Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Ancaman


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah sekali, tidak seperti kemarin yang sedari pagi langit sudah mendung. Dan seharian pun turun hujan. Aktifitas pagi yang Bulan lakukan seperti biasanya, mulai habis shubuh dia langsung ke dapur bersama ibunya. Setelah selesai di dapur, dia bersih bersih badan lalu bersiap untuk berangkat mengajar. Sebelum berangkat, tak lupa sarapan bersama tentunya.


Setelah sarapan, Bulan pamit kapada kedua orang tuanya untuk berangkat kerja. Pagi ini, Langit berangkat sekolah bareng Bulan. Karena sepedanya lagi di bengkel.


" Dek, kamu nanti pulang sekolahnya mau mbak jemput atau gimana." Sambil menyetir motor, Bulan bertanya kepada Langit.


" Enggak usah lah mbak, pulangnya nanti gampang. Bisa nebeng temen, kalo nggak ya bisa jalan kaki. Deket ini juga, makasih loch tawarannya." Jawab Langit.


" Beneran nggak pa pa nech ?" Ragu Bulan.


" Iya mbak,santai aja. " Seru Langit.


" Oh ya dek, gimana sekolah kamu. Bukannya sebentar lagi mau ujian ya? " Selidik Bulan.


" Alhamdulillah lancar kok mbak, iya bener bentar lagi aku ujian. Doain biar lancar ya mbak." Langit meminta dukungan Bulan.


" Pasti mbak doakan yang terbaik buat adekk tersayang ini. " Jawab Bulan semangat.


" Sudah mbak, turun di sini aja. Enggak perlu sampe ke dalam. " Tak terasa mereka sudah sampai ke sekolahannya Langit, dan Langit pun meminta Bulan menurunkannya di depan gerbang saja.


" Yakin cuma sampe sini aja, enggak perlu mbak anterin nih? " Tawar Bulan.


" Enggak perlu lah mbak, emang aku anak TK apa. Di antar smape ke dalam 😁" Langit mencoba melawak.


" Iya dech, kamu belajar yang rajin ya. Jangan nakal di sekolah, kalo gitu mbak langsung pamit ya." Setelah menurunkan Langit, Bulan pun langsung pamit.


" Iya mbak, hati hati di jalan ya. Assalamu'alaikum " Langit mencium punggung tangan Bulan.


" Oke, wa'alaikumussalam." Bulan pun langsung berlalu dari hadapan Langit.


................


Pagi ini juga Bunga berencana ingin bertanya langsung kepada ustadzahnya, perihal siapa yang mengantar jemput kemaren. Karena Bunga kepo sekali dengan ustadzahnya tersebut, sekaligus mencari info untuk kakaknya 😀. Bunga hari ini berangkat sekolah diantar oleh sopirnya, karena kakaknya sudah pergi dari pagi pagi sekali. Soalnya ada pertemuan dengan orang penting.


Bunga sampai ke sekolah, Bulan pun sudah sampai ke sekolah. Seperti janjian saja, jadi sampainya barengan.


" Ustadzaaaahhh, tunggu. " Bunga memanggil Bulan dengan sedikit teriakan.( Dasar tidak sopan ya 😁 )


Merasa ada yang memanggil, Bulan pun menoleh ke arah suara tersebut.


" Bunga " Gumam Bulan.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum ustadzah, maaf aku teriak teriak. Heheheh. " Bunga cengengesan setelah berada di depan ustadzahnya.


" Wa'alaikumussalam, ada apa Bunga. Pagi pagi sudah teriak teriak? " Bulan merasa heran dengan Bunga.


" Hehehe, kangen sama ustadzah. boleh dong? " Bunga basa basi.


" Ada apa? Ada perlu sama saya? Ngomong saja. " Bulan mencecar Bunga dengan pertanyaan.


" Hmmmm, Boleh nanya nggak ustadzah? " Bunga memastikan.


" Mau nanya apa? Kayaknya serius banget? " Selidik Bulan.


" Tapi agak pribadi ustadzah, boleh ya? " Mohon Bunga.


" Boleh saja, soal apa? Sambil duduk disini saja ya " Bulan tak keberatan.


" Iya ustadzah, maaf sebelumnya ya ustadzah. Aku mau nanya, siapa yang kemaren antar jemput pake mobil itu. Pacar ya? Atau suami? Hehehe " Bunga sebenarnya tidak enak nanya nanya hal pribadi kepada ustadzahnya, tapi dia terlanjur kepo 😁 "


" Owh soal itu, kemaren kamu lihat saya ya? " Bulan merasa bingung harus jawab apa.


" Iya ustadzah, kemaren aku nggak sengaja lihat pas diantar. Eh tahu nya pas pulang, ngelihat lagi mobilnya. " Bunga menjelaskan.


" Gimana saya ngomongnya ya Bunga, kalo kamu mikirnya itu pacar atau suami... Jawabannya tentu bukan. Tapi saya minta doanya yang terbaik saja ya." Bulan belum bisa membicarakannya, apalagi dengan muridnya. " Ya sudah kalau gitu, saya ke ruang guru dulu ya. Sudah paham kan? " Bulan pamit kepada Bunga.


" Jadi siapa nya ustadzah dong? masih ngegantung banget jawabannya. Tadi ustadzah bilang, minta doanya saja. Atau jangan jangan itu calonnya ustadzah? Wah, fix nech. Kayaknya emang calonnya ustadzah." Bunga berpikir keras tentang ustadzahnya.


...----------------...


Bintang sekarang sudah berada di kantor, dia baru saja kembali dari pertemuan pentingnya di luar kantor. Baru saja Bintang ingin memasuki lift, ada suara seseorang yang memanggilnya.


" Bintang, tunggu. "


Bintang pun menoleh ke sumber suara, untuk memastikan siapa yang memanggilnya. Belum juga Bintang menjawab, seseorang itu langsung memeluk tubuh Bintang dengan erat.


" Sayang aku kangen banget " Suaranya terdengar manja.


Sedangkan Bintang berusaha melepaskan pelukan dari wanita tersebut, karena yang datang menemui Bintang adalah Queen.


" Queen lepaskan " Bintang bersuara sedikit membentak.


" Enggak mau, aku masih kangen banget sama kamu sayang. " Queen masih bersuara dengan manja.

__ADS_1


" Aku bilang lepaskan, malu di lihat banyak karyawan yang lain. " Bintang melepas tangan queen kasar.


" Jahat kamu, " Queen pura pura ngambek.


" Sekarang, lebih baik kamu pergi. " Tegas Bintang.


" Enggak mau, aku ingin bicara sama kamu. Kalo kamu nggak izinin, aku akan peluk dan cium kamu di depan karyawan karyawan kamu. Pliis beri aku waktu," Queen memohon sambil memeluk lengan Bintang.


" Oke, oke, tapi jangan pegang pegang gini. Risih tahu nggak. Ayo, kita ngobrol di ruangan ku saja. " Dengan terpaksa Bintang mengiyakan keinginan queen.


Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sudah sampai di ruangan Bintang.


" Sekarang bicaralah, dan tolong kamu lepaskan tangan yang tak sopan itu " Bintang kesal dengan kelakuan Queen.


" Sabar dong sayang, bukannya nawarin duduk kek, minum atau makan kek. Buru buru amat sayang, " Queen berbicara dengan begitu genitnya.


" Queen, aku sudah sabar ya dari tadi. Kalau kamu masih begini terus, aku akan panggil keamanan untuk usir kamu. " Tegas Bintang.


" Oke, oke Bintang. Kamu sekarang beda ya dengan Bintang yang dulu. Begini loch sayang, kenapa aku belakangan ini chat atau pun telepon bahkan sekarang temuin kamu. Aku pengen memperbaiki hubungan kita seperti dulu, aku sadar kalo dulu aku yang salah sudah ninggalin kamu. Tapi pliiiiis, beri aku kesempatan kedua ya. Aku masih cintaaaaa banget sama kamu, aku nyesel sudah ninggalin kamu dulu. Mau ya, ya, ya, pliiiiis " Queen menjelaskan maksud kedatangannya dengan suara manja dan tangannya masih berusaha ingin pegang pegang Bintang.


" Owh jadi itu maksud kamu, kenapa kamu mau kembali lagi? Sudah di campakkan dengan laki laki itu? Atau dia sudah jatuh miskin? Queen, Queen, begitu mudahnya kamu bilang ingin kembali lagi. Kemaren kemaren kemana aja? Tapi maaf ya Queen, rasa itu sudah lama hilang dan mati. Bahkan sudah tak berbekas lagi sekarang, jadi lebih baik kamu cari laki laki yang sesuai dengan keinginan kamu. Tapi yang jelas itu bukan aku, paham. " Bintang menjelaskan dengan panjang lebar, begitu yakinnya dia dengan ucapannnya.


" Kenapa Bin? Kamu sudah ada cewek lain? " Selidik queen.


" Ini bukan masalah ada atau tidak ada cewek baru sekarang, tapi ini masalah hati Queen. " Nada bicara Bintang sudah mulai aneh.


Tiba tiba tanpa ragu Queen langsung memeluk Bintang dengan erat, bahkan dia berani mencium Bintang.


" Queen " Bentak Bintang, sambil dia melepas tangan Queen dengan kasar bahkan dengan dorongan yang kuat, sehingga membuat Queen mundur beberapa langkah. Bintang juga mengelap bekas ciuman Queen. Bintang sudah tidak tahan lagi, sehingga dia mengambil telepon yang ada di atas meja. Dan langsung menghubungi kemanan untuk mengusir queen.


" Sekarang kamu keluar dari kantorku Queen, dan jangan pernah kamu hubungi atau bahkan jangan berani berani kamu muncul di hadapan aku. " Tegas Bintang.


Tak butuh waktu lama, dua orang keamanan sudah berada di ruangan Bintang. Dan langsung memegang Queen seperti perintah bosnya. Queen pun memberontak minta di lepaskan.


" Lepaskan aku. Bintang, tega kamu ya. Awas kamu, aku akan membalas semuanya. Kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu, jangan harap kamu bisa bahagia dengan cewek lain. Tunggu pembalasannku. " Queen menjerit jerit sambil mengancam Bintang, dengan masih tangannya ditarik oleh petugas keamanan.


Akhirnya Queen berhasil dibawa keluar oleh petugas keamanan.


" Arrgghhh, sial. Kenapa perempuan itu datang lagi sech, pake acara ngancam lagi. Tapi aku harus benar berhati hati karena aku tahu siapa dia. " Bintang bergumam sendiri.


Gara gara Queen, Bintang tidak bisa konsentrasi dalam bekerja. Dia masih saja kepikiran dengan ucapan Queen tadi.

__ADS_1


Kira kira, apa yang akan Bintang lakukan?


Mohon dukungannya ya teman teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2