Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Senam Jantung


__ADS_3

Sedangkan Bintang berusaha mengangkat wajah sang istri yang terus menunduk.


" Sayang, angkat dong wajah cantik kamu. " Goda Bintang sambil mengangkat wajahnya.


" Mas, terima kasih untuk semuanya. " Ucap Bulan lirih setelah mengangkat wajahnya dan menatap sang suami.


" Nah gini kan enak, mas jadi bebas memandang wajah cantik bidadarinya mas. " Bintang terus saja memuji wajah sang istri.


" Mas, katanya mau mandi. Nanti keburu adzan loh. " Bulan mengingatkan Bintang.


" Kamu enggak mandi sekalian? " Goda Bintang sambil menaik-naikkan alisnya.


" Mas, sudah dong. Kamu seneng banget deh godain adek, malu tahu. " Wajah Bulan memerah.


" Hahahha, iya iya mas mandi. " Sahut Bintang dan berlalu ke kamar mandi untuk segera mandi.


Setelah Bintang masuk ke kamar mandi, Bulan keluar ingin mencari Alesa. Dan dia pun bertemu dengan Alesa.


" Mbak, lagi sibuk ya? " Ucap Bulan.


" Enggak dek, kenapa? " Sahut Alesa.


" Mau minta tolong hapusin make up ini, kan sebentar lagi masuk waktu shalat dzuhur mbak. " Bulan to the point.


" Oh, boleh. Ayok, dimana kamu mau hapus? " Tanya Alesa.


" Bang Boni lagi dimana mbak? " Bulan balik bertanya.


" Kok malah nanyain bang boni? " Alesa bingung.


" Maksud aku, kalau bang Boni di luar. Aku minta tolong hapusin make up di kamar mbak saja, soalnya di kamarku mas Bintang lagi mandi. " Jelas Bulan, sebelum Alesa salah paham.


" Oalah, kirain kenapa. Ayolah kebkamar mbak. " Sahut Alesa.


Alesa dan Bulan pun segera menuju ke kamar Alesa, sesampainya disana. Alesa segera mengahapus make up Bulan sedikit demi sedikit. Selesai make up di hapus, Bulan mengganti baju akadnya dengan baju gamis biasa. Setelah selasai semua, Bulan kembali ke kamarnya.


Bulan langsung nyelonong masuk ke kamarnya, dan dia merasa kaget ketika melihat pakaian yang disiapkan untuk suaminya tadi masih di atas kasur. Padahal ia mengira, jika sang suami sudah pergi shalat.


" Loh kenapa pakaian mas Bintang masih ada di kasur? Apa mungkin mas Bintang belum selesai mandi? Atau jangan-jangan ada apa-apa sama mas Bintang? Tapi tunggu dulu, ini handuknya kenapa enggak dibawa? Masa ia ketinggalan. Coba aku cek dulu deh. " Gumam Bulan, dan berjalan menuju pintu kamar mandi.


" Mas, kamu masih didalam? " Bulan mengetuk pintu kamar mandi.


" Iya sayang, mas boleh minta tolong? " Jawab Bintang dari dalam.


" Minta tolong apa mas? " Sahut Bulan.


" Mas lupa bawa handuk sayang, bisa minta tolong ambilkan handuknya? " Ucap Bintang.


" Iya mas sebentar, adek ambilkan dulu. " Bulan segera mengambilkan handuk untuk suaminya. " Mas, ini handuknya. " Bulan mengetuk pintu kamar mandi lagi.


" Iya sayang, sebentar mas buka pintunya dulu. " Bintang mulai membuka pintu kamar mandinya, dan mengulurkan tangannya keluar. Sedangkan Bulan menyodorkan handuknya sambil memejamkan matanya. " Makasih ya sayang. " Ucap Bintang setelah mendapatkan handuknya.


" Sama-sama mas. " Jawab Bulan dan sudah membalikkan badannya munuju pintu kamar ingin keluar.

__ADS_1


" Sayang, kamu mau kemana? " Ucap Bintang setelah memakai handuk dan keluar dari kamar mandi.


" Adek mau nunggu di luar mas. " Jawab Bulan tanpa melihat sang suami, karena dia tahu bahwa Bintang belum memakai pakaian.


" Kenapa harus menunggu di luar sayang, kan mas maunya kamu temanin mas disini. " Ucap Bintang, dan dia sekarang sudah berdiri di belakang Bulan. Dia berbicara tepat di belakang telinga sang istri.


" I-iya mas, adek enggak jadi keluar. Sekarang mas lebih baik cepetan ganti baju, adek tungguin disini. " Sahut Bulan dengan masih membelakangi suaminya.


" Kenapa sih enggak mau melihat mas? Mas ada salah ya? Sayang, enggak baik loh membelakangi suami. " Bintang tiba-tiba memeluk Bulan dari belakang, sontak saja membuat Bulan kaget dan senam jantung.


" Ma-mas, sudah adzan loh. Kamu enggak mau jamaah? " Ucap Bulan gugup.


" Sebentar saja ya sayang, bolehkan. " Sahut Bintang sambil mengencangkan pelukannya.


" I-iya mas boleh. " Jawab Bulan singkat. Jangan ditanya soal jantungnya, pasti masih bersenam ria 😄.


" Nduk, nak Bintang mau ikut ke masjid shalat berjamaah enggak? " Tiba-tiba pintu diketuk oleh pak Soleh. Sontak saja membuat Bintang melepaskan pelukannya.


" Iya pak sebentar, mas Bintangnya lagi siap-siap. " Jawab Bulan.


Sedangkan Bintang segera bergegas memakai pakaiannya. Bulan yang melihat suaminya tergesa-tegas pun mendekatinya.


" Mas, pelan-pelan saja. Lihat tuh enggak rapi pakai bajunya, kan tadi sudah adek ingatkan. " Bulan membantu membenarkan baju Bintang.


" Iya sayang, habisnya kamu itu ngegemesin sayang. Jadi mas pengen peluk kamu, hehehehhe. Sudah rapi? " Ucap Bintang.


" Sudah mas,." Jawab Bulan singkat.


" Ya sudah kalau gitu, mas berangkat ke masjid dulu ya. " Pamit Bintang, dan ingin segera keluar kamar.


" Ada apa sayang, mas cuma sebentar kok. Nanti juga kita ketemu lagi. " Ucap Bintang dengan pede.


Bulan bukannya menjawab Bintang, akan tetapi dia meraih tangan Bintang dan mencium punggung tangannya. " Hati-hati mas. " Senyum Bulan.


Bintang sedikit kaget dengan yang di lakukan istrinya, dan setelah Bulan selesai mencium tangannya. Bintang pun dengan lembut mengecup kening sang istri. " Iya sayang, mas pergi dulu ya. Assalamu'alaikum. " Pamit Bintang dan langsung membuka pintu untuk segera berangkat, karena dia merasa tak enak sudah di tunggu sang mertua di luar.


" Wa'alaikumussalam, iya mas. " Jawab Bulan.


......................


Sore harinya, rumah pak Soleh sudah mulai sepi. Karena para tamu sudah pulang dari siang, sedangkan saudara-saudaranya pun sudah pamit dari selesai ashar tadi. Begitu juga dari pihaknya pak Jafar, mereka semua juga sudah pulang ke rumah masing-masing.


" Pak Soleh, bu Nisa, kita pamit pulang dulu ya? " Ucap pak Jafar, ketika mereka sedang duduk-duduk santai.


" Loh kok pulang? Enggak nginep disini saja? " Sahut pak Soleh.


" Enggak usahlah, kita pulang saja. Besok pagi-pagi sekali kita kesini lagi, biar kita berangkat barengan ke tempat acaranya. " Ucap pak Jafar lagi.


" Iya, lagi pula kita kan enggak bawa baju ganti juga. Dan ada barang yang besok dibawa juga masih ketinggalan di rumah. " Bu Juni ikut bicara.


" Iya deh, kita enggak akan maksa. " Sahut bu Nisa.


" Pak Soleh, bu Nisa, kita titip Bintang ya? " Pak Jafar melirik putranya.

__ADS_1


" Tenang saja pak Jafar, nak Bintang aman disini. " Sahut bu Nisa.


" Sayang, mama titip anak mama yang nakal ini ya? Dan kalau dia sampai macam-macam sama kamu, ngomong sama mama. " Bu Juni menghampiri anak dan mantunya.


" Iya ma, mama hati-hati di jalan ya." Bulan menyalami mama mertuanya, dan mertuanya memeluknya dengan erat.


" Kakak ipar aku pulang ya, sampai bertemu besok. Love you, muach. " Bunga juga menyalami kakak iparnya dan menciumnya.


" Iya sayang, hati-hati ya. Love you too. " Bulan membalas ciuman adik iparnya.


Pak Jafar, bu Juni, dan Bunga akhirnya pulang juga.


Kini tinggallah Bintang di rumah orang tua istrinya.


" Bulan, kamu ajak suamimu istirahat sana. Pasti kalian capek. " Titah pak Soleh.


" Nggih pak,.." Jawab Bulan singkat.


" Mas, kamu pasti capek. Ayo istirahat dulu di kamar. " Bulan mengajak suaminya.


" Pak, bu, bang, mbak, Ngit, kita istirahat dulu ya. " Pamit Bintang ke semua orang.


" Iya. " Jawab mereka hampir bersamaan.


Sesampainya di kamar, Bulan langsung mengambil koper sang suami dan membawanya ke dekat lemari pakaian.


" Kamu mau ngapain sayang? Kok angkat-angkat koper mas? Kan bisa minta tolong sama mas. " Tegur Bintang dan mendekati Bulan.


" Enggak apa-apa kok mas, kan kopernya ringan. Mas istirahat saja, pasti mas capek kan? " Sahut Bulan sambil membuka lemari.


" Mas mana bisa istirahat sayang. " Ucap Bintang.


" Kenapa enggak bisa mas? Kamar adek enggak nyaman ya? " Bulan menghentikan aktivitasnya dan memandang ke arah suaminya.


" Bukan karena enggak nyaman sayang, tapi karena kamu. " Kata Bintang lagi.


" Kok karena adek? " Bulan masih bingung.


" Karena kamu enggak ada di samping mas sayang, jadinya mas bisa istirahat. " Bintang mendekat lebih dekat lagi dengan istrinya.


" Mas, kamu kenapa? Adek cuma mau menyusun pakaian mas dalam lemari aja, habis itu adek akan nyusul mas istirahat. " Bulan menutupi kegugupannya dengan mengambil baju dalam koper dan memindahkannya ke dalam lemari, Bintang yang mengetahui bahwa istrinya sedang gugup ia dekati. Malah semakin menggodanya.


" Sayang, sini biar mas bantuin ya. " Bintang mengambil baju yang di pegang istrinya, tapi ia mengambilnya dengan cara memeluk dari arah belakang Bulan.


" Ma-mas, biar adek saja. " Jantung Bulan serasa mau copot saja, kejadian yang siang tadi saja masih terasa. Ini di tambah lagi.


" Bulan, kamu tidak boleh menolak apapun yang suami kamu lakukan. Nanti kamu bisa dosa kalau menghindar terus. " Batin Bulan.


" Sayang, boleh kan kalau mas selalu ingin memeluk kamu seperti ini? " Ucap Bintang sambil membalikkan tubuh sang istri menghadapnya.


" Iya mas, maaf kalau adek masih berusaha menghindar mas. " Sahut Bulan memberanikan diri melihat mata sang suami.


" Makasih ya sayang. " Bintang memeluk tubuh sang istri dengan erat.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2