
Setelah 2 hari berada di Rumah Sakit, Bulan dan Bunga akhirnya diizinkan untuk pulang ke rumah. Dengan syarat, mereka harus banyak istirahat. Guna memulihkan kesehatan mereka.
" Mas, kamu kenapa? " Bulan bingung dengan sikap sang suami yang terus saja memperhatikan dirinya. Ya, mereka saat ini sudah berada didalam kamar mereka sendiri.
" Emangnya engga boleh apa, kalau lihatin istrinya yang cantik ini. Mas tuh kangen tahu. " Ujar sang suami sembari mencolek hidung istrinya.
" Adek juga kangen sama mas, malahan kangen banget lagi. " Bulan membalas celoteh sang suami, sedangkan Bintang menyeringai mendengar ucapan sang istri.
" Sayang, masih sakit ya lukanya? " Bintang tiba-tiba mencemaskan kondisi sang istri.
" Engga kok mas, cuma luka kecil ini. Mas engga perlu khawatir ya, adek baik-baik saja. " Jawab bulan dengan tersenyum manis.
" Kamu jangan bohong ya sayang, kalau memang sakit ya bilang sakit ya. Jangan di tahan-tahan. " Bintang tidak mau sang istri menyembunyikan rasa sakitnya, karena tak enak hati pada dirinya.
" Iya sayang,... " Sahut Bulan.
Tok....tok...tok..., suara pintu kamar mereka di ketok.
" Bintang, Bulan. Apa kalian sudah tidur? " Terdengar suara bu Juni diluar kamar.
" Belum ma, ayo masuk. " Bintang sudah membukakan pintunya untuk sang mama, bahkan disana ada Bunga juga.
" Sayang, gimana keadaan kamu? " Bu Juni sudah berada di tempat tidur yang sedang ditiduri sang menantu.
" Alhamdulillah baik ma. Bunga, kenapa kamu kesini sayang? " Ucap Bulan.
" Aku mau lihat keadaan kakak ipar lah, emangnya engga boleh? "Bunga pura-pura ngambek.
" Bukannya engga boleh Bunga, tapi kamu kan harus banyak istirahat biar cepat sehat. " Jelas Bulan.
" Aku sudah sehat kok, kan kemaren cuma demam. Beda dengan kakak ipar yang terluka sana sini, lihat nih banyak tempelan perbannya. " Bunga menunjuk bagian-bagian tubuh Bulan yang terluka.
" Kamu tenang saja Bunga, kakak engga apa-apa. Ini semua cuma luka kecil saja, tinggal menunggu kering saja kan. " Bulan tak ingin melihat anggota keluarga mencemaskan dirinya.
__ADS_1
" Bulan sayang, sekali lagi terima kasih ya. " Bu Juni menggenggam tangan sang menantu.
" Terima kasih buat apa ma? " Bulan bingung.
" Terima kasih karena selama kalian di culik, kamu melindungi adik kamu ini. " Ucap sang mertua.
" Tidak perlu berterima kasih ma, kan Bulan tidak melakukan apa-apa. Sudah ya ma, jangan dibahas lagi. Yang penting sekarang kita sudah berkumpul lagi, Bulan sayang mama. " Bulan berusaha memeluk sang mertua, tentu saja di sambut dengan senang hati oleh sang mertua.
" Mama juga sayang sama kamu nak, pokoknya mama sayang sama kalian semua. " Bu Juni terharu dengan kejadian ini.
Setelah sang mama dan Bunga pergi dari kamar, Bintang kembali mendekati sang istri.
" Sayang, kamu butuh sesuatu? " Kata pertama setelah sampai didekat istrinya.
" Adek cuma mau ke kamar mandi mas,.. " Jawab sang istri sambil beranjak dari tempat tidur.
" Kamu engga boleh pergi sendiri sayang, mas bantu ya. " Bintang tak membiarkan Bulan ke kamar nandi sendirian.
" Sudah sampai sayang,... " Bintang menurunkan sang istri.
" Makasih ya mas, sekarang mas keluar ya. Please.... " Bulan memohon kepada Bintang.
" Baiklah sayang, tapi hati-hati ya? Nanti kalau udah selesai atau butuh apa-apa panggil mas ya, mas tunggu diluar. " Bintang menuruti keinginan istrinya.
" Iya mas. " Bulan mengangguk.
................
Setelah shalat shubuh, Bulan berencana untuk ke dapur. Tapi sayang, sang suami tak mengizinkannya. Dengan alasan, bahwa Bulan belum sehat.
" Mas, adek cuma mau lihat-lihat aja kok. Boleh ya? Please... " Bulan tampak memohon kepada sang suami.
" Sayang, kamu itu masih sakit loh. Tunggu kamu sudah sehat kembali ya, baru boleh beraktifitas seperti biasanya. Mas takut kamu kenapa- kenapa sayang, maaf ya cantik. " Bintang menjelaskan alasannya kepada sang istri.
__ADS_1
" Iya mas, maaf. Dan terima kasih atas perhatiannya. " Ucap Bulan sembari mencium pipi sang suami.
" Tidak perlu berterima kasih sayang, itu sudah kewajiban seorang suami untuk memberikan kasih sayang dan perhatiannya kepada seorang istri. Bukan begitu bu ustadzah? " Bintang menggoda istrinya.
" Iya mas,... " Sahut Bulan singkat. " Oh ya mas, hari ini kita ke kantor polisi ya? " Ajak sang istri tiba-tiba.
Bintang yang duduk disebelahnya sontak saja kaget dengan ucapan sang istri, kenapa tiba-tiba istrinya bisa mengajaknya kesana.
" Untuk apa sayang? Kok tiba-tiba ajakin mas ke kantor polisi? " Bintang ingin mencari tahu alsannya.
" Untuk ketemu dengan Queen mas. " Sahut Bulan dengan santai.
" Iya, terus mau ngapain ketemu sama perempuan itu lagi? Bukannya kemaren kamu sudah memberi keterangan juga sama polisi waktu di Rumah Sakit ?" Bintang masih belum mengerti dengan tujuan sang istri.
" Adek cuma mau jenguk dia saja mas, kan kasihan sama dia. " Bulan berkata seperti tak terjadi masalah saja antara dirinya dengan si Queen.
" Kasihan kenapa sayang? Kan kamu sudah di sakiti sama dia, jadi dia harus menerima akibatnya. " Jelas Bintang.
" Ya kasihan saja mas, mungkin dia khilaf waktu itu. Makanya ia nekat berbuat hal yang keji, boleh ya mas? " Bulan memasang wajah memelasnya didepan sang suami.
" Sayang, kamu itu tidak tahu siapa Queen. Jangan ya. Mas takutnya dia berbuat hal yang aneh-aneh lagi, dia itu orangnya nekat sayang. " Bintang tidak bisa menerima permintaan sang istri.
" Ya sudah, kalau adek engga boleh kesana. Tapi, lepaskan sajalah mas dia dari sana. Kasihan tahu, dia kan seorang perempuan. " Bulan berbicara semakin ngawur saja.
" Apa? Lepaskan sayang? Itu lebih tidak mungkin lagi, dia itu harus menerima ganjarannya. Apalagi dia sudah membuat bidadari mas jadi terluka begini, maaf ya sayang. Kali ini, mas tidak bisa memenuhi permintaan kamu. " Jelas Bintang dengan tegas.
" Iya deh, maaf ya sudah memaksa mas. Adek sebenarnya cuma kasihan saja mas. " Bulan menyesal dengan permintaanya.
" Kamu itu memang perempuan yang berhati lembut sayang, mas beruntung bisa mendapatkannya. Sini mas cium dulu, muachh. " Bintang memeluk sang istri dengan hati-hati, ia juga menciumi sang istri dengan penuh kasih sayang.
Bulan yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang suami sangat bahagia sekali, meski permintaanya kali ini tidak bisa terwujud. Ia sadar, bahwa Bintang melakukannya pasti untuk kebaikannya. Bulan juga merasa beruntung, karena mempunyai suami yang begitu perhatian dan sayang terhadap dirinya.
...Mohon selalu dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga....
__ADS_1