Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Di pingit


__ADS_3

Setelah mengantar Bunga ujian ke sekolah, Bintang dan Bulan langsung menuju kantor KUA. Sesuai rencana mereka kemaren, kalau hari ini mereka akan mengantar surat-surat persyaratan nikah.


Di mobil Bintang selalu melirik Bulan, sehingga yang dilirik menjadi salah tingkah sendiri.


" Mas, kamu kenapa lihatinnya gitu amat? Ada yang salah ya sama adek? Hati-hati mas, kamu itu lagi nyetir loh. " Bulan merasa aneh saja.


" Kamu cantik sayang, gelangnya bagus enggak? " Ucap Bintang.


" Mas, mulai deh. Iya gelangnya bagus, apalagi ada hiasan bulan bintangnya. Nih lihat aja sendiri. " Bulan memperlihatkan tangannya yang memakai gelang.


" Alhamdulillah di pakai ternyata bros dan gelangnya, terima kasih ya. " Bintang senang.


" Sama-sama mas, harusnya adek yang makasih. Soalnya, mas sudah mau repot memperhatikan adek. " Ucap Bulan.


" Sssttt, jangan ngomong gitu lagi ya. Mas melakukan semuanya itu ikhlas, dan tanpa mengharapkan pamrih apa-apa. " Bintang meletakkan telunjukknya di bibir.


" Iya mas,.... " Angguk Bulan.


Tak terasa mereka akhirnya sampai ke kantor KUA nya, dan mereka bergegas turun untuk segera menyerahkan berkas-berkasnya.


" Bagaimana pak, apa masih ada persyaratan kami yang kurang? " Ucap Bintang setelah menyerahkan berkas kepada pegawai kantornya.


" Sepertinya berkasnya mas dan mbaknya sudah lengkap dan komplit semuanya. " Jawab pegawai tersebut.


" Alhamdulillah... " Ucap Bintang dan Bulan bersamaan.


" Mas, inikan acaranya tinggal seminggu lagi. Mas Bintang dan mbak Bulan bisa menunggu penghulunya sebentar? " Ujar pegawai tersebut.


" Memangnya ada apa ya pak? " blBintang bingung.


" Begini mas, biasanya calon pengantin itu akan di kasih wejangan atau nasehat dulu dari pak penghulunya. Jadi, karena pernikahan mas dan mbaknya sebentar lagi. Makanya akan lebih baik di lakukan hari ini saja, soalnya kasihan catinnya kalau harus bolak balik kesini. Sekalian latihan untuk akad nikahnya mas. " Sang pegawai menjelaskan maksudnya.


" Gimana dek, mau enggak kita nunggu dulu? " Bintang menanyakan kepada Bulan.

__ADS_1


" Ya terserah mas saja, jika itu perlu. Lebih baik kita selesaikan saja hari ini. Tapi, kita harus kasih kabar dulu sama Bunga. Kasihan kan kalau dia nanti nungguin. " Usul Bulan.


" Iya dek, berarti kita nunggu pak penghulunya ya. Mas mau telepon mang Ujang ya, biar dia aja yang jemput Bunga. Mas bisa minta tolong kamu teleponin Bunga, kamu jelasin saja kita maaih disini. " Ucap Bintang, dan dia langsung menelepon mang Ujang.


" Iya mas, adek telepon Bunga sekarang. " Bulan pun langsung menghubungi calon adik iparnya tersebut. Dengan segala penjelasan dari Bulan, Bunga pun tidak marah. Karena dia tahu pasti, kalau kakak dan kakak iparnya memang lagi sibuk-sibuknya.


......................


Pernikahan Bintang dan Bulan memang tinggal seminggu lagi, dan acara akad rencananya akan di laksanakan di rumah mempelai perempuan. Sedangkan resepsinya akan di adakan sehari setelah akad, dan acaranya akan di laksanakan di gedung yang telah di sewa oleh Bintang. Awalnya keluarga Bulan menolak, akan tetapi dengan berbagai macam alasan dan penjelasan-penjelasan, akhirnya mereka semua pun menyetujuinya.


Rencananya akad nikah akan di laksanakan hari sabtu pagi, dan setelah akad hanya ada acara makan-makan saja. Sedangkan resepsinya akan di laksanakan hari minggu pagi sampai selesai.


Kini Bintang dan Bulan sudah tidak boleh lagi bertemu, mereka hanya boleh berkomunikasi melalui ponsel saja.


Kediaman pak Soleh sudah ramai, baik itu dari orang dekorasi maupun tetangga-tetangga terdekat mereka. Tapi yang pasti, keluarga mereka semua juga sudah banyak yang berdatangan. Khususnya Boni dan Alesa sudah datang juga ke rumah orang tuanya, mereka sangat antusias sekali. Dan mereka semua pastinya berharap, kalau pernikahan kali ini akan berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun.


" Dek, mbak seneng banget setelah tahu kamu sudah membuka hati lagi. Dan malah akan menikah, selamat ya sayang. Mbak doakan yang terbaik ya? " Alesa kini sedang mengobrol di kamar Bulan.


" Makasih mbak, aku juga enggak nyangka mbak. Ini semua itu sudah takdir mungkin mbak, jadi kita tinggal jalani aja. " Sahut Bulan.


" Insya Allah mbak, mudah-mudahan mas Bintang memang jodoh yang terbaik buat aku mbak. " Ucap Bulan.


" Aamiin... " Alesa mengaminkan doa adiknya.


Mereka berdua terus bercengkrama dikamar berdua, hingga ponsel Bulan berbunyi dan menghentikan obrolan mereka.


" Ada telepon tu, pasti dari Bintang. Kayaknya dia kangen sama adek mbak yang cantik ini deh, udah buruan di angkat. Mbak keluar dulu ya, mbak enggak mau jadi pengganggu kalian. Daa, assalamu'alaikum. " Goda Alesa.


" Wa'alaikumussalam. " Jawab Bulan sambil senyum-senyum saja mencerna perkataan mbaknya. Bulan pun segera mengangkat ponselnya yang terus berdering.


📞 " Assalamu'alaikum mas... " Salam Bulan lembut.


📞 " Wa'alaikumussalam sayang, duh sejuk hatinya mas mendengar suara lembutmu sayang. " Jawab Bintang dan langsung merayu calon istrinya.

__ADS_1


📞 " Mas, kamu apaan sih. " Bulan malu mendengar rayuan calon suaminya.


📞 " Kamu tahu enggak sih, mas itu kangeeeen berat sama kamu. Baru juga mas enggak ketemu kamu 2 hari, kangennya seperti ini. Apalagi harus menunggu sampai hari H sayang, mas enggak kuat rasanya. " Rengek Bintang.


📞 " Sabar mas, tinggal beberapa hari lagi kan? Masa iya seorang Bintang Ramadhan tidak kuat menahan rindu. " Bulan menggoda Bintang.


📞 " Mas serius ini sayang, kenapa sih kita enggak boleh ketemu? " Bintang masih merengek.


📞 " Biar kita terhindar dari dosa mas, belum lagi akan banyak fitnah sana sini nanti. Walau kita tidak bisa bertemu, untung kita masih boleh berkomunikasi. Kalau komunikasi juga enggak boleh gimana? " Bulan malah semakin membuat Bintang galau.


📞 " Astaghfirullah, jangan sampai lah sayang. Mas bisa gila kalau komunikasi saja enggak boleh. Wahai calon istri, apakah dirimu tak merindukan calon suamimu ini? " Bintang menggoda Bulan.


📞 " Enggak. " Jawab Bulan singkat.


📞 " Yakiiiin, dosa loh kalau bohong. " Bintang terus menggoda.


📞 " Adek enggak bohong mas, adek jujur kok. " Jawab Bulan lagi.


📞 " Ih jahat banget kamu sayang, masa iya enggak kangen sama calon suamimu yang ganteng ini. " " Rajuk Bintang.


📞 " Dosa tahu mas, kangen-kangenan sama yang belum mahram itu. " Jawab Bulan santai, dia mungkin juga kangen. Tapi, dia sadar akan dosa itu mengintainya.


📞 " Iya deh bu ustadzah sayang, paham-paham. Tapi adakan rasa rindu itu? " Desak Bintang.


📞 " Wahai calon imamku, calon makmummu juga rindu kok. Sudah, puas kan. " Bulan terpaksa mengatakannya, supaya Bintang tak terus memojokkannya.


📞 " Alhamdulillah,... " Ucap Bintang senang.


📞 " Mas, maaf ya. Teleponnya udahan dulu boleh? Ini sudah malam loh, kita harus istirahat. Dan lagi, adek pengen ke kamar mandi juga. Maaaaf banget ya mas. " Bulan memang pengen ke kamar mandi.


📞 " Oke sayang, siap. Boleh kok sayang, iya dimaafin. Ya udah, mas tutup ya. Kasian ada yang udah kebelet, hehehhe. Assalamu'alaikum. " Bintang mengerti.


📞 " Wa'alaikumussalam, makasih mas. " Bulan langsung menutup telepon dan langsung segera ke kamar mandi.

__ADS_1


" Ya Allah, terima kasih sudah mengirimkan salah satu bidadari-Mu kepadaku. " Gumam Bintang.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2