
" Mas, bangun mas. Sudsh ashar nih, kita shalat berjamaah yuk. " Bulan membangunkan sang suami yang sedang tertidur pulas dengan cara mengogoyangkan badannya, akan tetapu sang suami tidak bergerak sama sekali.
" Mas, bangun mas. Shalat yuk. " Ajak Bulan sekali lagi, tapi dengan cara mengusap wajah sang suami.
" Hmmmm, iya sayang. Mas bangun nih, tangan kamu kok dingin banget sayang? " Tanya sang suami sambil menggenggam tangan sang istri.
" Kan adek baru selesai mandi mas, makanya mas cepetan bangun. Kita shalat ashar berjamaah yuk. " Sahut sang istri.
" Iya sayang, tapi mas mandi sebentar boleh? Lengket banget rasanya badan berkeringat. " Ucap sang suami.
" Iya mas. " Sahut sang istri singkat.
" Cium dulu ya, muach.. " Bintang langsung mencium bibir sang istri sekilas, dan dia pun bergegas bangun dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Maaaaas,... " Sang istri gemas dengan tingkah sang suami.
Setelah mereka selesai shalat ashar berjamaah, mereka berdua turun ke bawah untuk menemui para keluarga disana.
......................
" Ciko, kamu mau ngapain lagi kesini? " Tanya Fanya ketus.
" Ya mau ketrmu sama kamu dong sayang. " Sahut Ciko santai.
" Kan aku sudah pernah bilang berkali-kali, kalau aku enggak mau ketemu sama kamu lagi. Karena kita itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. " Fanya kesal sekali dengan Ciko.
" Aku kan juga pernah bilang sama kamu sayang, kalau aku tidak mau putus dari kamu. Karena aku itu sayang banget sama kamu. " Ciko beneran sayang dan cinta sama Fanya.
" Kamu itu jangan maksa aku dong, aku tidak suka sama kamu. Jadi, buat apa hubungan kita? Mending kamu cari perempuan lain, aku cuma cinta sama Bintang saja. " Jelas Fanya.
" Sayang, kamu kan tahu. Kalau Bintang itu sudah menikah. Jadi, buat apa kamu masih mengharapkan dia. Oke, sekarang aku akan pergi. Tapi, aku pasti akan datang kesini lagi untuk menemui kamu sayang. " Ucap Ciko sambil berlalu dari hadapan Fanya, karena dia sadar. Tidak ada gunanya berdebat dengan kekasihnya tersebut.
" Dasar laki-laki gila, sudah tahu aku enggak suka sama dia. Masih saja datang kesini dan maksa untuk berhubungan lagi, tapi serah dia deh. Mending aku pikirin cara bagaimana membuat Bintang dan istrinya itu berpisah. " Gumam Fanya dengan kesal.
__ADS_1
Dia pun segera masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintunya dengan sangat keras.
" Bruaaaak. " Suara bantingan pintu tersebut.
" Aku harus buat rencana apa ya? Supaya Bintang dengan perempuan penggoda itu berpisah, aku sudah tidak mau mengalah lagi pokoknya. Cukup sudah aku menjadi perempuan lemah. Aaaaahhh sial. Apa sih hebatnya perempuan penggoda itu? Cantik juga aku. Apa perlu aku minta bantuan orang ya untuk memisahkan mereka? Kayaknya memang perlu deh. " Gumam Fanya sambil mondar mandir dikamarnya.
Tok...tok...tok.... suara pintu kamar Fanya di gedor seseorang.
" Fanya, Fanya, keluar nak. " Ternyata mamanya yang mengetok pintu kamarnya.
" Iya ma sebentar. " Sahut Fanya.
" Ada apa sih? Pasti soal si Ciko, males aku sebenarnya. " Gumam Fanya.
Fanya pun dengan terpaksa keluar dari kamar dan menemui mamanya di ruangan tamu.
" Fanya, sini duduk sama mama dan papa. " Ajak sang mama.
" Iya ma,... " Jawab Fanya.
" Enggak. " Jawab Fanya singkat.
" Terus, kenapa tadi kamu banting-banting pintu? " Tanya mamanya.
" Siapa juga yang ngebanting pintu? Tadi ada angin aja. " Fanya membuat alasan.
" Fanya, kamu mau sampai kapan begini? Mama sama papa itu kasihan loh sama kamu. Apa sih kurangnya Ciko, dia itu anaknya baik. " Ucap mamanya.
" Iya Fanya, bener apa kata mama kamu. " Sambung papanya.
" Papa sama mama itu enggak pernah ngertiin aku, aku tu enggak suka sama Ciko. Aku tu dari dulu sudah suka sama orang lain pa, ma. Tolonglah kalian ngertiin aku. " Fanya menjawab dengan sedikit ngegas.
" Siapa orangnya? Bintang? Jangan berkhayal Fanya, dia itu sudah menjadi suaminya orang. Kenapa kamu sekarang berubah nak? Mana Fanya yang dulu? " Mamanya sedih dengan sikap Fanya yang sekarang ini.
__ADS_1
" Fanya, kamu jangan keterlaluan. " Papanya mulai emosi, dan hampir saja menampar sang anak.
" Pa, jangan. " Mamanya menahan tangan papanya.
" Tampar pa, tampar. Kalau memang itu membuat kalian puas. " Teriak Fanya.
" Dasar anak kurang ajar kamu ya,... " Papanya semakin emosi mendengar perkataan sang anak.
" Sudah, sudah. Kenapa setiap kali kita ngobrol, ujung-ujungnya ribut seperti ini? Mama itu sedih tahu, hiks, hiks. " Tangis sang mama.
" Tanya saja tu sama anak kamu, kenapa jadi anak susah diatur. Ada orang yang baik dan tulus, malah milih laki-laki yang sudah beristri. " Ucap papanya.
" Karena aku sayang sama Bintang pa, ma. Dan aku enggak suka sama Ciko, kalian harus ngerti itu. " Jawab Fanya sambil teriak dan berlalu menuju kamarnya.
" Sudah ma, kamu jangan menangisi anak yang seperti itu. Papa juga bingung, kenapa dia sekarang berubah seperti ini. Mama sih terlalu memanjakan dia, jadinya dia ngelunjak sekarang. Mana enggak ada sopan santunnya lagi. " Ucap papanya Fanya sambil mengelus-elus bahu sang istri.
" Pa, kamu jangan ngomong gitu dong. Justru ini cobaan buat kita. Jadi, kita harus membuat Fanya sadar dan kembali seperti dulu lagi. " Ucap sang istri masih menangis.
" Memangnya si Bintang itu pernah janji apa sih sama anak kita? Sampai-sampai dia jadi seperti sekarang ini.. " Kesal papanya.
" Mama juga enggak tahu pa, coba kita tanya sama Ciko aja gimana? " Terbersit di pikiran mamanya untuk bertanya kepada Ciko.
" Boleh juga itu ma, siapa tahu si Ciko itu mengetahui segalanya. Enggak ada salahnya jika kita coba kan? " Papanya Fanya tampak setuju dengan ide istrinya.
" Papa tahu kan nomornya Ciko? Kalau mama, enggak punya pa. " Tanya mamanya Fanya.
" Sebentar deh ma, coba papa cek dulu. " Sahut sang suami sambil mengecek ponselnya.
Sedangkan Fanya yang berada didalam kamar tampak kesal dengan pertekaran dengan orang tuanya barusan.
" Kenapa sih, papa sama mama enggak mau ngertiin perasaanku? Aku tu cinta mati sama Bintang mau gimana lagi, aku pernah mencoba untuk membuang perasaan itu. Tapi, hasilnya gagal. Bintang sayang, kenapa sih kamu enggak mau sama aku? Padahal kan aku ini lebih segalanya di bandingkan dengan perempuan penggoda itu. Kamu jangan salahkan aku ya, jika aku nanti akan berbuat nekat. Seandainya aku gagal untuk mendapatkan kamu, perempuan penggoda itu juga enggak boleh memiliki kamu. " Fanya marah- marah sendiri sambil memandangi foto Bintang saat mereka kuliah dulu.
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.
__ADS_1
...----------------...