Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Seseorang Yang Dikenal


__ADS_3

Kondisi Bunga saat ini semakin menurun, panasnya juga tak kunjung turun. Dan para penculikpun benar-benar tak memberikan mereka obat sedikitpun.


" Bunga, kamu harus bertahan sayang. " Bulan mengelus kepala Bunga dengan lembut.


" Sa-sakit kak, panas dingin badanku. hiks..hiks. " Rengek Bunga kesakitan.


Betapa pilu hati Bulan mendengar rengekan sang adik ipar, sedangkan ia tak bisa berbuat banyak saat ini.


Bulan hanya mengompres Bunga dengan sisa air mereka tadi malam dan dengan sapu tangan yang biasa ia bawa didalam tas.


" Ya Allah, hamba mohon pertolongan-MU. " Doa Bulan dalam hati.


Sedangkan Bintang saat ini sedang melacak melalui foto yang di kirim seseorang tadi, ia juga di bantu oleh orang yang ahli dalam bidangnya.


" Bagaimana pak? Apa sudah ketemu dimana lokasinya ini? " Bintang sungguh sangat berharap segera bertemu dengan istri dan adiknya.


" Sabar ya pak Bintang, kita akan usahakan dengan semaksimal mungkin. Coba pak Bintang hubungi lagi nomor yang mengirim foto ini. " Sahut salah seorang yang membantunya.


" Baik pak, akan saya coba lagi untuk menghubunginya. " Bintang segera melakukan apa yang disarankan oleh orang tersebut.


Sudah banyak sekali Bintang mencoba menghubungi nomor tersebut, akan tetapi tak diangkat juga oleh si pemilik nomor. Hingga akhirnya Bintang memutuskan untuk mengirim pesan kepada nomor tersebut.


✉ " Sebenarnya apa yang anda inginkan? Kenapa anda menculik istri dan adik saya? Sekarang sebutkan saja, berapa uang yang harus saya berikan kepada anda. Saya mohon, jangan sakiti mereka. " Begitulah kira-kira isi pesan Bintang.


" Hahahaha, sekarang saja kamu baru memohon- mohon sayang. Memangnya kamu sanggup melakukan apa yang akan aku minta. " Ucap perempuan tersebut setelah mendapat pesan dari Bintang.


✉ " AKU TAK BUTUH UANG KAMU !!!! " Balas perempuan tersebut.


" Sebenarnya siapa orang ini ? Kalau ia tak butuh uang, lalu apa yang ia inginkan sebenarnya? Bintang, ayo berfikir Bintang. Kamu harus segera menemukan istri dan adikmu, sebelum mereka kenapa-kenapa. " Bintang memotivasi dirinya sendiri.


" Bagaimana pak? Apa ada respon dari si pengirim foto ? " Tanya salah seorang tersebut.


" Sepertinya, kalau ditelepon ia tidak akan mengangkat pak. Tapi, kalau saya kirim pesan. Ia membalasnya pak. " Ucap Bintang sembari menunjukkan isi pesannya.


" Bagaimana kalau kita pancing saja pak ? " Usul salah seorang tersebut.

__ADS_1


" Maksud bapak bagaimana? " Bintang bingung.


" Bapak terus saja berkirim pesan dengannya, dan coba ikuti saja permainannya. Kami akan terus mencoba melacak keberadaan nomor tersebut. " Saran mereka lagi.


" Bismillah, baiklah pak. Saya akan coba sarannya. " Jawab Bintang.


Sesuai dengan yang disarankan tadi, Bintang mulai balas-balasan dengan sang penculik. Dan Bintang mulai berfikir, bahwa yang menculik Bulan dan Bunga adalah seseorang yang ia kenal. Tapi, ia belum tahu pasti siapa orangnya.


Sementara pak Jafar dan bu Juni pergi ke rumah besannya, mereka ingin memberitahu apa yang sedang terjadi saat ini. Karena bagaimanapun juga, orang tua Bulan harus tahu.


" Pa, kita harus ngomong apa sama besan? " Bu Juni memecah keheningan yang terjadi didalam mobil sejak tadi.


" Ya kita jawab saja apa adanya ma, sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi. Bagaimanapun juga, mereka berhak tahu soal ini. " Jawab pak Jafar.


" Iya pa, oh ya pa. Sudah ada kabar belum tentang anak dan menantu kita? " Tanya bu Juni.


" sejauh ini belum ada yang memberi kabar ma, mudah-mudahan segera datang kabar baik itu ma. " Ucap pak Jafar sembari mengusap pundak sang istri yang berada disampingnya.


" Aamiin, mudah-mudahan saja ya pa. Mama sungguh sangat khawatir dengan Bunga dan Bulan. Hiks..hiks...hiks..." Bu Jafar kembali menangis mengingat anak dan menantunya.


" Assalamu'alaikum..." Salam pak Jafar setelah sampai di depwn pintu rumah.


" Wa'alaikumussalam." Jawab sesorang dari dalamsembari membukakan pintu, dan ternyata itu adalah Langit. " Om, tante. Silahkan masuk. " Langit menyalami suami istri tersebut.


" Terima kasih nak Langit, bapak sama ibu ada di rumah. " Tanya pak Jafar sambil melangkah memasuki rumah pak Soleh.


" Ada, mereka lagi di belakang. Sebentar saya panggilkan, om dan tante silahkan duduk dulu. " Langit meninggalkan pasangan suami istri tersebut.


" Terima kasih nak Langit. " Jawab pak Jafar, sedangkan bu Juni sedari tadi hanya diam saja.


Sekitar beberapa menit kemudian, pak Soleh dab bu Nisa menghampiri tamunya. Dan tak lupa juga, bu Nisa membawakan minuman untuk tamunya.


" Assalamu'alaikum besan. " Sapa pak Soleh sembari menyalami pak Jafar.


" Wa'alaikumussalam besan, maaf kita datang dadakan. Dan maaf juga, karena sudah mengganggu aktivitasnya. " Seru pak Jafar.

__ADS_1


" Santai saja besan, mana ada ganggu. Kita lagi santai-santai saja tadi di belakang. " Pak Soleh menanggapi dengan santai.


" Silahkan di minum besan,... " Seru bu Nisa menawarkan air yang dibawanya tadi. " Jun, kamu kenapa? Kok kelihatannya habis menangis? " Sapa bu Nisa mendekati besannya.


" Nisaaaaa, hiks, hiks, hiks...." Itulah yang keluar dari mulut bu Juni.


" Hei, kamu kenapa? Cerita dong, pak Jafar. Ada apa ini? " Karena tidak mendapat jawaban dari bu Juni, makanya bu Nisa langsung menanyakan kepada pak Jafar.


" Maaf semuanya, kami datang kesini sebenarnya membawa berita tidak bagus. " Jawab pak Jafar sedikit ragu sembari menarik nafas yang dalam.


" Maksud besan apa nih? " Pak Soleh belum mengerti dengan omongan besannya.


" Begini pak Soleh, bu Nisa. Anak-anak kita, Bulan dan Bunga. Mereka saat ini sedang tidak ada di rumah. " Pak Jafar masih menggantung kata-katanya.


" Memangnya mereka kemana? Bukannya kemaren Bulan itu sudah mulai ke sekolah lagi? " Sekarang bu Nisa yang masih bingung.


" Iya benar bu, tapi mereka saat ini itu.... " Pak Jafar sungguh berat ingin mengatakannya.


" Mereka diculik saaaa. " Bu Juni menyambung perkataan sang suami.


" Apa, diculik? " Pak Soleh dan bu Nisa kaget secara berama.


" Astaghfirullah, pantas saja perasaan kami dari kemaren tidak enak. " Sahut pak Soleh dengan berusaha tenang, sedangkan bu Nisa jangan di tanya lagi. Beliau saat ini langsung memeluk besannya dan ikut menangis juga.


" Siapa yang menculik mereka Jun? hiks,hiks...." Tanya bu Nisa dalam tangisnya.


" Aku juga engga tahu Nis,... " Jawab bu Juni diikuti dengan gelengan kepalanya.


" Terus, bagaimana dengan Bintang sekarang pak ? " Pak Soleh menanyakan sang menantu.


" Bintang saat ini bersama orang-orang yang ahli sedang berusaha mencari keberadaan mereka pak, saya juga sudah minta tolong kepada orang- orang saya untuk mencari mereka juga. Jadi, mudah-mudahan kita segera mendapatkan kabar baik. " Jelas pak Jafar.


" Aamiiin. " Semua orang mengaminkannya.


Mohon selalu dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2