
Karena kaki Bulan yang terluka, Bintang dengan sigap menggendong sang istri ke tempat ruang ganti dan make up mereka. Walaupun Bulan menolak pada awalnya, tapi Bintang dengan kekeh ingin menggendong dan membawa Bulan masuk. Walau belum waktunya.
Sedangkan keluarga yang lain, diminta untuk tetap berada di aula gedung tersebut. Karena masih ada beberapa tamu. Tak lupa juga Bintang meminta air hangat dan kompres serta kotak p3k kepada asistennya.
" Mas, adek beneran enggak apa-apa. Adek masih bisa tahan kok. " Bintang meletakkan Bulan di sebuah sofa yang ada di ruangan tersebut, dan dengan segera ia mengangkat kaki Bulan ke atas pahanya.
" Apanya yang enggak apa-apa, lihat sampai berdarah begini. Kenapa enggak ngomong dari tadi sayang? Kan bisa ganti sendal saja, dan langsung di obati. " Bintang mengelap darah dengan lap yang di kasih air hangat, sekalian untuk nengompres lukanya.
" Maaf mas, adek kira perih tadi enggak separah ini lukanya. Maafin adek ya, dari kemaren membuat mas panik terus. Sudah sini, biar adek bersihkan sendiri lukanya. " Bulan berusaha mengambil lap yang di pegang Bintang.
" Sakit banget ya sayang? Mana dua-duanya luka, pasti perih banget ini. Sini mas lap sambil mas tiupin. " Bintang tak mengindahkan omongan Bulan.
Bulan yang mendapat perhatian dan perlakuan dari sang suami pun terharu, sehingga membuat Bulan berinisiatif memeluk sang suami duluan. Dia segera menarik kaki dari atas pangkuan sang suami, dan langsung menghambur ke pelukan sang suami.
" Terima kasih mas, karena kamu selalu perhatian dan peduli sama adek seperti ini. " Ucap Bulan lirih sambil menangis.
" Sama-sama sayang, mas senang melakukannya. Sudah jangan nangis, sini mas lanjutin bersihin lukanya. Dan segera di beri obat. Tunggu-tunggu, berarti pas istirahat shalat tadi sudah luka ya sayang? " Bulan melepaskan pelukannya seteleh dirasa cukup, sedangkan Bintang segera menghapus air mata sang istri.
" Iya mas, tapi belum sampai berdarah seperti ini. Cuma lecet saja tadi. " Jelas Bulan.
Selesai lukanya di bersihin, sekarang Bintang menempelkan plaster pada luka yang ada.
......................
Setelah acara resepsinya selesai, semua anggota keluarga kembali ke rumah mereka masing-masing. Kecuali pengantin baru, malam ini mereka rencananya akan menginap di sebuah hotel ternama dan berbintang.
" Mas, kenapa kita harus nginap di hotel? Kenapa kita enggak pulang saja? Kan kita enggak bawa baju ganti dan sebagainya. " Bisik Bulan di telinga sang suami, karena mereka sedang di dalam mobil dan diantarkan seorang sopir. Bintang yang mendengar itu hanya senyum saja.
" Sudah, kamu tenang saja sayang. Nanti kamu lihat saja sendiri. " Jawab Bintang santai.
" Oooh giyu ya. " Sahut Bulan.
" Sayang, masih sakit ya kakinya? " Bintang mencemaskan luka di kaki sang istri.
__ADS_1
" Sedikit mas, kenapa? " Ucap Bulan.
" Kalau masih sakit banget, kita ke dokter dulu gimana? " Saran Bintang.
" Hehehe, enggak perlu mas. Besok palingan juga sudah sembuh. " Tolak Bulan.
Mereka akhirnya sampai ke hotel yang di tuju, dengan penuh perhatian Bintang membantu Bulan turun dari mobil. Tadinya Bintang ingin menggendong sang istri, tapi Bulan menolak dengan keras. Dengan alasan malu dan bisa sendiri.
Sesampainya mereka di dalam, mereka berdua sudah di sambut oleh pegawai hotel. Dan pegawai tersebut menawarkan diri untuk mengantarkan mereka berdua ke kamar.
" Mari pak, bu. Saya antarkan ke kamar yang sudah di siapkan. " Ajak sang pegawai dengan sopan.
" Iya mas, terima kasih. " Sahut Bintang sambil terus memapah sang istri.
Setelah mereka keluar dari lift, mereka pun menuju kamar yang tuju.
" Pak, ini kamar yang sudah di pesan. Dan ini kuncinya. " Sang pegawai menyerahkan kunci kamar kepada Bintang.
" Pak, apa ada yang bisa saya bantu lagi? " Tanya sang pegawai.
" Tidak mas. " Sahut Bintang singkat.
" Kalau begitu, saya permisi. Selamat malam. " Sang pegawai undur diri.
" Sayang, mas tutup sebentar matanya boleh ya?. " Ucap Bintang setelah pegawai pergi.
" Kenapa di tutup mas? " Bulan bingung.
" Mas ada surprise sedikit buat kamu. " Ucap Bintang sambil memasangkan kain penutup matanya.
" Surprise apa sih mas? " Bulan penasaran.
" Sebentar ya, mas buka dulu kamarnya. Sahut Bintang seraya membuka pintu kamarnya, dan memapah sang istri masuk. Dan menutup kambali pintunya.
__ADS_1
" Mas, sudah boleh di buka? " Tanya Bulan.
" Sebentar ya sayang, mas bukain dulu. Bismillah, 123. " Bintang membuka penutup matanya.
" Masya Allah mas, kamarnya bagus banget. " Betapa terkejutnya Bulan setelah melihat kamar hotel yang di sulap sedemikian cantiknya. Pokoknya dihias dengan khasnya pengantin baru 😁. ( Bayangin sendiri-sendiri saja ya 😁. )
" Gimana? Kamu suka? " Tanya Bintang.
" Iya mas, adek suka banget. Terima kasih. " Sahut Bulan terharu.
" Tunggu sebentar, mas masih punya sesuatu buat kamu. " Bintang meninggalkan Bulan sebentar untuk mengambil sesuatu.
" Apa lagi mas? " Bulan heran.
" Sayang, ini ada bunga cantik untuk istri mas yang cantik. Dan ini ada bingkisan kecil juga untuk istri mas tersayang. " Bintang menyerahkan Bunga beserta bingkisannya.
" Masya Allah mas, banyak sekali kejutan yang mas kasih sama adek. Padahal adek enggak pernah kasih apa-apa sama mas. " Bulan semakin terharu dengan perlakuan suaminya yang sweet.
" Ini tidak ada apa-apanya sayang, siapa bilang kamu tidak pernah memberikan apa-apa. Diri kamu itu adalah kado terindah buat mas, yang tidak bisa di bandingkan dengan apa-apa. Di buka dong bingkisannya. " Bintang menenangkan sang istri yang mulai terisak bahagia.
" Iya mas, adek buka ya. " Bulan mulai membuka bingkisan cantik dari sang suami, dan ternyata isinya adalah sebuah kalung cantik yang dihiasi dengan ornamen bulan bintang sama dengan gelang yang pernah dikasih sebelumnya. " Kalung mas? Cantik, hampir sama dengan gelang ini. " Ucap Bulan setelah melihat isinya.
" Iya sayang, anggap saja itu pasangan dari gelangnya. Sini mas bantu pasangin. " Bintang mengambil kalungnya dan memakaikan ke leher sang istri yang masih memakai jilbab.
Setelah terpasang kalungnya, Bintang merengkuh sang istri ke dalam pelukannya. Tentu Bulan tak menolak pelukan sang suami, bahkan ia turut memeluk sang suami dengan erat.
" Sekali lagi, adek ucapkan terima kasih tak terhingga mas. " Ucap Bulan bergetar.
" Sama-sama sayang, mas akan melakukan apa saja untuk membuat kamu bahagia. Dan mas juga akan berusaha menjadi imam yang terbaik buat kamu, mohon di ingatkan jika mas salah ya sayang. I Love you so much. " Sahut Bintang sambil menciumi kepala Bulan, dan hanya di jawab dengan anggukan saja oleh sang istri.
" Love you too mas. " Balas Bulan.
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.
__ADS_1