Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Mulai Ada Kemajuan


__ADS_3

Bel istirahat telah berbunyi, para murid pun berhamburan keluar kelas. Mereka rata-rata pergi menuju kantin untuk membeli makanan ataupun minuman.


Sedangkan Bunga, sebelum dia keluar kelas dan menemui ustadzahnya. Dia mengirim pesan kepada kakaknya terlebih dahulu, dia ingin memberi tahu kalau ustadzahnya sudah kembali ke sekolah.


✉ " Assalamu'alaikum kak, aku cuma mau kasih kabar. Kalau ustadzah sudah masuk ke sekolah lagi. Wassalamu'alaikum. " Pesan singkat Bunga.


Ting,....


Pesan dari Bunga terkirim ke Bintang, akan tetapi tidak langsung di buka oleh Bintang. Pasalnya sekarang dia lagi rapat, dan belum bisa mengecek ponselnya.


Setelah mengirim pesan kepada kakaknya, Bunga langsung keluar kelas menuju ke kantor guru. Dia ingin segera bertemu dengan ustadzahnya.


" Assalamu'alaikum ustadzah, " Bunga masuk kantor dan langsung mengucapkan salam setelah sampai ke meja ustadzah Bulan.


" Wa'alaikumussalam, eh Bunga. Duduk, duduk. Kamu ngagetin saya saja. " Jawab Bulan.


Bunga bukannya duduk, dia malah mendekat dan langsung memeluk ustadzahnya.


" Ustadzah, aku kangen. Maaf ya, aku enggak pernah ke rumah ustadzah untuk jenguk. " Ucap Bunga lirih.


" Iya Bunga, enggak apa-apa. Terima kasih kamu sudah kangenin ustadzah, sudah jangan sedih gini. " Bulan membalas pelukan Bunga dengan hangat.


" Ustadzah memangnya sudah sembuh ya? Kok sudah datang ngajar aja. " Bunga melepaskan pelukannya dan beranjak ke arah kursi yang ada di depan meja Bulan.


" Alhamdulillah sudah Bunga, ini juga karena doa kamu. Makanya saya sudah sehat, terima kasih ya. " Sahut Bulan.


" Ustadzah bisa aja, aku kan jadi malu. Hehehhe 😀. " Canda Bunga.


" Oh ya Bunga, kamu sudah makan? " Tanya Bulan.


" Tadi pagi sudah sarapan kok ustadzah, masih kenyang pun. Aku kan lagi diet, jadi harus kurangin makan. Hahha 😂. " Bunga kembali melawak.


" Ngapain juga diet-diet Bunga, enggak perlu menurut ustadzah. " Nasehat Bulan.


" Enggak kok ustadzah, aku cuma bercanda. hehehe, biar enggak terlalu serius. " Bunga menjawab dengan gurauan.

__ADS_1


Bunga benar-benar ingin melepas rasa rindunya, buktinya dia mengobrol di kantor guru sampai bel masuk berbunyi.


Berbeda dengan Bintang, ia baru saja selesai rapat dan baru kembali ke ruangannya. Dan dia langsung mengecek ponselnya, ternyata ada pesan dari adiknya tentang sang pujaan hati.


" Dia beneran sudah ke sekolah? Alhamdulillah, berarti dia sudah sehat. Aku seneng banget kamu sudah kembali beraktifitas. " Gumam Bintang setelah membaca pesan adikya.


Bintang langsung bergegas menyelesaikan dokumen-dokumen yang perlu di tanda tanganinya. Karena dia berpikir, bahwa ia akan menjemput Bulan.


Tapi, sebelum ia menjemput Bulan. Dia menelepon pak Soleh untuk meminta izin dan menanyakan apa Bulan bawa kendaraan sendiri atau tidak, pasalnya ia ingin membawa anak gadisnya pergi sebentar. Dan dengan banyak syarat dan alasan, akhirnya pak Soleh mengizinkan Bintang untuk menjemput Bulan. Karena kebetulan Bulan ke sekolah naik kendaraan umum.


Dan dia juga menghubungi sopirnya Bunga, supaya standby di sekolah untuk menjemput Bunga. Karena dia tak mau di ganggu, dengan ikutnya Bunga di mobilnya.


Setelah semua urusan kantor selesai, dia pulang lebih awal. Bintang kini bergegas menuju parkiran dan langsung tancap gas menuju ke sekolahan Bunga untuk menjemput pujaan hati.


Jalanan cukup ramai, sehingga Bintang sedikit telat sampai ke sekolahan. Karena bel pulang sekolah telah berbunyi, jadi para guru dan murid sudah berhamburan keluar dari gedung sekolah.


Bintang mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi Bulan.


📞 " Assalamu'alaikum mas Bintang. " Salam Bulan.


📞 " Pulang dari mana ya mas? " Bulan sedikit bingung.


📞 " Ya dari sekolah dong ustadzah, masa dari hatiku 😁" Goda Bintang.


📞 " Oh, kok mas tahu saya sudah masuk ke sekolah? " Tanya Bulan.


📞 " Ya saya tahu dari Bunga, ustadzah belum pulang kan? Masih di sekolah kan sekarang? " Tanya Bintang.


📞 " Iya mas, saya masih di sekolah. Memangnya kenapa mas? " Bulan kepo.


📞 " Saya sekarang sudah ada di depan sekolah, sengaja mau jemput ustadzah. Bisa keluar sekarang? " Jelas Bintang.


📞 " Di depan? Mau jemput saya? Yang benar saja mas? " Bulan tak percaya.


📞 " Makanya ustadzah keluar dulu, enggak kasihan apa sama saya sudah ningguin. " Bintang menggoda lagi

__ADS_1


📞 " Baik mas sebentar, saya sebentar lagi keluar. " Bulan segera beranjak dari kantor dan menuju ke depan sekolah.


📞 " Disini ustadzah, saya tutup ya teleponnya. Assalamu'alaikum. " Bintang melambaikan tangan setelah melihat Bulan, dan menutup teleponnya dengan salam.


" Wa'alaikumussalam, mas Bintang beneran kesini. Jantungku juga kenapa jadi dag dig dug gini ya, tenang Bulan, tenang. Sekarang lebih baik kamu temuin dulu mas Bintangnya. " Batin Bulan.


" Mas Bintang kenapa ada disini? Mau jemput Bunga ya? " Bulan langsung beryanya setelah sampai ke dekat Bintang.


" Kan saya tadi sudah bilang di telepon, saya mau jemput ustadzah. Kalau Bunga, sudah di jemput sama sopir. " Jelas Bintang.


" Mas Bintang beneran mau jemput saya? Kenapa? Kok repot-repot? Saya kan bisa naik ojek, angkot, ataupun taksi. " Bulan masih tak percaya.


" Ustadzah tenang saja, saya sudah minta izin sama pak Soleh kok. Dan pak Soleh sudah mengizinkan, kalau ustadzah tak percaya coba telepon saja. Saya tidak ada maksud jahat kok sama ustadzah, saya cuma pengen ngobrol berdua sama ustadzah. Seperti kata saya waktu itu, kan ustadzah juga sudah janji waktu itu. " Jelas Bintang dengan panjang, untuk meyakinkan Bulan.


" Maaf mas, bukannya saya tak percaya atau apa. Tapi, saya tidak enak saja selalu merepotkan mas Bintang. Baiklah mas, saya mau pergi sama mas Bintang. Sekali lagi maaf ya. " Bulan merasa bersalah dengan sikapnya kepada Bintang.


" Tidak perlu minta maaf ustadzah, mari silahkan masuk. Kita segera jalan, nanti takutnya kesorean saya antar ustadzah pulangnya. " Bintang membukakan pintu untuk Bulan.


" Terima kasih mas. " Ucap Bulan sambil masuk ke dalam mobil.


Bintang pun masuk dan duduk dibalik kemudi.


" Ustadzah, boleh kita makan dulu. Saya tadi selesai rapat belum sempat makan, jadi saya rasanya lapar sekali. " Bintang memang belum makan, jadi dia bernegosiasi dengan Bulan.


" Ya Allah, mas Bintang belum makan siang jam segini? Ya sudah, kita cari tempat makan dulu. Nanti mas Bintang bisa kena mag kalau sampai telat makan. " Bulan tampak cemas.


" Baik ustadzah, kita jalan sekarang ya? " Bintang menghidupkan mesin dan mulai melajukan mobilnya dengan perlahan.


Bulan terlihat kaku sekali duduk bersebelahan dengan Bintang sedekat ini.


" Ustadzah kenapa? Saya membuat ustadzah takut ya? " Bintang yang menyadari Bulan tak nyaman pun bertanya.


" Bu-bukan begitu mas.....


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2