Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Pemandangan Indah


__ADS_3

" Mas, kamu kenapa kok gelisah gitu? " Tidurnya Bulan sedikit terganggu, karena dia menyadari sang suami sepertinya belum tidur dan gelisah.


" Maaf ya sayang mengganggu tidurnya, ya sudah kamu lanjutin saja tidurnya. " Ucap sang suami menghadap istrinya.


" Mas, kalau ada masalah itu berbagi sama adek lah. Kenapa mas sepertinya susah tidur? " Tanya sang istri.


" Mas juga enggak tahu sayang, kenapa nih mata susah banget diajak komprominya. " Sahut sang istri.


" Mas, adek sudah enggak sakit lagi kok. " Entah dari mana Bulan kepikiran sampai kesitu.


" Maksud kamu apa sayang? " Bintang bingung.


" Mas, adek enggak mau dilaknat sama malaikat sampai pagi loh. Kalau mas lagi kepengen, mas ngomong aja ya. Jangan nyiksa diri sendiri kayak gini. " Bulan seperti tahu apa penyebab sang suami susah tidur.


" Kok kamu mikirnya kesitu sih sayang? Atau, jangan-jangan istri mas ini yang lagi kepengen? Hayo ngaku? Sayang lagi kepengen ya? Ayoklah kalau kamu mau sayang." Sang suami tak ingin membuat istrinya sedih, jadi dia menanggapinya dengan godaan.


" Maaas, adek serius ini. " Sang istri pura-pura ngambek, karena dia merasa malu sudah ngomong seperti tadi.


" Sayang, mas sebenarnya juga enggak tahu kenapa mas susah tidur. Tapi, kalau kamu nawarin diri kayak gini. Mas jadi tergoda nih, beneran boleh sayang? " Bintang terlihat semangat sekali bertanya kepada sang istri.


" Iya mas,.... " Sahut sang istri singkat sambil mengangguk.


" Beneran sudah enggak sakit sayang? Kamu jangan bohong ya sama mas. Nanti, demi nyenengin mas. Kamunya yang tersiksa sayang, mas enggak mau ah kayak gitu. " Sang suami memastikan keadaan sang istri.


" Bener mas, adek enggak bohong kok sama mas. Lain kali, kalau mas memang mau tinggal ngomong ya. Tapi kalau adeknya lagi dapat tamu bulanan, Mas yang sabar ya, kan mas tahu sendiri perempuan. " Jelas sang istri.


" Iya sayang, mas paham kok. Terima kasih ya sayang? " Sahut sang suami sambil mengelus wajah sang istri.


" Terima kasih buat apa mas? " Jawab sang istri sambil senyum manis.


" Buat semuanya sayang, terutama buat malam ini. Karena kamu sudah menawarkan diri kamu untuk mas, walau mas tak memintanya. " Ucap sang suami lembut.


" Itu sudah kewajiban seorang istri mas, jadi tak perlu berterima kasih. " Ucap sang istri tak kalah lembutnya dari sang suami.


" Sayang, mas mulai ya? " Ucap sang suami sembari merangkak menaiki tubuh sang istri dan memberi pemanasan-pemanasan kecil yaitu ciuman lembut di wajah sang istri. Sedangkan sang istri hanya pasrah saja dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


Karena perbuatan sang suami, Bulan dengan tidak sadar mengeluarkan suara-suara desahan manja dari mulutnya.

__ADS_1


" Sayang, sekarang ya? " Ucap sang suami dengan suara yang tak bisa dijelaskan lagi.


" I-iya mas, tapi pelan-pelan ya. Adek masih takut soalnya. " Jujur sang istri.


" Iya sayang... " Sahut sang suami singkat dan dengan nafas yang sudah tak beraturan lagi.


Dengan sekali dorongan saja, senjata Bintang sudah memasuki lembah kenikmatannya. Bulan pun beneran tak merasakan sakit lagi, justru yang ia rasakan adalah sesuatu kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Cukup lama mereka bergulat dengan keringat yang terus mengalir dari tubuh mereka, hingga akhirnya mereka sama-sama menuju puncak kenikmatannya. Bintang yang kelelahan pun langsung ambruk di samping sang istri dengan nafas yang masih belum teratur.


" Terima kasih ya sayang, muach, muach, muach... " Ucap sang suami sambil menghadiahi ciuman di wajah sang istri.


" Sama-sama mas, apa mas puas? " Tanya sang istri.


" Luar biasa sayang, tapi kamu sakit enggak? " Tanya balik sang suami.


" Enggak sakit kok mas,.. " Sahut sang istri.


" Syukurlah kalau gitu sayang. Tapi kalau sakit, ngomong ya sayang. Mas enggak mau membuat istri mas ini kesakitan, apalagi gara-gara ulah mas. " Ucap Bintang penuh kekhawatiran.


" Iya mas. " Sahut sang istri singkat.


" Mau ke kamar mandi mas, adek sekalian mau mandi. Emang kenapa? " Jawab sang istri.


" Mas mau ikut mandi juga, boleh ya? " Ucap sang suami langsung turun dari tempat tidur dan menggendong sang istri tanpa aba-aba.


" Mas, turunin adek. Adek bisa jalan sendiri kok, pakai acara digendong segala. " Protes sang istri.


Bintang tak menghiraukan ucapan sang istri, ia terus saja membawa sang istri sampai ke kamar mandi. Dan menurunkannya setelah sampai.


" Sini, biar mas mandiin. " Bintang menawarkan diri.


" Adek bisa sendiri mas. Mendingan, mas mandi juga. Nanti keburu kedinginan loh. " Bulan membuat alasan.


" Enggak mau mandi sendiri, maunya dimandiin sama kamu. " Bintang memeluk Bulan dan merengek dengan manja.


" Iya, iya mas. Sini adek bantuin mas mandi. Suaminya siapa sih manja banget, hehehehe. " Canda Bulan.

__ADS_1


" Nah gitu dong, ya suaminya Rembulan Nur'aini lah. Manja sama istri sendiri boleh dong? " Sahut Bintang sambil senyum-senyum.


Kini giliran Bintang yang menggosok punggung Bulan, dan tanpa Bintang sadari senjatanya mulai menegang lagi. Dengan sekuat tenaga ia mencoba menahannya, karena dia kasihan sama sang istri jika memintanya lagi.


Tapi tiba-tiba tanpa sengaja, Bulan melihat keadaan sang suami tersebut.


" Mas, kamu kepengen lagi? " Bulan langsung refleks bertanya.


" Maaf sayang, gimana mas enggak tergoda. Kalau harus lihat pemandangan indah seperti ini. " Bintang berusaha jujur.


" Mas sih minta mandi bareng, mau lagi kan jadinya. Mana itunya sudah tegang gitu lagi,... " Ucap sang istri malu sendiri dengan suasana yang ada sekarang.


" Sudah sayang, kita selesaikan saja mandinya. Mas bisa tahan kok... " Bintang berusaha biasa saja dengan kondisinya saat ini.


" Mas, boleh kok. Tapi, cepet ya. Nanti keburu dingin, ini sudah malam banget soalnya. " Bulan tak mau membuat sang suami kecewa.


" Beneran enggak apa-apa kok sayang, kita selesaikan mandinya sekarang saja ya. " Bintang masih berusaha untuk santai.


Bulan berinisiatif untuk mencium sang suami duluan, karena dia merasa kasihan dengan kondisi sang suami. Terang saja, apa yang dilakukan Bulan itu membuat Bintang tak bisa menahannya lagi. Hingga akhirnya mereka melakukan untuk yang kedua kalinya malam ini di kamar mandi.


Setelah aktivitas mereka selesai, mereka segera menyelesaikan mandi mereka yang sempat tertunda tadi. Setelah selesai mandi,mereka segera keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian.


" Sini mas bantu keringkan rambutnya. " Bintang mengambil alat pengering rambut yang sudah dipegang sang istri.


" Mas tidur duluan aja enggak apa-apa kok, adek bisa kerjakan sendiri. Lagian sudah malam ini, mas pasti ngantuk. " Bulan berusaha mengambil alatnya dari Bintang.


" Sssstttt, mas enggak terima penolakan. Sudah nurut aja sama suami. " Bintang tak membiarkan Bulan mengambil alatnya.


" Terima kasih mas. " Ucap Bulan.


" Sama-sama sayang, justru mas yang berterima kasih. Karena kamu sudah membuat malam ini menjadi malam yang luar biasa, I Love You tak terhingga sayang. " Bintang berbicara sembari mulai mengeringkan rambut sang istri.


" I Love You Too mas. " Balas Bulan.


Begitulah kemesraan pengantin baru, selalu ingin bermanja-manja setiap waktu.


Maaf ya episodenya kali ini sedikit panas 🔥

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2