
Persiapan pernikahan Adnan dan Bulan sudah hampir 100%, tenda sudah di pasang di depan rumah Bulan. Karena acara nya akan di adakan di rumah Bulan terlebih dahulu, setelah berselang beberapa minggu baru di adakan di kediaman Adnan.
Kamar Bulan pun tak luput di hias oleh WO, di rumah Bulan juga sudah diadakan pengajian. Kini Bulan sudah mulai di pasang henna dari kuku tangan sampai ke kaki, wajah Bulan semakin hari semakin berseri seri menjelang hari pernikahannya.
Bulan saat ini sedang dikamar dan ditemani oleh sahabatnya Lela. Meski perut sahabatnya sudah semakin membesar, akan tetapi dia selalu ada untuk Bulan saat ini. Karena dia ingin menemani sahabatnya itu sampai sah menjadi istri orang nantinya.
Orang tua Bulan pun semakin hari semakin sibuk untuk mempersiapkan hari bahagia anaknya, mereka selalu mengontrol apa saja yang belum selesai dan apa lagi yang di perlukan.
Di kediaman Adnan juga tak kalah sibuk, seperti di rumah Bulan. Mereka mempersiapkan segala sesuatu yang akan di bawa pas acara besok, begitu juga dengan uang mahar nya sudah di bingkai dengan sedemikian cantiknya. Adnan juga sudah di pasang henna, meski Adnan awalnya tidak mau. tapi, karena paksaan dari saudara saudara dan sepupu akhirnya dia pun pasrah.
...----------------...
Bunga heboh sekali mempersiapkan kado untuk ustadzah tersayangnya, dan juga baju yang akan ia kenakan untuk menghadiri acaranya. Ia ingin tampil sempurna di acara nikahan ustadzahnya. Dia juga memadu padankan bajunya dengan baju kakaknya, agar mereka serasi pakaiannya.
" Apaan sih kamu Bunga, ngatur ngatur kakak harus pake apa? " Tukas Bintang.
" Biar kita serasi kak, jadi enak di lihatnya " Heboh Bunga.
" Kamu itu ya, mau hadiri nikahan kayak mau hadiri pesta apa gitu " Omel Bintang.
" Ini itu spesial kak, Pernikahan ustadzah tersayang tahu. Jadi harus maksimal gitu " Bunga masih dengan kehebohannya.
" Terserah kamu deh " Seru Bintang.
" Oh ya, kakak mau kasih kado apa? " Tiba tiba Bunga menanyakan hal itu.
" Enggak tahu dek, apa bagusnya? " Bintang meminta saran.
" Apa ya kak, terserah kakak dech. Aku juga nggak tahu, kakak harus kasih apa. " Bunga bingung juga.
__ADS_1
" Oke deh, kita lihat aja lah besok. Kakak mau pikirkan dulu, apa yang tepat hadiahnya. " Ucap Bintang.
" Siiiip deh kak, udah ya aku ke kamar dulu " Pamit Bunga.
" Huss sana gih, bukannya dari tadi " Canda Bintang.
Bintang pun memikirkan kembali pertanyaan adiknya tadi mengenai kado.
" Apa ya kira kira kado untuk Bulan dan suaminya, enggak mungkin dong aku ngasih barang barang? " Bintang bepikir keras.
" Apa aku kasih tiket bulan madu ya? Tapi, mereka akan mikir apa ya kalau aku kasih itu. Kan aku bukan siapa siapa mereka, aarrrggghh pusing aku jadinya. " Bintang menggaruk garuk kepala yang tak gatal.
" Sudah lah, aku pikir nanti lagi deh " Bintang putus asa.
Baru juga Bintang ingin membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk, tiba tiba ada panggilan masuk.
" Siapa sih, mana nggak ada namanya lagi. Atau jangan jangan si Queen lagi. Bodoh ah, males aku ngangkatnya. " Bintang mengabaikan panghilan itu.
📞 " Hallo, selamat malam. Ada yang bisa saya bantu " Bintang menjawab dengan formal.
📞 " Hallo sayang, akhirnya di angkat juga " Suara manja Queen terdengar dari seberang telepon sana.
📞 " Kamu lagi, ada perlu apa Queen malam malam telpon " Bintang masih sabar melayaninya.
📞 " Aku kangeeeeen banget sama kamu Bin, kapan kita bisa ketemuan " Jawab Queen masih dengan suara manja nya.
📞 " Kan aku sudah pernah bilang ke kamu, kalo kita tak perlu ketemu lagi. Dan aku ingatkan lagi, jangan pernah panggil aku sayang sayang lagi. Karena kita itu tidak ada hubungan apa apa lagi, kamu ngerti kan Queen " Tegas Bintang.
📞 " Jangan gitu lah sayang, kan aku juga sudah bilang. Kalo aku tuh masih sayang sama kamu. Dan aku mau, kita sama sama lagi " Queen masih memanggil Bintang dengan sebutan sayang.
__ADS_1
📞 " Kamu gila ato gimana sech Queen? Kita itu tidak mungkin bersama lagi, karena aku sudah tidak punya rasa sama kamu. Paham kamu, jadi aku mohon jangan pernah ganggu aku lagi Queen. Kalo kamu masih nekat, aku bisa laporkan kamu ke pihak yang berwajib loch " Karena sudah kesal sekali, Bintang mencoba mengancam Queen.
📞 " Jangan gitu lah Bin, aku beneran pengen sama kamu lagi " Rengek Bintang.
Tuut tuuut
Telepon langsung dimatikan Bintang, jadi dia tidak mau menaggapi Queen lagi.
" K**urang ajar kamu Bintang, kenapa kamu mengabaikan aku sekarang. Bukannya dulu kamu cinta mati sama aku, tapi sekarang kamu sudah berubah. Awas saja kamu, akan aku buat kamu bertekuk lutut lagi sama aku. Hahhah " Kesal Queen.
1 hari menjelang penikahan
Hampir semua persiapan sudah rampung, tinggal printilan printilan kecil saja yang masih kurang. Semakin mendekati hari H , Bulan semakin deg deg an. Tak tahu lah dengan Adnan, karena mereka sudah seminggu tak bertukar kabar.
" Hmmmm, kenapa jantungku semakin dag dig dug ya. Begini nervous nya kah orang yang ingin menikah? Apa mas Adnan juga merasakan hal yang sama? Bagaimana kabarnya ya? " Batin Bulan.
" Uhuk uhuk, siapa sih kira kira yang ngomongin aku. Sampe batuk batuk gini, apa mungkin bidadariku." Celetuk Adnan.
" Tak terasa, besok aku sudah mau nikah. Mudah mudahan mas Adnan memang yang terbaik, dan bisa membimbing aku ke jalan yang lebih baik lagi. Aamiin " Bulan bergumam sendiri di kamarnya.
Tiing
ada bunyi pesan masuk. " Siapa ya kira kira yang mengirim pesan malam malam begini, Enggak mungkin mas Adnan kan " Pikir Bulan sebelum melihat dan membuka pesannya.
" Mas Bintang? Ada apa ya dia kirim pesan, aku buka apa tidak ya? Apa mungkin... Tapi, pasti Bunga sudah memberi tahu dia, kalau aku mau nikah. Mungkin dia ingin mengucapkan selamat atau ada perlu mengenai Bunga. Bismillah aku buka saja deh, nanti tahunya penting " Bulan berpikir panjang sekali sebelum membuka pesan dari Buntang.
✉ " Assalamu'alaikum ustadzah, maaf saya mengganggu malam istirahatnya ustadzah. Saya cuma mau mengucapkan selamat buat ustadzah, karena besok mau menikah. Dan ini saya punya hadiah buat ustadzah dan suami ( tiket PP untuk bulan madu ), maaf kalau kurang berkenan. Saya memberikan ini bukan ada maksud apa apa, saya cuma mau memberi hadiah kepada guru kesayangan adik saya. Ini juga atas permintaannya ustadzah, sekali lagi selamat ya. Dan juga sekali lagi maaf sudah mengganggu waktunya. Terima kasih. Wassalamu'alaikum. " pesan Bintang panjang × lebar 😁.
" Tiket bulan madu, kenapa mas Bintang memberikan hadiah yang terlalu mahal sekali. Aku harus bagaimana ya? Balas atau tidak ya pesannya? Tapi, aku harus jawab apa? Aduuuuh bingung jadinya. " Bulan masih tak tahu harus di balas ato tidak pesannya. Sehingga akhirnya dia tertidur karena sudah sangat mengantuk, dan pesannya tidak jadi di balas.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.