Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Terlewatkan


__ADS_3

Hari ini Bulan terlewatkan shalat malamnya, karena dia terbangun ketika adzan shubuh sudah berkumandang.


" Astaghfirullah, lewat deh. Alhamdulillahil ladzi ahyana ba'dama amatana wailaihin nusur. " Bulan bangun dengan terkejut.


Dia memandangi sang suami yang masih tidur pulas di sebelahnya.


" Mas, bangun mas. Kita shubuhan yuk. " Bulan membangunkan Bintang dengan lembut sambil menggoyangkan sedikit bahu sang suami.


Bintang bukannya bangun, akan tetapi malah memeluk sang istri erat.


" Mas, nanti keburu habis loh waktunya. " Ucap Bulan lagi.


Bintang langsung membuka matanya, karena sang istri berbicara tepat di depan wajahnya.


" Iya sayang, memangnya ini sudah jam berapa? " Bintang bangun sambil membelai wajah cantik sang istri.


" Ini sudah masuk shubuh mas, kita kelewatan shalat malamnya. " Sahut Bulan sedikit kecewa.


" Maafin mas ya sayang, ini pasti gara-gara mas. " Bintang mencium kening sang istri.


" Ini bukan salah siapa-siapa mas, lebih baik kita segera berwudhu saja. " Bulan berusaha bangun dari tidurnya.


" Iya sayang ayo. Tapi tunggu dulu, masih sakit ya? " Bintang cemas, karena perbuatannya semalam.


" Kayaknya masih mas, tapi sudah enggak separah semalam rasanya. " Jawab bulan.


" Mas bantuin aja ya ke kamar mandinya. " Bintang menawarkan diri.


" Enggak perlu mas, Insya Allah adek bisa sendiri kok. Ayo bangun. " Sahut Bulan.


Mereka berdua pun segera bersiap-siap untuk shubuhan.


" Sayang, mas minta maaf ya? " Bintang menarik sang istri ke dalam pelukannya setelah mereka selesai shalat.


" Minta maaf unyuk apa mas? " Sahut sang istri lembut.


" Karena mas, kamu jadi melewatkan shalat malamnya. " Sesal sang suami.


" Mas, kan sudah adek bilang tadi. Ini itu bukan salah siapa-siapa, jadi mas jangan menyalahkan diri sendiri ya. Kita beristighfar saja meminta ampunan kepada Allah SWT. " Bulan berbicara dengan menyejukkan hati sang suami.

__ADS_1


" Makasih ya sayang, kamu memang istri yang luar biasa. Mas makin sayaaaaaang banget sama kamu. " Bintang menciumi seluruh wajah sang istri yang masih dalam pelukannya.


" Sama-sama mas, adek juga sayang sama mas. Mas, udah dong lepasin pelukannya. Kan adek ini berat. " Bulan berusaha turun dari pangkuan sang suami. Pasalnya mereka berpelukan dalam keadaan Bulan duduk di pangkuan sang suami.


" Mana ada berat, biarkan seperti ini ya sayang. " Ucap Bintang sambil terus memeluk dan menciumi sang istri.


" Iya mas. " Sahut sang istri singkat.


" Sayang, kamu hari ini mau kemana? " Tanya sang suami.


" Adek ngikut mas aja, memangnya kita mau pergi ya? Terus, kapan kita pulang ke rumahnya? " Sahut sang istri.


" Tapi enggak usah pergi deh, kan kamu juga masih sakit. Mas pengen berduaan seperti ini aja hari ini. Memangnya kenapa nanya pulangnya kapan? " Celotrh sang suami.


" Kalau mas memang pengen kita pergi juga enggak apa-apa kok mas, adek bisa. Ya enggak apa-apa, adek cuma nanya aja. Marah ya? " Jawab sang istri.


" Mana bisa mas marah dengan istri mas yang cantik ini. " Sahut sang suami sambil mencubit hidung sang istri.


" Aww, sakit mas. " Rengek sang istri sambil mengusap hidungnya.


" Maaf ya sayang, habisnya kamu itu ngegemesin sih. Sini mas obati. " Ucap sang suami sambil mengecup hidung sang istri.


" Mas pegel nih, udahan ya peluknya. Mas juga pasti pegel dan sakit kakinya. Adek juga mau beresin peralatan shalat kita nih. " Mohon sang istri.


Bintang memperhatikan sang istri yang sedang membereskan perlatan shalat mereka, sedangkan ia sendiri juga membuka sarung dan peci yang di pakainya sambil menghampiri sang istri.


" Sayang, kamu mau sarapan apa? " Tanya Bintang setelah berada di dekat sang istri.


" Apa saja mas, yang penting mengenyangkan. Hehehehe. " Sahut sang istri sambil mengambil sarung dan peci yang di pegang sang suami.


" Kita pesan aja ya? " Ucap Bintang.


" Kenapa enggak sarapan di luar saja mas, sekalian jalan pagi. " Saran sang istri.


" Memangnya enggak apa-apa kalau kita sarapan diluar sayang? " Sang suami memastikannya.


" Ya enggak apa-apa lah mas, mau kan? " Bulan juga memastikan sang suami.


" Ya mau lah sayang, apalagi makannya sama istri tersayang. Ayo kita siap-siap. " Sahut sang suami.

__ADS_1


Selagi mereka siap-siap, tiba-tiba ponsel Bintang berbunyi tanda ada telepon masuk.


" Mama sayang. " Ucap Bintang.


" Angkat mas. " Sahut sang istri.


📞 " Assalamu'alaikum ma...." Salam Bintang.


📞 " Wa'alaikumussalam sayang, kalian lagi apa? Sudah bangunkan? " Jawab sang mama sambil menggoda putranya.


📞 " Lagi mau cari sarapan mama sayang, kita sudah bangun dari shubuh tadi kok. Memangnya ada apa ma? " Sahut Bintang.


📞 " Enggak ada apa-apa kok, mama cuma memastikan saja. Soalnya mama kangen sama mantu mama, mana mantu mama? Tolong kamu kasih sama istri kamu HP nya. " Celoteh sang mama.


📞 " Iya, iya. " Sahut Bintang dan memberikan ponselnya kepada sang istri.


📞 " Assalamu'alaikum ma... " Salam Bulan dengan lembut.


📞 " Wa'alaikumussalam sayang, gimana tidurnya tadi malam? Nyenyak enggak sayang? " Selidik sang mertua.


Bintang yang mendengarkan pertanyaan sang mama kepada sang istri hanya diam saja, pasalnya ponselnya di lock speaker olehnya. Jadi, ia bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka berdua.


📞 " Alhamdulillah nyenyak ma, mama sendiri gimana? " Jawab Bulan polos.


📞 " Alhamdulillah kalau gitu, oh ya sayang. Kalian mau sarapan apa? Biar mama pesankan dari sini ya? " Tanya sang mertua.


📞 " Enggak usah repot-repot ma, rencananya Bulan sama mas Bintang mau cari sarapan di luar hotel saja. Sekalian jalan pagi dan menghirup udara segar ma. " Jelas sang mantu.


📞 " Oh gitu ya, iya deh. Kalau gitu, mama tutup aja dulu teleponnya. Nanti kita sambung lagi ya sayang. " Sang mertua mengerti kalau anak dan mantunya ingin pergi berduaan.


📞 " Iya ma, Assalamu'alaikum. " Ucap Bulan.


📞 " Wa'alaikumussalam, hati-hati ya sayang. Love you, muachh. " Tutup sang mertua.


Setelah selesai bersiap-siap yang sempat tertunda tadi, mereka akhirnya sudah beneran siap. Dan mereka berdua sudah siap untuk keluar mencari sarapan.


Mereka berdua terus menyusuri jalanan setelah keluar dari hotel untuk mencari sarapan yang pas, Mereka akhirnya menemukan tempat yang menurut mereka cocok sekali untuk bersantai pagi sambil sarapan. Mereka segera masuk dan memesan sarapan yang mereka inginkan.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka terus saja bersenda gurau layaknya pengantin baru pada umumnya. Akan tetapi, mereka tidak menunjukkan hal-hal yang negatif. Yang mereka lakukan masih dalam tahap yang wajar, tapi walau begitu. Akan membuat orang iri dengan kelakuan mereka.

__ADS_1


Maaf ya teman-teman baru bisa update 😁


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2