Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Malam Pertama & Ciuman Pertama


__ADS_3

Malam harinya setelah shalat isya, Bintang makan malam bersama keluarga barunya. Bulan begitu telaten melayani suaminya makan, dari mengambilkan nasi beserta teman-temannya dan menyiapkan minuman juga.


Selesai makan malam, Bintang mengobrol santai dengan bapak mertua, abang ipar serta adik iparnya. Sedangkan Bulan, Alesa dan ibunya membereskan sisa makan malam mereka. Dari membersihkan meja makan sampai mencuci piring.


Selesai beres-beres, para perempuan kembali ke ruang tengah untuk menemui para suaminya dengan membawa minuman hangat dan camilan.


" Mas, ini tehnya. " Bulan menyerahkan segelas teh hangat kepada suaminya.


" Makasih ya sayang, sini duduk. " Bintang menerima tehnya dan mengajak istrinya duduk disebelahnya.


Mereka semua mengobrol santai sambil tertawa bersama, hingga tak terasa hari sudah malam.


" Waduh, kita keasikan ngobrol sampai lupa waktu nih. Ternyata sudah malam, padahal besok kita harus berangkat pagi-pagi. Kalau gitu, ayo kita istirahat. " Ucap pak Soleh.


" Iya nih pak, anak-anak ayo kita kembali ke kamar masing-masing. " Titah bu Nisa.


" Nggih bu. " Semuanya pun beranjak dari tempat duduknya, dan ingin menuju kamar masing-masing.


" Mas duluan aja ya ke kamar, adek mau beresin gelas-gelas dan tempat camilan ini ya. " Bulan pamit kepada suaminya.


" Biar mas bantu ya,.." Seru Bintang sambil membantu Bulan memunguti gelas yang lain.


" Enggak usah mas, adek bisa sendiri kok. Lagian ini cuma dikit. " Bulan berusaha menolak.


" Enggak apa-apa sayang, biar cepat selesai dan bisa cepat istirahat. " Bintang tidak menerima tolakan Bulan, justru ia mengambil nampan yang di pegang sang istri dan segera membawanya ke dapur. Bulan pun akhirnya mengikuti sang suami dari belakang.


Setelah semua beres, Bintang dan Bulan pun menuju ke kamar mereka.


" Mas, adek mau bersih-bersih dulu ya. Mas duluan aja. " Seru Bulan sesampainya ke dalam kamar.


" Iya sayang, mas tunggu ya. " Sahut sang suami sambil tersenyum menggoda.


Deg, pikiran Bulan sudah melayang kemana-mana. Dan dia hanya menanggapinya dengan anggukan.


" Apa mungkin mas Bintang menginginkannya malam ini? Aku kok jadi nervous gini, tenang Bulan. Dia itu suami kamu, jadi kamu jangan terus menghindar atau pun mengulur-ngulur waktu Bulan. " Bulan berperang dengan batinnya sendiri.

__ADS_1


Selesai dari kamar mandi, Bulan dengan ragu-ragu menuju ke tempat tidurnya.


" Sudah selesai sayang, ayo sini kita tidur sudah malam. " Ucap Bintang sambil menepuk-nepuk kasur disisinya yang kosong.


Bulan dengan perlahan menaiki tempat tidurnya, dan masih ragu untuk mendekat ke suaminya. Bintang yang berinisiatif mendekati Bulan duluan.


" Kenapa kita jauh-jauhan sayang, kayak orang berantem saja. " Bintang mendekat dan merangkul Bulan.


" Maaf mas, adek sebenarnya masih belum terbiasa dengan situasi seperti ini. Mas tahu sendiri kan, kalau adek tidak pernah berduan seperti ini. Apalagi di dalam satu kamar, maafin adek ya mas. " Bulan berusaha jujur terhadap suaminya


" Iya sayang, mas paham kok. Kamu tidak perlu minta maaf ya, ini jilbabnya kalau tidur enggak di buka ya? Kan gerah dari tadi pagi pakai jilbab, mas boleh buka jilbabnya? " Bintang harus yang lebih agresif, karena Bulan masih anak yang polos soal percintaan 😁.


" Maaf lagi mas, adek lupa. Boleh kok mas. " Bulan mulai melepas jilbabnya di bantu sang suami.


" Masya Allah, luar biasa cantiknya kamu sayang. Sudah panjang, wangi lagi rambutnya. Terima kasih ya sayang, karena kamu sudah jaga semua ini untuk mas. " Puji Bintang sambil mengelus-elus rambut sang istri.


" Sama-sama mas, terima kasih juga sudah memilih adek untuk menjadi pendamping mas. " Bulan berusaha rileks di depan suaminya.


" Sayang, sudah malam nih. Kita tidur yuk, mas juga sudah ngantuk banget. Kamu tenang saja sayang, mas enggak akan apa-apain kamu kok. Lagi pula, besok kita juga masih ada acara resepsi kan. Sini, kamu tidur berbantalkan lengan mas ya. Mas cuma pengen tidur sambil peluk istri mas yang cantik ini. " Bintang memang tidak berencana melakukannya malam ini, lagi pula ia capek dan ngantuk berat.


" Mas, kalau kamu.... " Bibir Bulan di tahan oleh telunjuk Bintang.


" Sssttt, tidur yuk. Ayo sini. " Bintang menepuk-nepuk lengannya, agar Bulan segera tidur disana.


Bulan pun akhirnya menuruti keinginan suaminya, tak lupa mereka berdoa sebelum tidur. Tak butuh waktu lama, mereka sudah tertidur dengan pulas. Karena memang mereka sama-sama lelah dan ngantuk.


Pukul 03 dini hari seperti biasa Bulan terbangun, untuk melaksanakn shalat malamnya. Namun ia sedikit kesulitan menggerakkan badannya, bagaimana tidak? Bintang memeluk tubuhnya dengan begitu erat, belum lagi kakinya juga bertumpu diatas kaki Bulan.


" Bagaimana ini, kalau aku bergerak, pasti akan membangunkan mas Bintang. Tapi, kalau enggak segera bangun. Nanti keburu masuk waktu shubuh, aku coba pelan-pelan deh. " Batin Bulan.


Dengan susah payah Bulan melepaskan pelukan kaki dan tangan suaminya, dan akhirnya Bulan bisa melepaskan diri juga.


Setelah selesai berwudhu, Bulan keluar dari kamar mandi. Tapi tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara suaminya.


" Kamu ngapain bangun jam segini sayang? Inikan masih sekitar jam 3 an? " Tegur Bintang.

__ADS_1


" Maaf mas sudah mengganggu tidurnya, adek mau shalat malan mas. " Sahut Bulan.


" Kamu enggak ganggu mas kok, cuma mas kaget aja pas mau peluk istri mas. Ternyata enggak ada, kirain kemana. Kenapa enggak bangunin mas? " Ucap Bintang.


" Adek takut ganggu tidur mas, jadi enggak adek bangunin. " Sahut Bulan lagi.


" Mas boleh ikutan shalat malam? Kita jamaah. " Bintanh beranjak turun dari tempat tidur.


" Tentu saja boleh mas. Kalau gitu, adek siapin alat shalat untuk kita berdua ya. Mas wudhu aja dulu. " Bulan tentu senang.


" Siap sayang, sebentar ya. " Bintang langsung bergegas ke kamar mandi.


Dan akhirnya mereka berdua shalat malam secara berjamaah di dalam kamar. Selesai shalat, Bulan mencium tangan sang suami dan di balas Bintang dengan mencium kening istrinya. Setelah Bintang mencium kening Bulan, dia langsung membaringkan kepalanya di pangkuan sang istri yang masih mengenakan mukena. Bulan sudah mulai terbiasa dengan kelakuan suaminya yang selalu membikin senam jantung.


" Sayang, mas minta maaf ya. " Bintang membuka obrolan.


" Minta maaf soal apa mas? " Bulan memandang wajah sang suami yang berada di pangkuannya.


" Karena mas, belum bisa menjadi imam yang baik untuk kamu. Tapi mas janji sayang, kalau mas akan terus belajar. Asalkan kamu selalu mau mengingatkan mas. " Bintang menatap wajah sang istri yang begitu menyejukkan hatinya.


" Mas, kamu enggak boleh ngomong seperti itu. Kita belajar sama-sama ya, dan kita saling mengingatkan satu sama lain ya. " Bulan berbicara sambil memberanikan diri mengusap wajah sang suami.


" Iya sayang. " Bintang memegang tangan sang istri yang mengusap wajahnya dan dia kecup tangan tersebut. Bintang pun bangun mensejajarkan duduk seperti istrinya. " Sayang,...." Bintang mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, bibir mereka lama kelamaan pun bertemu. Dan terjadilah ciuman pertama buat Bulan pagi itu, meski hanya numpang lewat.


Bulan kaget sekali, karena ini kali pertama ia melakukannya. Bintang mengusap-usap bibir sang istri yang baru saja ia cium. " Makasih ya sayang, dan maaf tidak minta izin dulu. " Ucap Bintang lirih.


" Jangan katakan maaf mas, ini sudah kewajiban adek. Bahkan seluruh jiwa dan raga adek sekarang ini adalah milik mas Bintang, jadi mas bebas mau melakukan apa saja. " Balas Bulan sembari menebar senyum manisnya.


" Terima kasih sayang. " Bintang langsung memeluk sang istri dengan mesra.


Itulah malam pertama Bulan dan Bintang ya teman-teman 😁.


Bintang punya hobi baru ya, yaitu memeluk sang istri tersayang ( Bulan ).


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2