Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Pulang


__ADS_3

Tak terasa sudah sepekan Bulan dan Bintang honeymoon, hari ini mereka berencana akan kembali. Sebelum mereka pulang, mereka berencana akan membeli beberapa tambahan oleh-oleh terlebih dahulu. Karena hari-hari sebelumnya juga sudah ada yang mereka beli, jadi tinggal mencari tambahannya saja.


" Sayang, sudah tidak ada yang tertinggal lagi kan? " Bintang memastikan bahwa barang-barang mereka sudah terbawa semua.


" Insya Allah tidak mas, soalnya sudah adek cek beberapa kali tadi. " Bulan yakin dengan jawabannya.


" Alhamdulillah kalau gitu sayang, kita berangkat sekarang yok. " Bintang menggenggam tangan sang istri untuk keluar dari cottage, sedangkan barang-barang mereka ada yang membawakannya.


" Ayo mas, adek sudah kangen sama semuanya. " Bulan sangat semangat untuk pulang.


" Sama sayang, ayo... " Mereka mulai berjalan menuju kapal yang akan membawa mereka menyeberangi laut.


Sama seperti waktu mereka datang kemarin, perjalanan yang mereka tempuh dengan kapal hanya sekitar 30 menitan. Dan akan di lanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 2 jam, terus akan berlanjut lagi dengan menggunakan pesawat.


Karena kepulangan mereka memang sudah diketahui oleh keluarga besar, maka di bandara sudah ada yang menunggu mereka yaitu sopir. Karena itu permintaan dari Bulan dan Bintang, sedangkan keluarga di suruh menunggu di rumah saja.


Bulan dan Bintang sekarang sudah berada di mobil yang di bawa oleh sopir pribadi keluarga pak Jafar.


" Capek ya sayang? " Bintang merengkuh bahu sang istri dan membawanya ke dalam dada bidangnya.


" Hehehehe, enggak kok mas. Jangan gini mas, malu sama pak Ujang. " Bulan berbisik kepada Bintang.


" Enggak apa-apa sayang...." Bintang tak mengindahkan perkataan sang istri, ia malah mengeratkan tangannya.


Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai ke rumah pak Jafar. Mereka berdua pun turun dari mobil dan mulai memasuki pintu rumah, dan tak lupa dengan mengucapkan salam tentunya.


" Assalamu'alaikum..." Ucap Bulan dan Bintang bersamaan.


" Wa'alaikumussalam...." Jawab semua orang yang ada di dalam rumah.


" Kakak ipar....." Bunga langsung berlari menghampiri kakak iparnya.


" Bunga, apa kabar sayang?.... " Bulan menyambut hangat pelukan sang adik ipar.


" Baik kak, kakak ipar sendiri gimana? Baik kan? " Bunga masih terus memeluk Bulan.


" Alhamdulillah baik juga Bunga... " Jawab Bulan dengan ramah.


" Bunga, gantian dong peluknya. Mama sama yang lainnya juga kangen sama kakak iparmu itu. " Bu Juni menarik Bunga dan segera memeluk sang menantu.

__ADS_1


Sedangkan Bintang juga di sambut oleh para lelaki tentunya.


" Gimana nak? Lancarkan perjalanannya? " Pak Soleh bertanya sembari memeluk sang menantu.


" Alhamdulillah lancar pak, bapak gimana kabarnya? Sehat kan? " Bintang membalas pelukan sang mertua.


" Alhamdulillah sehat wal'afiat nak. " Jawab pak Soleh.


Setelah bu Juni melepaskan pelukannya, sekarang giliran bu Nisa yang memeluk putri tercintanya.


" Bu, sehat kan? " Bulan memeluk sang ibu dengan erat.


" Alhamdulillah nduk, ibu sehat wal'afiat. Kamu juga sehat kan nduk? " Bu Nisa membelai pipi Bulan.


" Nggeh bu Alhamdulillah..." Bulan tersenyum kepada ibunya.


Setelah mereka semua melepas rindu satu sama lain, saatnya mereka beranjak ke meja makan untuk bersantap siang. Karena jam memang sudah menunjukkan jam makan siang.


" Bulan sayang, makan yang banyak ya. Biar kamu sehat selalu. " Bu Juni menambahkan lauk di piring sang menantu.


" Terima kasih ma, ini juga sudah cukup. " Jawab Bulan.


Setelah selesai makan siang, mereka semua kembali ke ruang keluarga untuk bersantai. Dan tak lupa juga, Bulan dan Bintang membagikan oleh-oleh yang mereka bawa. Bukan hanya keluarga saja yang dapat oleh-oleh, tapi orang yang bekerja di rumah pak Jafar juga dapat.


" Kalian ini pakai repot-repot beli oleh-oleh, kalian pulang dengan sehat wal'afiat saja kami sudah senang. Tapi, terima kasih banyak karena kalian sudah membelikan oleh-oleh untuk kami semua nak. " Pak Soleh seolah-olah mewakili isi hati semua orang.


" Enggak repot kok pak, cuma sedkit saja ini. " Sahut Bintang.


Bulan sedang menghampiri Langit dan Bunga yang sedang asik mengobrol di dekat kolam renang.


" Ehemm-ehemmm, pada ngobrolin apa sih? " Bulan ikut duduk di dekat mereka.


" Eh ada mbak bulan,..." Langit sedikit kaget dengan kedatangan sang kakak.


" Kita lagi ngomongin soal yang enggak penting-penting aja kok kak, kepo ya? " Bunga malah menggoda sang kakak ipar.


" Soal pacar ya? " Bulan menggoda para adik-adiknya.


" Pacar? ...." Sahut mereka bersamaan.

__ADS_1


" Tuh kan kompak, hahahaha. " Bulan tertawa melihat ekspresi dari Bunga dan langit.


" Kakak iparku sayang, kalo ngomong itu ya jangan macam-macam. Ini loh, si Langit lagi galau kak. " Bunga menunjuk ke Langit.


" Galau kenapa dek? Kamu beneran punya pacar? " Bulan menggoda sang adik.


" Mana ada mbak, mbak Bunga itu asal ngomong aja. " Langit kesal di godain Bulan dan Bunga.


" Hahahahahha.... " Bulan dan Bunga tertawa melihat raut wajah Langit yang kesal.


" Kan emang bener kalau kamu lagi galau Langit, kamu kan galau karena mikirin ujian untuk masuk ke SMA. " Jelas Bunga.


" Oalah soal ujian galaunya, tenang aja dek. Karena mbak yakin kamu itu pasti bisa. " Bulan menyemangati sang adik.


" Aamiin,...." Ucap Langit dan bunga bersamaan.


" Asik bener kayaknya? Ikutan dong. " Bintang tiba-tiba muncul dan membuat semua menoleh ke sumber suara."


" Sini mas, gabung sama kita. " Bulan menyambut kedatangan sang suami.


" Iya sayang, lagi ngobrolin apa sih? Mas lihat dari jauh asik bener. " Bintang ikut duduk di sebelah Bulan.


" Ini loh mas, si Langit galau mau ujian masuk ke SMA. " Jelas Bulan.


" Kenapa meski galau Langit, kamu kan anak pintar. Pasti bisa melewati ujian kecil kayak gitu. " Bintang pun ikut menyemangati sang adik ipar.


" Makasih semuanya, karena sudah memberi dukungan buat aku. Bismillah...." Ucap Langit semangat.


" Sama-sama Langit, kita inikan keluarga. Jadi, harus saling mendukung dan mensuport satu sama yang lain. " Bunga berbicara seperti orang bijak saja.


" Emejing kata-kata kamu Bunga, bener tu Langit apa kata Bunga. " Puji Bintang.


" Hahahaha...." Mereka semua tertawa bersama.


Para orang tua yang memperhatikan anak-anak dari dalam rumah pun sangat senang, pasalnya mereka sudah akrab meski baru kenal.


" Itulah indahnya sebuah pernikahan, yang bisa menyatukan seorang lelaki dan perempuan yang bukan mahram menjadi halal. Menyatukan dua keluarga menjadi satu keluarga besar, menambah silaturrahmi menjadi luas. Serta menyatukan sebuah perbedaan yang ada. Dan masih banyak lagi keindahan yang di timbulkan dari sebuah pernikahan, tergantung kita menjalaninya seperti apa. "


Mohon selalu dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2