
Kegelisahan Bintang akhirnya hilang juga, karena tak berselang lama kemudian pak penghulu datang mengucapkan salam.
" Assalamu'alaikum, mohon maaf semuanya saya terlambat. " Salam pak penghulu.
" Wa'alaikumussalam. " Jawab semua orang.
" Enggak apa-apa pak, cuma telat 5 menit saja kok. " Ucap pak Soleh sambil menyalami pak penghulu.
" Terima kasih pak, soalnya tadi jalanan agak macet. Jadi, saya sedikit telambat. " Sahut pak penghulu.
" Iya pak, yang terpenting sekarang bapak sudah berada disini. Karena anak saya ini sudah gelisah dari tadi, dia takut enggak jadi nikah hari ini soalnya. " Sindir pak Jafar, karena dia mendengar obrolan istri dan anaknya tadi.
Semua yang mendengar perkataan pak Jafar pun tertawa.Tanpa menunggu waktu lama, akad nikah pun segera di mulai. Sebelum menikahkan Bintang, pak penghulu memberi arahan dan pertanyaan sedikit kepada Bintang dan keluarga yang bersangkutan disana.
Tak berselang lama kemudian, terdengarlah kata.
Sah
Sah
Sah
" Alhamdulillah. " Ucap semua orang.
Bintang berhasil mengucapkan ijab kabul hanya satu kali saja dalamsatu tarikan nafas dan tanpa mengulang. Betapa bahagia yang ada disana, karena akhirnya sah juga hari ini.
Bulan yang mendengarkan di dalam kamarpun tak kuasa menahan air matanya, dia menangis bahagia hari ini.
" Selamat ya dek, akhirnya kamu sah juga menjadi seorang istri. Sudah jangan nangis, nanti luntur make up nya. " Alesa membantu mengahapus air mata adiknya.
" Iya mbak, makasih. Ini aku lagi usaha menghentikan air matanya ngalir mbak,... " Sahut Bulan.
Para perias dengan sigap membantu Bulan untuk merapikan make up yang sedikit luntur karena tangisannya tadi.
Bu Nisa masuk ke kamar menjemput Bulan untuk di bawa keluar menemui suaminya
" Nak, ayo kita keluar. Suamimu sudah menunggu di luar. " Ucap ibunya.
" Iya bu, bismillah. " Ucap Bulan, dia semakin berdebar-debar saja. Padahal sudah sering bertemu, tapi dia masih gerogi untuk bertemu langsung setelah sah.
__ADS_1
Bulan keluar kamar didampingi bu Nisa dan Alesa, semua yang melihat kehadiran Bulan pun terpana. Karena hari ini Bulan terlihat sangat luar biasa. Bintang saja tanpa sadar sampai menganga mulutnya melihat kecantikan istrinya.
" Tutup mulutnya Bintang, nanti lalat masuk. " Tegur pak Jafar sambil menyenggol pundak anaknya tersebut, Bintang yang di tegurpun tersadar dan segera bersikap cool lagi.
Bulan sudah sampai di dekat Bintang, dan dia di suruh duduk dekat suaminya tersebut.
" Mas Bintang, apa benar ini istrinya? " Tanya pak penghulu setelah Bulan duduk.
" Benar pak, ini memang istri saya. " Jawab Bintang tegas.
" Bagaimana mbak Bulan, apa benar ini suaminya sekarang? " Pak penghulu bertanya kepada Bulan sekarang, dan Bulan hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Wah istrinya ternyata pemalu ya mas Bintang,..." Goda pak penghulu.
" Sepertinya begitu pak. " Jawab Bintang sambil melirik Bulan yang masih mennduk saja.
" Baik, sekarang silahkan mas Bintang dan istri saling memasangkan cincin di jari manis pasangannya. Silahkan mas Bintang terlebih dahulu memasangkan cincin di jari istrinya, dan sang istri mencium tangan sang suami. " Titah pak penghulu.
Bintang mulai mengambil cincin dan hendak memasangkan ke jari Bulan, tapi Bulan masih ragu ingin mengangkat tangannya. Karena ini adalah kali pertama baginya bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram, meski sekarang sudah sah.
" Ayo nduk, suamimu sudah menunggu itu. Berikan tanganmu. " Titah pak Soleh.
" Terima kasih sudah sudi menjadi istriku sayang. " Itulah yang Bintang katakan.
" Sama-sama mas. " Sahut Bulan lirih, dan dia melepaskan tangan sang suami. Bintang yang melihat air mata sang istri berinisiatif mengelapnya dengan lembut, sedangkan wajah Bulan bersemu merah.
" Sekarang giliran mbak Bulan yang memasangkan cincin ke jari manis mas Bintangnya. " Titah sang penghulu lagi.
Dengan perlahan tapi pasti, Bulan mengambil cincin dan perlahan memasukkan ke jari manis Bintang. Meski tangannya masih bergetar tapi tak separah yang tadi. Setelah masuk dengan benar, pak penghulu memberi instruksi lagi.
" Sekarang, mas Bintang silahkan berdoa untuk sang istri. " Titahnya.
Dengan penuh keyakinan, Bintang meletakkan tangannya diubun-ubun sang istri dan mulai berdoa.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Latin:
Allahumma inni as aluka khoyrohaa wa khoyro maa jabaltahaa alaih. Wa a'udzubika min syarri haa wa min syarri maa jabaltahaa alaih.
__ADS_1
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan atas yang Engkau ciptakan." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah).
Setelah selesai berdoa, refleks Bintang langsung mencium kepala sang istri dengan penuh kelembutan. Bulan terkejut dengan kelakuan suaminya yang dadakan itu, karena dia merasa malu dicium didepan orang ramai. Walau yang dicium Bintang hanya kepala saja 😊.
Acara selanjutnya adalah sungkeman, Bintang maupun Bulan harus minta doa restu kepada orang tua mereka. Dalam acara sungkeman ini, banyak menguras air mata. Terlebih lagi ketika Bulan sungkeman kepada bapak dan ibunya, ia menangis terharu serta bahagia. Karena rencana pernikahannya kali ini sukses.
" Selamat datang di keluarga kami sayang, mama senang sekali kamu menjadi anak menantu mama. " Ucap bu Juni ketika Bulan sungkem padanya.
" Terima kasih bu. " Belum selesai Bulan ngomong, sudah di potong oleh mertuanya.
" Sayang, sekarang ini mama adalah mertua kamu. Jadi, kamu harus panggil mama jangan panggil ibu lagi ya. Kamu itu bukan hanya menantu mama, tapi sudah menjadi anak perempuan mama juga. " Jelas bu Juni.
" Iya ma, Bulan ucapkan terima kasih. " Jawab Bulan, mereka berdua pun berpelukan.
Selesai proses akad nikah dan sungkeman, para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati makanan dan minuman yang telah di sediakan. Sedangkan pengantin baru sedang sibuk sesi foto-foto, baik itu foto berdua saja sampai foto bersama keluarga kedua belah pihak.
Setelah sesi foto-foto, Bintang dan Bulan sedang melayani ucapan selamat dari para tamu undangan maupun kerabat.
" Sayang, kamu capek ya? " Bintang bertanya kepada istrinya sambil memegang bahunya, ketika tamu sudah selesai memberi selamat semua.
" Lumayan mas, memangnya kenapa? Mas butuh sesuatu? Ngomong aja, biar adek ambilin. " Bulan mengira kalau Bintang perlu sesuatu.
" Enggak kok sayang, mas cuma khawatir saja sama istri mas ini. Kalau kamu memang capek, istirahat dulu saja di kamar enggak apa-apa kok. " Bintang memberi saran.
" Mas tenang saja, adek enggak apa-apa. Kayaknya mas yang capek ya? " Giliran Bulan yang cemas.
" Hahaha, gemesh deh. Senengnya di khawatirin istri. " Bintang menoel hidung Bulan.
" Maaaas, malu tahu. Banyak orang ini, main pegang-pegang aja." Muka Bulan memerah karena kelakuan suaminya.
" Kenapa mesti malu sayang, kita kan juga sudah halal pegang-pegangan. " Sahut Bintang menggoda.
" Sebentar ya mas, adek mau .....
Akhirnya sah juga ya Bintang dan Bulannya,.....
Maafkan author ya, karena sudah menunggu lama untuk mereka menjadi sah 😁🙏.
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.
__ADS_1