
Setelah shalat shubuh, Bulan meminta izin kepada sang suami untuk ke dapur. Meski sempat ada penolakan dari Bintang, akhirnya Bulan diizinkan kedapur dengan alasan yang menurut Bintang dapat di terimanya.
Setelah keluar dari kamar, Bulan mulai menuruni anak tangga satu persatu untuk menuju kedapur. Sesampainya didapur, ia mendapati para bibi sudah mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing.
" Assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya. " Sapa Bulan setelah sampai di dapur.
" Wa'alaikumussalam, eh non Bulan. Ada yang bisa bibi bantu? " Tanya salah seorang bibi.
" Saya mau buat minuman untuk mas Bintang, sekalian mau buat sarapan juga. " Jawab Bulan.
" Enggak usah non, biar bibi aja. Nanti nyonya marah loh, non Bulan tinggal ngomong aja mau buat minuman apa dan mau sarapan apa. Nanti, biar kita yang bikinin. " Jawab salah satu bibi tersebut dengan tegang.
" Enggak apa-apa bi, saya bisa buat minumannya sendiri. Insya Allah, mama enggak akan marah kok. Pliiiis, izinin saya bantu-bantu buat sarapan ya? " Bulan memohon kepada para bibi.
Ta-tapi, non. " Omongan bibi tersebut terpotong, karena Bulan sudah mulai mengambil bahan-bahan yang ada di kulkas untuk diolah menjadi sarapan, dan tak lupa juga ia meracik minuman spesial untuk sang suami dengan bahan yang ada di dapur.
Karena Bulan tak kunjung kembali kekamar, Bintang menyusul sang istri ke dapur. Sesampainya di dapur, ia langsung memeluk sang istri yang sedang menyiapkan sarapan bersama para bibi.
" Astaghfirullahal'adzim, mas Bintang. Kamu bikin adek kaget saja. " Bulan sangat terkejut mendapati seseorang memeluknya secara tiba-tiba.
" Kenapa kaget gitu sayang? " Bintang bukannya melepas pelukannya, akan tetapi semakin erat memeluk sang istri.
" Mas, lepas dong. Malu sama para bibi. " Ucap Bulan lirih kepada sang suami.
" Kenapa mesti malu sayang? Habisnya kamu lama benget ke dapurnya, mas kangen tahu. " Bintang semakin membuat sang istri malu di hadapan para bibi.
Tanpa aba-aba, para bibi yang sedang berada di dapur menghindar satu persatu. Karena, mereka merasa mengganggu majikannya.
" Maafin adek ya mas. Habisnya, tangan adek gatal banget kepengen membuat sarapan. Hehehehe. " Ucap Bulan.
" Karena kamu sudah membuat mas menunggu, kamu harus mas hukum. " Goda Bintang.
" Hukum? Kok dihukum sih mas? Jangan ya? Katanya sayang sama adek. Ini adek buatin minuman spesial buat mas, tapi jangan dihukum ya? Hehehehe. " Bulan berusaha membujuk sang suami.
__ADS_1
" Minuman? Sini mas cobain. Kalau enak, enggak jadi mas hukum. Kalau enggak enak, mas tambahin hukumannya. " Ancam Bintang.
" Mas Bintang kok gitu sih? Adek kan sudah minta maaf. " Rengek Bulan.
Tanpa bersuara, Bintang langsung mencoba minuman yang buat oleh sang istri.
" Gimana mas? Enak kan? " Tanya Bulan.
" Kok aneh gini sayang rasanya, cobain deh kalau enggak percaya. " Ucap sang suami sambil menyodorkan gelas tersebut ke mulut sang istri.
" Masa sih mas, perasaan tadi rasanya sudah pas. " Protes sang istri sambil mencicipi minumannya. " Enggak aneh kok mas, wong enak gini. " Ucap sang istri setelah mencicipinya.
" Mana ada, sini coba mas minum lagi. " Giliran Bintang yang meminumnya, dia sengaja meminumnya dari gelas yang bekas bibir sang istri.
" Enggak aneh kan rasanya? Atau mas lagi enggak enak badan ya? Jadi, mulutnya ngerasa yang aneh gimana gitu. " Ucap Bulan dengan khawatir.
" Hmmmm, ini baru enak sayang. Ternyata, harus minum bekas bibir kamu kayaknya. " Sahut sang suami dengan senyuman yang menggoda.
" Maaaaas, kamu ngerjain adek ya? Awas ya kamu. " Bulan pura-pura ngambek.
" Ups, maaf ya. Ternyata lagi ada drama romantis, mama enggak lihat kok. Permisi.... " Celetuk sang mama dan langsung pergi dari dapur.
" Tu kan mas, kepergok sama mama. Kamu sih, kan malu jadinya. " Wajah Bulan berubah merah seperti tomat.
" Kenapa mesti malu sayang, mama pasti ngerti kok. " Bintang santai menanggapi ucapan sang istri.
" Adek mau susul mama dulu ya, mana tahu tadi mama ada perlu apa-apa ke dapur. " Ucap Bulan dan berlalu pergi dari hadapan sang suami dengan wajah yang masih memerah.
Bintang sengaja tak melarangnya pergi, ia malah tertawa geli sendiri dengan tingkah sang istri. Dia pun bergegas menyusul sang istri untuk menemui sang mama.
" Maaf ma, tadi ada perlu apa ke dapur? " Tanya Bulan setelah bertemu sang mertua.
" Enggak ada kok sayang, mama tadi mau ngecek para bibi saja. Eh taunya ada drama romantis, ya mama pergi aja dulu. " Sahut sang mertua.
__ADS_1
" Ma, kenapa gangguin kita sih. " Ucap Bintang tiba-tiba.
" Ya mama mana tahu, makanya kalau mau romantis- romantisan itu jangan di dapur. Mending di kamar sana. " Balas sang mama.
Bulan yang merasa malu, dia pergi begitu saja menuju ke dapur. Dia berencana menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda tadi, dan ternyata para bibi sudah kembali ke dapur.
" Eh non Bulan, ada yang bisa di bantu? " Sapa salah seorang bibi.
" Enggak kok bi, saya cuma mau menyiapkan sarapan yang belum selesai tadi. " Sahut Bulan.
" Enggak usah non, biar kita-kita saja. Non Bulan tunggu saja ya. " Ucap bibi tersebut.
Bulan tak menghiraukan omongan si bibi, ia langsung melakukan apa yang perlu ia lakukan. Dengan cekatan ia menyiapkan semuanya, sehingga para bibi bingung harus bantu apa.Ternyata sang mertua dan sang suami juga melihat dari kejauhan, mereka sengaja tak mendekatinya. Karena, mereka ingin melihat apa yang dilakukan Bulan di dapur.
" Bintang, awas saja kalau kamu sampai nyakitin menantu mama. Lihat tu, betapa lihainya dia bekerja didapur. Mama yakin, meski mama larang. Pasti ia akan tetap melakukannya, pastinya dengan berbagai alasan. " Ucap sang mama kepada Bintang sambil terus memperhatikan sang menantu.
" Insya Allah ma, Bintang akan selalu menyayanginya. Bintang akan berusaha sekuat tenaga Bintang, supaya Bulan selalu bahagia ma. " Sahut Bintang.
" Bagus kalau kamu berpikiran seperti itu. " Mamanya menjawab dan langsung berlalu dari hadapan Bintang. Beliau pergi untuk menemui sang menantu kasayangannya.
" Sayang, kamu ngapain sih? " Ucap sang mertua setelah sampai di dekat sang menantu.
" Eh mama, Bulan enggak lagi ngapa-ngapain kok ma. Cuma pengen bantu bibi nyiapin sarapan aja. " Sahut sang menantu sambil menatap sang mertua.
" Kamu sebenarnya tidak perlu melakukan ini sayang, kan sudah ada bibi. " Ucap sang mama sambil memegang bahu sang menantu.
" Enggak apa-apa ma, Bulan sudah terbiasa dengan ini. Mama jangan marah sama bibi ya? Mereka sebenarnya sudah ngelarang Bulan, tapi Bulan masih melakukannya. " Bulan menjawab sang mertua sambil tersenyum manis.
" Iya sayang, mama enggak akan marah sama siapa- siapa. Kamu itu memang menantu idaman sayang, sudah baik, sholehah, rajin, pokoknya is the best deh. Mama semakin sayang sama kamu. " Ucap sang mertua sambil memeluknya dengan erat.
" Terima kasih atas pujiannya ma, Bulan juga sayang sama mama. " Bulan membalas pelukan sang mertua.
Bintang yang melihat adegan itu dari kejauhan hanya senyum-senyum sendiri, betapa bahagianya dia. Karena istri dan mamanya akur serta saling menyayangi. Tidak seperti cerita-cerita pada umumnya, yang mengatakan bahwa menantu dan mertua itu tidak akur.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.