Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Malam Yang mendebarkan 2


__ADS_3

Tangan dan mulut Bulan memang sedang beraktivitas untuk makan, akan tetapi hati dan pikirannya entah kemana perginya. Dia terlihat begitu gelisah, meski tak henti ia berzikir di dalam hati. Alesa yang menyadari akan kegundahan hati adik perempuannya itu pun mencoba menenangkan nya.


" Dek, banyak-banyak berzikir. Jangan terlalu gugup gitu, mbak dan yang lain akan mendukung apapun keputusan mu nanti. " Bisik alesa di telinga Bulan.


" I-iya mbak, Insya Allah. " Gugup Bulan.


" Cepat di habiskan makannya, nanti yang lain sudah pada selesai kamu belum." Alesa mengingatkan.


" Iya mbak, ini juga sudah mau selesai." Bulan mempercepat makan malam nya.


Selesai sudah acara makan malamnya, dan akan di lanjutkan ke acara intinya. Setelah semua berkumpul kembali di satu ruangan, maka mereka akan mulai membahas pokok intinya.

__ADS_1


" Bismillāhirrahmānirrahim, assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakātuh." Pak Iman mulai membuka acaranya.


" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakātuh. " Jawab semua secara bersamaan.


" Langsung saja semuanya, tentu kita semua sudah tahu akan acara malam ini. Tapi sebelumnya, saya sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih akan penyambutan dan jamuannya. " Sambutan pak Iman tanpa basa basi.


" Begini pak Soleh dan keluarga, maksud kedatangan kami kesini itu untuk mengetahui jawaban pasti akan perjodohan anak kita. Yaitu Adnan dan nak Bulan. Sesuai dengan obrolan sebelumnya, bahwa malam ini akan ada jawaban dari kedua belah pihak. Baik dari Adnan maupun Bulan. Bagaimana pak Soleh? " Pak Iman menjelaskan perihal kedatangan mereka malam ini.


" Baik, terima kasih pak Iman. Sebelum Bulan menjawab, saya juga mau bertanya kepada nak Adnan dulu. Apakah nak Adnan sudah setuju untuk di jodohkan dengan putri saya? " Pak Soleh langsung to the point saja.


" Alhamdulillah, kalo nak Adnan menerimanya. Sekarang kita tanyakan langsung kepada Bulan nya, Apakah dia menerima ato tidak? Bagaimana Bulan?" Pak Soleh bertanya kepada putrinya.

__ADS_1


Sebelum menjawab, Bulan mengambil nafas yang dalam dan perlahan mengeluarkannya. Dia melakukan itu beberapa kali, sehingga ia menjadi rileks. Setelah di rasa cukup, Bulan mulai mengeluarak suara.


" Bismillahirrahmanirrahim, sebelumnya terima kasih untuk keluarga bapak Iman, karena sudah meluangkan waktunya malam ini. Dan terima kasih juga untuk mas Adnan, karena secara tidak langsung sudah sudi menerima saya. Jujur, sebenarnya saya gugup sekali malam ini. Dan tak tahu harus ngomong apa, dan saya mohon kepada semuanya. Apapun keputusan saya nanti, tidak ada yang merasa kecewa. Maaf juga untuk semuanya, karena harus menunggu selama hampir 1 minggu. Maklum, menurut saya ini adalah keputusan yang harus dipikir dan dipertimbangkan dengan matang." Bulan ingin menjelaskan perasaannya terlebih dahulu.


Semua sedang menunggu jawaban yang akan diutarakan oleh Bulan, mereka semua merasa seperti sedang menunggu nomor undian keluar.


Sedangkan Bulan, dia berusaha tenang untuk menyampaikan keputusan nya. Karena keputusan yang akan dia ambil ini adalah untuk sekali seumur hidup menurutnya. Jadi dia harus melangkah dengan pasti. Dengan mulut yang masih terlihat sedikit bergetar, Bulan mulai membuka suara kembali.


" Bismillah, sa-saya Rembulan Nur'aini .......


Bersambung .....

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


terima kasih 🙏


__ADS_2