orang yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Bulan, Mereka langsung mengecek keadaannya. Sedangkan Bulan pingsan, dikarenaan benturan yang sangat kuat sekali.


" Kasihan sekali, ayo bantuin. " Ujar salah seorang yang menghampirinya.


" Panggil Ambulance, panggil Ambulance " Teriak beberapa orang.


" Mas, mas tolongin dong. Ada korban tabrak lari nih, tolong bantuin bawa ke Rumah Sakit. Kasihan kalau harus nunggu manggil Ambulance. " Orang tersebut menghadang dan menggedor-gedor pintu mobil.


Bintang tanpa menjawab orang tersebut, langsung membuka pintu mobil dan turun untuk melihat korban tersebut. Setelah melihat korbannya, betapa terkejutnya Bintang.


" Innalillah, Bulan. " Bintang langsung spontan menghampirinya, berencana ingin mengangkatnya.


" Mas kenal sama si mbak nya? " Tanya salah seorang yang ada disana.


" Iya saya kenal, tolong bantuin saya untuk bawa korban ke mobil saya. " Titah Bintang.


Tanpa menunggu lama, Bulan langsung di bawa ke mobil Bintang. Dan Bintang langsung tancap gas menuju ke Rumah Sakit, Sedangkan Motor Bulan Sudah di amankan warga sekitar.


" Bulan, bertahanlah aku mohon. Kita akan segera sampai ke Rumah Sakit. " Bintang membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di Rumah Sakit, Bintang langsung menggedong Bulan menuju ke ruang UGD.

__ADS_1


" Maafkan aku, karena harus menggedongmu. " Sambil menggedong tubuh Bulan, Bintang meminta maaf.


" Dokter, Suster tolong saya untuk menyelamatkan teman saya. " Bintang menggendong Bulan menuju UGD sambil memanggil-manggil petugas yang ada di sana.


" Oke pak, silahkan letakkan pasien di atas tempat tidur ini. Dan bapak silahkan menunggu di luar, serta silahkan mengisi data-data pasien di sana. " Perintah slah seorang suster.


Bintang keluar dari UGD, dan menuju ke tempat pengisian data pasien serta pembayaran Rumah Sakit. Setelah selesai urusan data dan administrasi, Bintang mondar-mandir di depan pintu ruang UGD. Dia terlihat begitu cemas sekali, karena dia takut terjadi apa-apa dengan Bulan.


" Aku harus hubungi siapa ini, kan aku enggak punya nomor orang tuanya Bulan. " Bintang belum menghubungi siapapun mengenai kecelakaan Bulan.


" Apa aku tanya Bunga saja, mana tahu dia punya. Atau enggak, dia bisa tanya siapa gitu. " Bintang langsung menghubungi Bunga.


📞 " Hallo kak, ada apa? " Sapa Bunga.


📞 " Assalamu'alaikum Bunga, kamu sudah sampai sekolah kan? " Bintang mengingatkan Bunga akan salam.


📞 " Sudah dari tadi kali, emangnya kenapa? Mau nanya ustadzah y? " Bunga masih bercanda.


📞 " Kamu tahu nomor orang rumahnya ustadzah kamu enggak? " Bintang langsung saja.


📞 " Untuk apa kak? Kenapa enggak nanya langsung sama ustadzah? " Bunga masih menggoda kakaknya.


📞 " Kakak serius Bunga, ustadzah Bulan kecelakaan. Kakak enggak tahu harus hubungin siapa? Coba kamu tanya teman mengajarnya, Dan kamu jangan banyak tanya dulu. Kakak juga lagi panik ini. " Jelas Bintang tanpa basa-basi.


📞 " Apa kak, kecelakaan? Oke kak, aku coba tanya sama guru-guru yang lain dulu. Assalamu'alaikum. " Bunga langsung menutup teleponnya.


📞 " Oke, Wa'alaikumussalam. " Bintang juga menutup teleponnya.


Bagaimanakah keadaan Bulan?


Semoga dia tidak apa-apa ya pemirsa, doakan saja dia segera sadar dan membaik.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2