Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Bingkisan


__ADS_3

Suasana di ruang rawat itu terasa hening sejenak, hingga akhirnya Bintang mengeluarkan suara.


" Saya minta maaf semuanya,..... " Ucap Bintang lirih.


" Kenapa nak Bintang meminta maaf? " Sahut bu Nisa.


" Karena kejadian yang baru saja terjadi adalah penyebabnya saya. " Jawab bintang dengan lemas.


" Terus, maksud nak Bintang apa? " Giliran pak Soleh yang menanggapi.


" Saya sekarang serahkan semuanya sama bapak, ibu dan ustadzah. Saya akan terima apapun keputusan kalian. " Bintang berbicara dengan suara yang bergetar.


" Bapak masih belum paham nak Bintang. " Ucap pak Soleh.


" Begini semuanya, saya paham maksud Bintang. Kami merasa tidak enak dengan pak Soleh sekeluarga, terkesannya Bintang ini mempermainkan perempuan. Jadi, bagaimana tanggapan pak Soleh sekeluarga? " Pak Jafar membantu menjelaskan.


" Kalau kami sih, bagaimana Bulan nya saja. Gimana nduk? " Tanya pak Soleh.


" Mas, kamu jangan khawatir. Justru saya senang, karena kamu mau jujur sama kami. Dan mas Bintang sudah berusaha tidak menutupi apapun itu dari kami. " Jawab Bulan.


" Jadi, dengan kata lain. Kita tetap akan melaksanakan lamarannya? " Pak Jafar memastikan.


" Tentu saja pak, benar kata Bulan. " Sahut pak Soleh.


" Bagaimana kalau langsung menikah saja? Tidak perlu lagi lamar-lamaran. " Bintang langsung bersemangat.


" Setujuuuuu. " Bunga yang dari tadi hanya jadi penonton pun ikut bersuara.


" Menikah? " Bulan kaget.


" Ya iyalah menikah, kenapa? Tidak mau? " Goda Bintang sambil menaik-naikkan alisnya.


" Bu-bukannya begitu mas, tapi....." Ucapan Bulan terpotong.


" Tapi apa nduk? Bukannya lebih cepat itu lebih baik, bapak sih setuju saja. Iya kan bu? " Sahut pak Soleh.


" Iya pak, ibu juga setuju. Buat apa lama-lama, nanti malah menimbulkan fitnah dan dosa. " Sambung bu Nisa.


Semua orang akhirnya setuju untuk langsung menikahkan Bintang dan Bulan saja, jadi tak perlu lagi acara lamar-lamaran.


Tentu saja acaranya akan di susun setelah mereka semua keluar dari Rumah Sakit, dan setelah Bunga menjalani operasi kakinya.


......................


Bunga sudah menjalani operasi beberapa hari yang lalu, sedangkan Bintang dan Bulan sudah di perbolehkan pulang terlebih dahulu.


Kini mereka tinggal menunggu izin dari dokter untuk membawa Bunga pulang ke rumah. Luka-luka Bintang dan Bulan juga sudah mulai berangsung kering.

__ADS_1


Sekarang ini Bintang dan Bulan sudah di suruh mengurus surat-surat untuk syarat pernikahan mereka, sedangkan para orang tua selalu bermusyawarah untuk acara pernikahan yang akan mereka laksanakan.Tak lupa juga orang tua Bulan memberikan kabar gembira kepada Alesa dan Boni.


Hari ini rencananya Bunga akan pulang dari Rumah Sakit, dan di Rumah Sakit sudah ada papa dan mamanya yang siap membawanya pulang. Kondisi Bunga saat ini masih belum bisa berjalan, dia masih harus dibantu dengan tongkat untuk berjalan. Tapi meski begitu, Bunga tetap semangat dan ceria seperti sedia kala.


Di rumah pak Jafar sudah ada Bintang dan keluarga pak Soleh yang menunggu kepulangan Bunga.


Setelah menunggu cukup lama, Bunga bersama orang tuanya sampai juga di rumah.


" Selamat datang kembali di rumah Bunga. " Sapa Bulan sambil membantu Bunga.


" Terima kasih ustadzah,.... " Bunga langsung memeluk Bulan.


" Ayo kita masuk dulu, kamu pasti butuh istirahat. " Bintang membantu adiknya untuk berjalan masuk ke rumah.


Mereka semua sudah berada di ruang keluarga, dan disana juga sudah banyak terhidang makanan dan minuman.


" Ustadzah, aku boleh panggil ustadzah dengan sebutan kakak ipar enggak? " Celetuk Bunga.


" Boleh Bunga, kamu boleh panggil saya apa saja. Tapi, kalau di sekolah. Saya tetap guru kamu ya, hehehehhe. " Goda Bulan sambil mencubit hidung Bunga.


" Siap kakak ipar, sayang deh. " Ucap Bunga sambil memperagakan sikap hormat.


" Sayangnya cuma sama kakak ipar nih? Dengan kakaknya sendiri enggak? " Bintang pura-pura ngambek.


" Idih, orang sudah segede gini masih ngambek. Biarin aja, emang aku cuma sayang sama kakak ipar. Kenapa? " Ejek Bunga.


......................


Pagi ini rencananya Bulan akan berangkat ke sekolah untuk menemani Bunga ujian susulan. Sedangkan Langit sendiri hari ini tidak pergi ke sekolah, dikarenakan dia sudah selesai ujian nasionalnya. Jadi, dia hanya akan menunggu hasil dari ujiannya.


Sembari menunggu jemputan dari mang Ujang, Bulan mengobrol di ruang tamu bersama kedua orang tua dan adikya.


" Nduk, bagaimana dengan kepalamu? Apa masih sakit? " Bu Nisa mencemaskan keadaan putrinya.


" Alhamdulillah tidak bu, meski kadang masih ada rasa ngilunya. " Jelas Bulan.


" Oh ya nduk, bagaimana persiapan surat-surat untuk syarat nikah kamu dan nak Bintang? Apa semua sudah siap? " Tanya pak Soleh.


" Sepertinya sudah lengkap pak, tinggal diserahkan ke kantornya saja. " Jawab Bulan.


" Alhamdulillah kalau begitu. " Sahut pak Soleh.


" Dek, kamu rencananya mau nerusin sekolah dimana? " Bulan bertanya kepada Langit.


" Langit sih kepinginnya sekolah di tempat mbak mengajar, bagaimana menurut mbak? " Langit meminta saran.


" Mbak sih terserah sama kamu, kalau kamu memang kepengen disana ya boleh-boleh saja. Lagi pula sekolahannya juga bagus menurut mbak, banyak kegiatannya juga. " Jelas Bulan.

__ADS_1


" Iya deh mbak, kayaknya Langit mantep disitu aja. Bolehkan pak, bu? " Langit meminta restu orang tuanya.


" Kalau bapak sih terserah kamu saja, kan yang ngejalaninnya juga kamu. Bukannya begitu bu? " Jawab pak Soleh.


" Iya Langit, ibu juga setuju-setuju saja. Yang penting kamu senang dan nyaman, dan kamu juga serius belajarnya. Kami sebagai orang tua cuma mengikuti keinginan anaknya saja, asal masih di jalan kebaikan. " Sahut bu Nisa.


" Makasih pak, bu, mbak. " Senang Langit.


" Asal kamu rajin belajar saja, kan kamu tahu. Kalau mau masuk ke sekolahannya mbak, pakek banyak tes. " Bulan mengingatkan.


" Siap mbak. " Jawab Langit.


" Assalamu'alaikum,.." Bunga tiba-tiba sudah muncul didepan pintu.


" Wa'alaikumussalam..." Jawab mereka semua.


" Bunga, kenapa enggak telepon aja. Kenapa mesti turun? " Bulan menghampiri Bunga dan membantu Bunga untuk duduk.


" Enggak apa-apa kakak ipar, kan aku bisa. Kita berangkat sekarang yok, kan banyak ujianku hari ini. " Ucap Bunga.


" Ya sudah, ayo kita berangkat. " Bulan setuju.


" Pak, bu, Ngit, Bunga berangkat ke sekolah dulu ya. " Pamit Bunga dan menyalami mereka semua.


" Iya nak Bunga, hati-hati ya. " Sahut bu Nisa.


" Semangat ujiannya ya mbak Bunga. " Langit turut menyemangati Bunga.


" Siap.... " Bunga mengacungkan jempolnya.


" Assalamu'alaikum. " Salam Bulan, setelah pamit dan menyalami bapak ibunya.


" Wa'alaikumussalam..." Jawab mereka banrengan.


Bulan dan Bunga akhirnya berangkat ke sekolah diantar oleh mang Ujang.


" Kakak ipar, ini ada titipan dari kak Bintang. " Bunga menyodorkan bingkisan kecil kepada Bulan.


" Apa ini Bunga? " Bulan penasaran.


" Aku mana tahu isinya, coba aja kakak ipar buka. " Jawab Bunga.


" Iya. " Jawab Bulan singkat, sambil membuka bingkisan tersebut secara berlahan.


" Apa isinya kakak ipar? " Bunga pun di buat penasaran.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2