
2 minggu telah berlalu dari lamarannya Bulan dan Adnan, mereka berdua sudah mulai mengurus surat surat untuk nikah, coba baju. Sedangkan para orang tua sibuk mengurus undangan dan lain sebagainya.
Hari ini Bulan berencana ingin membagikan undangan untuk para guru dan beberapa murid, kabar berita tentang rencana pernikahan Bulan sudah tersebar luas di sekolah. Jadi, hampir seluruh penghuni yang ada di sekolah itu pada tahu.
" Assalamu'alaikum ustadzah, " Bunga menghampiri Bulan di kantornya.
" Wa'alaikumussalam, eh ada Bunga. Duduk Bunga, ada perlu apa ? " Sapa Bulan dengan lembut.
" Ustadzah beneran mau nikah ya ? " Suara Bunga sedikit bergetar.
" Insya Allah iya Bunga, doakan ustadzah ya. Kamu kenapa? Kok seperti orang nangis? Ada masalah ? " Bulan memperhatikan tingkah Bunga.
" Hmmm, heheheh. Enggak kok ustadzah, cuma terharu bahagia aja mendengar ustadzah mau nikah. " Bunga mencoba berbohong .
" Oh ya Bunga, ini undangan untuk kamu dan keluarga ya. " Bulan memberi undangan kepada Bunga.
" Iya ustadzah, terima kasih " Bunga menerima undangannya dengan senang.
" Gagal deh punya kakak ipar ustadzah " Pikir Bunga.
" Oh ya ustadzah, kalu gitu aku keluar dulu ya. Selamat ya ustadzah untuk pernikahan nya nanti, aku pasti akan datang " Janji Bunga.
" Terima kasih Bunga, di tunggu ya kedatangannya." Bulan menjawab di sertai dengan senyuman.
Bunga keluar dari kantor guru dengan memandangi undangan pernikahan ustadzahnya.
" Calon nya ustadzah namanya Adnan, kira kira gimana ya orangnya? Betapa kasihannya kakakku, belum juga diutarakan. Eehh malah sudah ada yang punya, aku foto undangannya ah. Terus aku kirim ke kak Bintang. " Bunga membaca baca undangannya.
Tiing....
✉ " Kak, ini ada undangan dari ustadzah Bulan " Begitulah pesan yang di kirimkan Bunga kepada kakaknya.
Bintang yang sedang santai saat itu pun langsung membaca pesan dari adiknya, dengan raut wajah yang sedikit kecewa melihat isinya.
✉ " Kamu dapat undangan dari mana Bunga? " Balas Bintang.
✉ " Dari ustadzahnya langsung kak, yang sabar ya. Aku tahu perasaan kakak sekarang, mungkin nanti akan ada yang lebih dari ustadzah " Bunga mencoba menghibur kakaknya.
Setelah pesan terkirim dan di baca, Bintang tak membalas lagi pesannya.
" Selamat ya Bulan, aku turut bahagia. Meski kita hanya bertemu sekali, dan beberapa kali berkomunikasi. Tapi aku merasakan sesuatu yang beda dari kamu, entah dari mana rasa itu ada. Tapi, aku akan mencoba untuk mengikhlaskan dirimu dengan pria pilihanmu. Aku hanya bisa berdoa, semoga kamu nanti bahagia bersamanya. Meski berat untuk menerima kenyataan ini. Biarlah rasa ini aku simpan sendiri Bulan, kamu tak perlu tahu. " Bintang bergumam sendiri sambil melihat foto undangan yang dikirim oleh Bunga.
...----------------...
__ADS_1
" Bulan, bagaimana persiapan kamu dan nak Adnan? " Pak Soleh membuka obrolan malam ini.
" Alhamdulillah lancar kok pak, surat suratnya juga sudah kami serahkan ke KUA. Untuk baju juga sudah. " Bulan menjawab dengan antusias.
" Alhamdulillah kalo gitu nduk, bapak sama ibu mu ini senang sekali. Karena sebentar lagi kamu mau menikah. " Timpal bu Nisa.
" Iya mbak, aku juga seneng. soalnya, mas Adnan itu orangnya baik. Semoga mbak nanti bahagia bersamanya ya. " Langit pun ikut nimbrung dalam obrolan.
" Aamiin " Jawab mereka bersamaan.
Sedang asik mengobrol, tiba tiba ada telepon masuk di Hp Bulan.
" Pak, bu, Bulan mau angkat telepon ya. Ini dari mas Adnan. " Sebelum mengangkat telpon, Bulan pamit ke orang tuanya.
" Iya nduk, sudah sana cepat di angkat. Nanti dia nunggu kelamaan. " Ucap bapaknya.
📞 " Assalamu'alaikum mas, maaf agak lama angkat telponnya " Bulan menjawab panggilannya.
📞 " Wa'alaikumussalam dek, enggak pa pa kok. Lagi sibuk ya? " Jawab Adnan.
📞 " Enggak lagi sibuk kok mas, cuma tadi lagi ngobrol saja sama bapak, ibu juga Langit. " Jelas Bulan.
📞 " Ganggu dong kalo gitu, jadi nggak enak mas sama bapak, ibu " Sesal Adnan.
📞 " Perlunya adalah kangen dek, mas sudah nggak sabar pengen halalin kamu " Goda Adnan.
📞 " Sabar mas, tinggal nunggu 2 minggu kurang kok. " Bulan menjawab dengan serius.
📞 " Tapi mas pengennya besok saja, gimana dong? " Adnan terus menggoda Bulan.
📞 " Maaaaas, apaan sih. Adek kan jadi malu tahu " Bulan merasa malu di buat oleh Adnan.
📞 " Cie cie bu guru nya malu ya? " Adnan masih terus menggoda.
📞 " Ya sudah ya mas, kalau nggak ada perlu adek tutup saja telponnya " Bulan mulai sedikit kesal.
📞 " Jangan dong, iya iya mas serius nih. Mas mau nanya, kamu mau mahar apa? Kan mas belum tahu. " Adnan mulai bicara serius, setelah di ancam Bulan.
📞 "Hmmm, semampunya mas saja. Jangan di buat berat " Bulan tidak menyebutkan apa yang harus di beri kepadanya.
📞 " Tidak bisa seperti itu dong, kamu harus sebutkan apa yang kamu mau. Nanti kalau mas ngasih tidak sesuai yang kamu mau kan mubazir. Kamu mau apa? Uang, emas, atau barang yang lain "
📞 " Ya sudah deh, kalau gitu. Adek minta uang 500 ribu saja mas " Bulan pun menyebutkan apa maharnya.
__ADS_1
📞 " Kok cuma uang 500 dek, mas masih bisa kasih lebih kok " Protes Adnan.
📞 " Tidak perlu mas, adek minta segitu saja. Itu sudah lebih dari cukup kok, mas santai saja " Bulan tidak mau membebani Adnan.
📞 " Oke deh kalau itu yang kamu minta, mas akan turuti " Adnan akhirnya mengalah.
📞 " Oh ya dek, masih ada yang kurang atau tidak keperluan untuk nikah nanti? " Adnan memastikan persiapan untuk pernikahannya.
📞 " Sepertinya untuk saat ini belum ada yang kurang mas, nanti kalau ada yang di butuhkan adek akan ngomong sama mas " Jawab Bulan.
📞 " Oke deh sayang 😍 " Adnan mulai lagi.
Obrolan mereka malam ini begitu panjang sekali, sehingga mereka baru sadar kalau sekarang sudah hampir tengah malam. Dan akhirnya, mereka menyudahi obrolannya.
......................
Seminggu Menjelang Pernikahan
Bulan sudah tidak diperbolehkan keluar rumah lagi oleh orng tuanya, istilahnya di pingit. Jadi untuk sementara waktu, Bulan cuti dari mengajarnya. Dia juga sudah tidak boleh berhubungan dengan Adnan lagi untuk sementara waktu, jadi kalau ada perlu apa apa Bulan tinggal ngomong sama orang tuanya.
Kediaman Bintang
Bunga dan Bintang sedang berada dikamar Bintang, meeka sedang ngobrol ngobrol ringan layaknya kakak adik.
" Kak, kita hadir kan ke pernikahannya ustadzah? " Bunga mulai membahas Bulan.
" Kita lihat besok lah dek, kakak ragu " Jawab Bintang lesu.
" Iiihh kok gitu sih kak, ayolah kak kita datang. Enggak enak tahu sama ustadzahnya " Bujuk Bunga.
" Memang kamu datang mesti sama kakak apa? Kan bisa kamu bareng sama temen temen mu " Bintang masih enggan untuk hadir.
" Ya harus lah, yang kenal sama ustadzah kan cuma kita, mama sama papa kan nggak kenal. Lagian mereka juga ada perlu pas acaranya ustadzah. Jadi enggak bisa hadir " Bunga masih memaksa kakaknya.
" Iya iya, tapi bentar saja ya. Kakak takut nggak kuat, hehhehe " Bintang mulai rileks.
" Yah kok bentar sih kak, aku rencananya pengen hadir dari acara akadnya sampai resepsi. Pliiis ya kak mau, kakak harus ikhlas lah. Cinta itu kan nggak harus memiliki kak, cukup melihat dia bahagia pasti kakak akan bahagia. Iya kan " Bunga sok bijak.
" Sok tahu kamu Bunga, iya iya entar kakak usahain. Sudah sana keluar dari kamar kakak " Bintang mengusir adiknya dri kamar.
Akankah Bintang hadir ?
Mohon dukungannya ya teman teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.
__ADS_1