Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Terkejut


__ADS_3

" Aw, aw, aw, sakit woi. Lepasin enggak, gue hajar lagi loe. " Dalam keadaan tak berdaya saja masih songong .


" Saya akan lepaskan, asal anda janji. Kalau kita akan bicara secara baik-baik, tidak ada lagi yang namanya kekerasan. Oke. " Tegas Bintang sambil mengencangkan pegangan tangannya.


" Aw, aw, oke, oke. Gue janji. " Ciko setuju dengan tawaran Bintang.


" Oke, mari kita bicara sambil minum atau makan di kantin kantor. " Bintang menawarkan tempat mengobrol.


" Oke, ide bagus. " Ciko mengiyakan, dia pun akhirnya mengikuti langkah Bintang dan Niko ke arah kantin.


Sesampainya mereka ke kantin, Bintang pun mempersilahkan Ciko untuk memesan apapun yang dia mau.


" Silahkan anda pesan saja, ini menunya. " Bintang menyodorkan kertas menu.


" Oke " Ciko mengambil kertas menu dengan kasar.


Sambil menunggu pesanan datang, Bintang mulai menanyakan hal kedatangan Ciko ke kantornya.


" Sambil kita menunggu, silahkan jelaskan apa tujuan anda datang kesini sambil marah-marah? " Selidik Bintang.


" Oke bro, gue jelasin ya. Gue ini sebenarnya pacar Fanya, loe kenal kan sama Fanya? " Ciko mulai cerita.


" Iya, saya kenal dengan Fanya. Terus apa hubungannya dengan saya? Dan anda kenapa marah-marah tidak jelas dikantor saya? " Bintang kesal setelah mendengar nama Fanya.


" Gimana gue enggak marah sama loe, dia sekarang itu ninggalin gue. Dan itu semua gara-gara loe. " Jelas Ciko dengan berapi-api.


" Kok gara-gara saya? Saya saja tidak pernah merasa bertemu dengan kalian. " Bintang kesal.


" Soalnya, dia selalu nyebut-nyebut nama loe. Gue, selalu di banding-bandingin sama loe. Dan sekarang, dia pergi dari gue juga gara-gara loe. Karena dia ingin mengejar loe, gimana gue enggak marah sama loe. " Ciko semakin emosi menjelaskan masalahnya.


" Begini ya mas, saya jelaskan deh. Saya sama Fanya, memang kenal. Dia itu, teman saya sewaktu kuliah. Dan setelah selesai kuliah, kita sudah tidak ada ketemu lagi. Dan saya akui, dia baru-baru ini memang menemui saya. Tapi, demi Allah. Saya tidak punya rasa suka sedikitpun dengan dia, saya hanya menganggap dia itu teman dan tidak lebih. Terus, sekarang salah saya apa? " Bintang menjelaskan dengan panjang sekali.


" Loe pernah memberi dia harapan kali. " Ucap Coki.


Belum juga Bintang menjawab, pesanan mereka sudah datang.


" Lebih baik, sekarang kita makan saja dulu. " Usul Bintang.


Tanpa menjawab, Ciko langsung melahap makanannya.

__ADS_1


" Pelan-pelan mas, nanti keselek loh. " Saran Bintang.


Sedangkan Niko, dia hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Niko tersebut.


" Nih orang memang tidak punya sopan santun ya, tidak punya adab juga. Pastas saja kalau pacarnya ninggalin dia, dan lebih memilih pak bos. Tapi, aku juga tidak suka dengan cewek yang kemaren. Kasihan sekali kamu pak bos, sabar ya. " Batin Niko.


Setelah selesai makan, mereka melanjutkan obrolan yang sempat tertunda lagi.


" Terus apa maunya si mas, saya harus gimana? Jujur, saya tidak pernah memberi harapan apa-apa sama dia. " Lanjut Bintang.


" Ya gue mana tahu, niat gue kesini tu pengen ngehajar loe aja. Gue itu sayang banget sama Fanya bro, tapi setiap hari dia nyebut nama loe terus. Gimana gue enggak emosi coba. " Jelas Ciko berapi-api.


" Udah, gini aja. Mas nya sekarang pulang saja, nanti kalau dia nemuin saya lagi. Saya akan ngomong sama dia, kalau mas itu sayang banget sama dia. Jadi, dia jangan sampai nyia-nyiain mas. Dan saya juga akan bilang, kalau saya sama sekali tidak pernah punya perasaan apa-apa sama dia. Kecuali teman saja. Dan mas juga harus lebih berusaha keras lagi untuk mempertahankan hubungan kalian, itupun kalau mas beneran sayang dia. Ini cuma saran aja. " Jelas Bintang.


" Okelah kalau gitu, gue pergi dulu. Bye.." Ciko pergi begitu saja.


" Pak, kok ada ya orang kayak gitu. " Ucap Niko.


" Sudah, kita tidak usah mengurusi hidup orang. Kita urus saja hidup kita masing-masing, ayo kita kembali ke kantor. " Nasehat Bintang, dan berjalan menuju kantor.


" Oke pak, oh ya pak. Perlu saya carikan obat untuk bibir bapak? " Niko mengikuti langkah Bintang sambil menawarkan bantuan.


......................


2 hari telah berlalu setelah kejadian Bintang di labrak pacar Fanya, dan selama itu pula Bintang tidak menghubungi Bulan.


Karena hari ini Bunga sudah mulai ujian, jadi dia berangkat ke sekolah lebih pagi. Dan hari ini rencananya Bunga akan diantar kakaknya ke sekolah, jadi Bintang juga sudah bersiap dari pagi. Terang saja mereka berangkat lebih pagi, karena mereka juga harus menjemput Bulan terlebih dahulu.


Setelah selesai sarapan, Bintang dan Bunga segera pamit ke orang tuanya untuk berangkat. Sedangkan hari ini, orang tua Bintang berencana datang ke rumah Bulan. Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.


Sesampainya mereka di rumah Bulan, mereka langsung turun.


" Assalamu'alaikum,.... " Salam Bintang, sambil mengetuk pintu.


" Wa'alaikumussalam, mas Bintang. " Jawab Bulan sambil terkejut, karena yang datang adalah Bintang.


" Hai ustadzah, kenapa mukanya kaget gitu? Ayo kita berangkat, kan hari ini aku ujian. " Bunga yang menjawab kekagetan ustadzahnya.


" Iya, ayo Bunga. " Bulan mengiyakan ajakan Bunga.

__ADS_1


" Kita tidak pamit sama bapak dan ibu dulu? " Tanya Bintang lembut.


" Astaghfirullah, iya mas. Sebentar, saya panggilkan dulu bapak ibunya. " Bulan kembali masuk dan memanggil orang tuanya.


" Ustadzah kenapa kak? Kok kayak orang linglung? " Bunga menanyakan kepada Bintang.


" Hussh, sembarangan kamu. Ustadzah itu hanya kaget saja, kenapa ada kakak. Kan biasanya cuma kamu sama mang Ujang. " Jelas Bintang.


" Iya juga kali ya kak, hehehehe. " Bunga cengengesan.


Tak berselang lama, keluarlah Bulan bersama orang tuanya.


" Loh ada nak Bintang, kenapa enggak diajak masuk Bulan. " Sapa pak Soleh, dan Bintang beserta Bunga langsung menyalami bapak dan ibu.


" Enggak usah pak, Bunga buru-buru katanya. Kan dia mau ujian, jadi lain kali saja saya mampir. Kalau gitu, kami langsung sekalian pamit saja ya pak, bu. " Pamit Bintang.


" Ya sudah kalau gitu, kalian hati-hati di jalan. Dan nak Bintang, jangan ngebut-ngebut ya meski sedang buru-buru. " Pak Soleh memberi nasehat.


" Insya Allah pak, Assalamu'alaikum. " Salam Bintang.


" wa'alaikumussalam, " Jawab pak Soleh dan bu Nisa barengan.


Mereka bertiga bergegas memasuki mobil, akan tetapi Bunga dan Bulan rebutan duduk dikursi belakang.


" Ustadzah saja yang duduk di depan, aku yang di belakang. " Ucap Bunga, dan dia mencuri star masuk duluan.


" Bunga. " Lirih Bulan, jadi dengan terpaksa Bulan harus duduk di kursi depan bersama Bintang.


" Kenapa sih ustadzah? Memangnya saya begitu menakutkannya ya, sampai-sampai ustadzah tidak mau duduk dekat saya. " Bintang menggoda Bulan.


" Bu-bukannya gitu mas, tapi kan ada Bunga juga. " Bulan bingung mau jawab apa.


" Ehem, ehem, so sweet banget sih. " Bunga yang duduk di kursi belakang menggoda kakak dan ustadzahnya.


" Bunga. " Bintang dan Bulan kompak memanggil nama Bunga.


" Hahahaha, tu kan kompak. " Bunga semakin senang menggodanya.


" Awaaaaass,.......

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2