Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Calon istri


__ADS_3

" Sebentar Bunga, ini juga lagi di buka. " Jawab Bulan sambil terus berusaha membukanya.


" Sini, biar aku bantu. " Bunga tidak sabar.


" Sabar sayang, sebentar lagi kita akan tahu apa isinya. " Jawab Bulan lembut.


Dan akhirnya terbuka juga bingkisan tersebut.


" Apa ini kakak ipar? " Bunga mengambil isinya dan melihat-lihat apakah barang tersebut.


" Ini itu bros jilbab Bunga. " Jawab Bulan.


" Oh, bros jilbab. Maaf kakak ipar, aku kan enggak tahu barang beginian. Heheheh. " Sahut Bunga.


Tak terasa mereka sudah sampai ke sekolah, dan Bulan segera memasukkan bros jilbab serta kotaknya ke dalam tas. Dan dia bergegas membantu Bunga turun dari mobil.


" Pelan-pelan Bunga. " Bulan membantu Bunga berjalan memasuki gedung sekolah.


" Iya, makasih ya kakak ipar. " Sempat-sempatnya Bunga mencium pipi calon kakak iparnya.


" Sama-sama, kamu nanti yang semangat ngisi soalnya ya. " Ucap Bulan.


" Pasti ustadzahku sayang. " Canda Bunga.


Mereka berdua sampai juga ke ruangan khusus untuk Bunga ujian, dan disana sudah ada guru yang akan mengawasi Bunga ujian.


" Bunga, ustadzah tinggal ya. Enggak apa-apa kan? " Pamit Bulan.


" Iya ustadzah, tenang saja. Aku enggak apa-apa. " Seringai Bunga.


Bulan pun meninggalkan Bunga di ruangan tersebut bersama guru pengawasnya, dan dia segera menuju kantor guru.


" Mas Bintang kenapa tiba-tiba ngirim bingkisan ini ya? Dan isinya bros jilbab lagi. Tunggu deh, kayaknya tadi ada suratnya. Coba aku buka lagi. " Batin Bulan.


" Tu kan bener ada suratnya, tumben pakek acara surat-suratan. Biasanya juga langsung telepon, apa ya isi suratnya. " Batin Bulan lagi.


📝 " Assalamu'alaikum sayangku 😘


Pasti kamu kagetkan. Kenapa tiba-tiba mas mu yang ganteng ini kirim bingkisan dan surat? Sebenarnya enggak ada apa-apa kok, cuma pengen kasih bros jilbabnya aja 😍. Cantik enggak brosnya, maaf ya kalau tidak sesuai dengan selera kamu. Sebenarnya di dalam kotak itu masih ada isinya lagi loh, jangan langsung di buang ya. Mas sengaja umpetin, karena mas tahu. Kalau Bunga pasti akan kepo, jadi kalau diumpetin. Dianya enggak tahu deh 😀. Mas harap, kamu mau pakai ya. Nanti kalau kita ketemu, dan kamu enggak pakai. Berarti kamu enggak mau nikah sama mas, mas anggap itu benda sebagai jawaban iya dari kamu. Selamat mencari barangnya. Oh ya, terima kasih sudah mau mememani adik mas yang bawel ujian susulan ya....


I ❤ U Calon istri 😘

__ADS_1


Bulan masih saja deg-degan kalau Bintang mengeluarkan kata-kata gombalannya, walau hanya lewat tulisan saja. Setelah Bulan membaca suratnya, dia segera mencari barang di dalam kotak yang di maksud Bintang tadi. Betapa terkejutnya dia, setelah melihat gelang cantik yang di hiasi dengan bulan dan bintang.


" Masya Allah cantik sekali gelangnya, mana ada hiasan bulan bintangnya lagi. " Gumam Bulan.


Lagi asik memandangi gelang tersebut, tiba-tiba Bintang meneleponnya. Bulan pun langsung mengangkatnya.


📞 " Assalamu'alaikum mas. " Salam Bulan.


📞 " Wa'alaikumussalam, gimana? Sudah terima belum bingkisannya? " Cerocos Bintang.


📞 " Sudah mas, makasih ya brosnya. " Bulan sengaja tidak menyebutkan gelangnya.


📞 " Iya sama-sama. Sayang, kamu belum baca suratnya ya? " Bintang bingung, karena Bulan hanya ngomongin bros.


📞 " Memangnya kenapa mas? " Bulan masih menggoda Bintang.


📞 " Ya enggak apa-apa sih, cuma pengen tahu aja. " Jawab Bintang lemas.


📞 " Kenapa lemas gitu suaranya mas? Kamu sakit ya? " Bulan pura-pura cemas.


📞 " Enggak kok sayang, cuma lagi kangen saja sama kam. " Giliran Bintang yang menggoda Bulan.


📞 " Mas, makasih buat bros yang cantik ini. Dan maksih juga untuk gelang yang luar biasa ini. " Bulan akhirnya berkata jujur.


📞 " Maaf mas, tidak bermaksud begitu. Tapi, sekali lagi makasih banyak. " Ucap Bulan.


📞 " Sama-sama sayang, kamu suka? Jangan lupa di pakai ya. " Jawab Bintang.


📞 " Suka mas, Insya Allah iya. " Jawab Bulan malu-malu.


📞 " Alhamdulillah kalau gitu. Oh ya, Bunga masih ujian ya? " Tanya Bintang.


📞 " Iya mas, Bunga baru mulai ujian. Jadi, saya nunggu Bunganya di kantor guru. Karena disana sudah ada yang ngawas. " Jelas Bulan.


📞 " Gitu ya. Wahai Rembulan Nur'aini, bisakah dirimu tidak menggunakan kata saya lagi? Kan kita ini sudah mau nikah loh, masa iya masih sebut diri sendiri dengan sebutan saya-saya terus. " Protes Bintang.


📞 " Terus, saya harus gimana mas? Sudah terbiasa soalnya. " Bulan bingung.


📞 " Adinda kek, adek kek, ato ayang juga boleh. Atau kamu punya sebutan yang lain juga boleh. " Usul Bintang


📞 " Apa ya mas, saya bingung soalnya. " Bulan masih belum merubah sebutan dirinya sendiri.

__ADS_1


📞 " Tu kan, masih pakai saya lagi. Sekali lagi kalau masih saya-saya, entar mas cium mau? " Ancam Bintang.


📞 " Mas, jangan pakek acara ngancem-ngancem gitu. Sa- maksudnya adek. Adek belum terbiasa. " Karena Bulan takut akan ancaman Bintang, dia keceplosan saja memanggil dirinya sendiri dengan sebutan adek.


📞 " Adek? Boleh lah, dari pada saya-saya. " Bintang mau protes tapi tak jadi.


📞 " Mas enggak kerja hari ini? " Bulan berusaha mengalihkan pembicaraan.


📞 " Kerja kok sayang, nih mas lagi di kantor. Emangnya kenapa? Kamu ada perlu? Atau butuh bantuan mas? " Bintang heboh.


📞 " Enggak kenapa-kenapa kok mas, sa- adek cuma nanya aja. Memangnya enggak boleh ya nanya? " Sahut Bulan.


📞 " Boleh banget kok sayang, malah mas seneng kalau ditanyain sama calon istri mas ini. " Goda Bintang.


📞 " Mas, kapan rencana mau antar berkas suratnya? " Tanya Bulan.


📞 " Surat apa sayang? " Bintang belum ngerti maksud Bulan.


📞 " Surat persyaratan nikah mas? Adek serius ini? " Bulan sedikit ngambek.


📞 " Oalah iya ya, mas lupa sayang. Maaf ya, jangan marah. Gimana kalau besok saja? " Bintang meminta maaf kepada calon istri.


📞 " Besok ya? Boleh sih mas. Tapi, setelah mengantar Bunga ujian ya? " Bulan bernegosiasi.


📞 " Boleh juga. Kalau enggak, besok mas aja yang antar jemput kalian. Gimana? " Bintang memberi ide.


📞 " Mas yakin? Nanti takutnya mas sibuk lagi. " Bulan sedikit ragu.


📞 " Yakin 100% sayang, apa sih yang enggak buat orang tersayang. " Bintang terus menggoda Bulan.


📞 " Mas, bisa enggak sih di kurang-kurangi gombalnya? Enggak baik tahu. " Bulan sedikit kesal dengan Bintang.


📞 " Siapa juga yang gombal, mas beneran sayang sama kamu. Kalau bisa, mas pengennya cepet-cepet sah kitanya. Jadi, mas bisa leluasa mengungkapkan rasa sayang mas. " Jelas Bintang.


📞 " Makasih ya mas untuk semuanya, maaf kalau adek tidak bisa membalasnya. " Ucap Bulan.


📞 " Makasih buat apa sayang? Mas enggak butuh balasan apa-apa kok, karena mas yakin. Kalau kamu juga punya rasa yang sama, tapi kamu tidak seagresif mas. Iya kan...." Bintang selalu bisa membuat Bulan tersipu malu dengan sikap dan perkataannya.


📞 " Mas, adek tutup dulu enggak apa-apa ya. Kayaknya ada guru yang manggil soalnya, maaf ya. " Bulan pamit.


📞 " Iya sayang, enggak apa-apa. Nanti kita bisa sambung lagi, mas juga mau lanjutin kerja dulu ya. Assalamu'alaikum sayang. " Salam Bintang.

__ADS_1


📞 " Wa'alaikumussalam mas. " Bulan pun menutup teleponnya.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2