Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
PHP


__ADS_3

" Mas, bisa kita jalan sekarang? Nanti kita sama-sama terlambat loh, saya telat ngajar, mas telat ke kantornya. " Bulan senang melihat wajah Bintang yang muram karena ulahnya.


" Iya ustadzah, ayo kita jalan. " Jawab Bintang lemas.


" Mas Bintang kenapa lemas gitu? Mas sakit ya? " Bulan sedikit cemas, meski dia tahu itu karena ulahnya.


" Iya, sakit hati. Gara-gara di PHP in sama seorang ustadzah. " Rajuk Bintang.


" PHP, apa itu mas? " Bulan kuper sekali 😁.


" Pemberi harapan palsu ustadzah. " Ketus Bintang.


" Astaghfirullah, siapa yang gitu mas? Saya kan tadi ngomong apa adanya. " Bulan tidak merasa menjadi seorang PHP.


" Baiklah, apapun alasan ustadzah. Saya tetap beranggapan bahwa utadzah sudah menerima saya, alhamdulillah. Terima kasih ya sayangku. " Jawab Bintang dengan penuh kepercayaan dirinya.


" Mas Bintang panggil apa yang terakhir? " Bulan memastikan.


" Sayang, memangnya kenapa? Boleh dong, kan sama calon istri sendiri. " Bintang masih dengan kepedeannya.


" Mas, jangan gitu dong. Kita kan belum ada hubungan apa-apa, nanti kalau orang tua kita tidak setuju bagaimana? " Khawatir Bulan.


" Adinda Bulan tenang saja, mas yakin. Kalau orang tua kita pasti akan setuju, percayalah sama mas mu ini. " Bintang semakin percaya diri.


" Mas, saya serius. Jangan bercanda dong, saya kan belum menjawab iya juga. " Kesal Bulan.


" Mas juga serius adinda, bahkan lebih dari serius. Walaupun adinda belum mengatakannya, mas tetap yakin akan jawaban adinda. Yaitu menerima Bintang Ramadhan menjadi imamnya. " Bintang menjawab dengan menaik-naikkan alisnya.


Karena perdebatan konyol mereka, tak terasa mereka berdua sudah sampai ke tempat tujuan.


" Sudah sampai sayang. " Bintang masih terus menggoda Bulan.


" Maaaaas. " Bulan benar-benar kesal.


" Dalem sayang, " Jawab Bintang, dia turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Bulan.


" Terima kasih mas " Bulan turun dan berterima kasih.

__ADS_1


" Oh ya, nanti pulangnya mas jemput ya? " Bintang menawarkan diri.


" Tidak usah mas, saya bisa pulang sendiri. " Tolak Bulan.


" Kok tidak usah sih adinda, kan mas pengen antar jemput kamu. " Rengek Bintang seperti bocah ( Cinta bisa membuat seseorang hilang akal 😁 ).


" Iya mas tidak usah, nanti saya kirim pesan saja ya. Sekarang lebih baik mas segera berangkat ke kantor. " Bulan mendesak Bintang agar segera pergi.


" Di usir nih ceritanya, iya deh mas ke kantor. Tapi jangan lupa ya kirim pesannya. Assalamu'alaikum. " Rajuk Bintang dan dia langsung pamit memasuki mobil.


" Wa'alaikumussalam, Insya Allah mas. Hati-hati dan terima kasih mas. " Sahut Bulan.


Mobil Bintang pun sudah meninggalkan sekolahan Bulan, dan Bulan pun langsung bergegas masuk ke sekolahan. Karena sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi, dan benar saja bel pun berbunyi.


......................


Sesampainya Bintang di kantor, dia di kagetkan oleh sesorang. Orang tersebut sudah menunggu Bintang di depan ruangannya, dan dia langsung berdiri setelah melihat Bintang datang.


" Hai Bin, apa kabar? " Sapa orang tersebut sambil mengulurkan tangannya.


" Fanya? " Bintang mengulurkan tangannya dengan ragu.


" Ya kagetlah, tiba-tiba kamu muncul. Ada apa? " Tanpa basa-basi Bintang bertanya.


" Enggak di tawarin masuk ke ruangan kamu nih? Tawarin minum atau apa gitu. " Ucap Fanya dengan suara manjanya.


" Tidak perlu masuk, disini saja. Ada apa? Tumben. " Kata Bintang terang-terangan.


" Dari dulu kamu itu masih sama ya, tidak berubah. Tapi aku suka. " Celetuk Fanya.


" Maksud kamu apa? " Bintang bingung dengan ucapan Fanya.


" Maksudnya, kamu itu dingin sama cewek. Dan aku suka itu. " Fanya semakin ngelunjak.


" Suka kenapa? Kamu itu kalau ngomong yang jelas, jangan bertele-tele. Aku harus kerja nih. " Kesal Bintang.


" Bin, aku tu sebenarnya dari dulu suka sama kamu tahu. Kamunya aja yang enggak peka dengan itu, dan sekarang aku sudah tidak tahan lagi memendam rasa itu. Aku sudah coba untuk suka dengan cowok lain, tapi tetep aja gagal. Apalagi setelah bertemu kamu lagi waktu itu, aku semakin tidak bisa meredam rasa ini lagi. " Jelas Fanya.

__ADS_1


" Terus mau kamu sekarang apa? " Bintang tidak mengerti.


" Maksudnya, kita pacaran yuk. Aku tahu kamu masih sendiri kan, aku sudah cari tahu itu belakangan ini. Jadi, apa salahnya kita coba yuk. " Fanya semakin agresif dan berani. Entah keberanian dari mana yang ia dapatkan, padahal dulunya dia kalem sekali.


" Stop Fanya, aku tidak bisa. Maaf sekali, aku benar-benar tidak bisa. " Tentu Bintang menolak dengan keras.


" Kenapa Bin? Apa kurangnya aku? Apa aku kurang cantik? Kurang seksi? Kurang menarik? Katakan Bin. " Suara Fanya semakin meninggi dan terdengar serak menahan tangis.


" Tenang Fanya, kamu harus tenang. Kamu ini kenapa? Kenapa kamu sekarang seperti ini? Dengar Fanya, cinta itu tidak bisa dipaksakan. Jadi, aku benar-benar minta maaf. Aku lebih senang kalau kita hanya berteman saja, tidak lebih Fanya. " Bintang mencoba memberi pengetian kepada Fanya.


" Kamu jahat Bintang, kenapa dari dulu sampai sekarang aku tidak bisa memilikimu? " Fanya sekarang sudah menangis sambil teriak dihadapan Bintang.


" Fanya. " Teriak Bintang.


" Kenapa? " Mereka malah saling meneriaki satu sama lain.


" Fanya, lebih baik sekarang kamu pulang dan tenangkan diri kamu dulu. Nanti setelah kamu merasa lebih baik dan siap menerima kenyataan, kita bisa ngobrol lagi. Pliiis, ini kantor. Jadi tolong, kamu jangan buat kegaduhan sepagi ini. " Bintang berbicara dengan lembut.


" Kamu usir aku Bin? Kamu beneran tega sama aku. " Fanya masih dengan emosinya.


" Fanya, aku sudah berusaha ngomong baik-baik ya. Sekali lagi, tolong kamu pulang saja. Niko....." Bintang memanggil asistennya.


" Iya pak, ada yang bisa saya bantu? " Niko datang dengan nafas yang terengah-engah karena berlari setelah mendengar panggilan dari bosnya.


" Kamu tolong antar temen saya keluar ya. " Perintah Bintang.


" Baik pak, ayo mbak saya antar. " Niko mempersilahkan Fanya untuk mengikutinya.


" Tidak perlu, aku bisa sendiri. Bintang, aku pasti akan datang lagi. Dan kamu, pasti tidak akan menolakku lagi. Ingat itu, bye....." Fanya mengancam dan berlalu pergi di ikuti oleh Niko.


Bintang langsung masuk ke dalam ruangannya, dan sedikit memukul meja kerjanya.


" Kenapa ada saja masalah seperti ini, Queen sudah pergi. Sekarang datang lagi si Fanya. Semoga cukup hari ini saja. " Gumam Bintang.


Tiba-tiba ponsel Bintang berbunyi tanda pesan masuk dari Bulan.


✉ " Assalamu'alaikum. Mas maaf ya, kita sebaiknya tidak terlalu sering bertemu berdua. Karena akan menimbulkan fitnah dan dosa, mas ngerti kan. Apalagi, kita memang tidak ada hubungan apa-apa saat ini. Makanya, saya tidak mau kalau mas Bintang antar jemput saya. Sekali lagi maaf ya mas, saya harap mas Bintang mengerti. Wassalamu'alaikum. " Bunyi pesan dari Bulan.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2