
Karena sudah lama Bintang tak ke kantor, jadi pekerjaan yang menantinya cukup banyak. Ia mulai mengerjakannya satu per satu, dan ia berharap agar cepat selesai. Karena ia sudah merasa sangat rindu dengan sang istri.
" Nik, berapa banyak lagi yang harus saya periksa dan tanda tangani ini? " Bintang bertanya kepada sang asisten sembari terus mengerjakan pekerjaannya.
" Masih lumayan banyak pak, kenapa pak? Ada yang bisa saya bantu?..." Sahut sang asisten.
" Baiklah, tidak apa-apa. Kamu boleh keluar sekarang, nanti kalau saya ada perlu akan saya panggil kamu. " Bintang terus saja berbicara tanpa melihat lawan bicaranya.
" Baik pak, kalau begitu saya permisi. " Niko mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan bosnya.
" Hmmm " Jawab Bintang singkat.
Setelah kepergian sang asisten, Bintang menghentikan pekerjaannya. Ia memandangi layar ponselnya, dan melihat foto dirinya dan sang istri yang saat ini sangat ia rindukan.
" Sayang, mas kok kangen sekali ya. Padahal kita baru saja berpisah, mas engga rela jauh-jauh dari kamu ini. Kamu kangen engga sama mas? " Bintang berbicara sendiri sembari mengelus wajah sang istri yang ada di ponselnya.
" Bintang, makanya cepat selesaikan pekerjaan kamu. Supaya bisa segera bertemu pujaan hatimu. " Bintang berbicara kepada dirinya sendiri.
......................
Setelah selesai rapat dan segala macam, Bulan keluar dari ruangannya dan mencari Bunga. Karena tak kunjung bertemu dengan adik iparnya, ia memutuskan untuk menelepon sang adik.
📞 " Assalamu'alaikum, kamu dimana sayang? " Salam Bulan setelah tersambung dengan Bunga.
📞 " Wa'alaikumussalam kak, aku didepan kak. Lagi jajan nih, heheheh. " Sahut Bunga dengan cengengesan.
📞 " Ouh di depan, kalau gitu kakak susul kesana ya? " Ucap Bulan.
📞 " Oke kakak ipar sayang, aku tunggu ya. " Bunga menjawab dengan mulut terus mengunyah jajanannya.
📞 " Siap, assalamu'alaikum. " Salam Bulan.
📞 " Wa'alaikumussalam. " Jawab Bunga dan langsung memasukkan kembali ponselnya kedalam tas setelah teleponnya terputus dan ia melanjutkan makannya.
Bulan sudah sampai ke tempat makan yang dimaksud Bunga, ia segera menghampiri adik iparnya.
" Bunga, sudah selesai? " Sapa Bulan dengan lembut sembari memegang bahu sang adik.
" Iya kak sebentar lagi, kakak ipar mau? " Bunga menyodorkan makanannya kepda Bulan.
__ADS_1
" Engga Bunga, kamu selesaikan saja makannya. Kakak mau telepon mas Bintang sebentar ya, mau kasih tahu kalau kita pulangnya naik taksi saja. " Ucap Bulan.
" Oke . " Bunga mengajungkan jempolnya.
📞 " Assalamu'alaikum mas,... " Salam Bulan setelah telepon diangkat oleh Bintang.
📞 " Wa'alaikumussalam sayang, ada apa? Kangen ya? Sama, mas juga kangen. " Jawab Bintang dengan penuh semangat, karena mendapat telepon dari pujaan hatinya.
📞 " Iya, adek kangen. Puas? Sebelumnya maaf ya mas, karena adek ganggu kerjaannya mas. Ini loh mas, adek mau kasih tahu. Kalau adek sama Bunga pulangnya naik taksi saja ya? " Bulan meminta izin kepada sang suami.
📞 " Engga ada yang ganggu sayang, justru mas seneng banget di telepon sama kamu. Memangnya urusannya sudah selesai ya? " Sahut Bintang.
📞 " Alhamdulillah kalau engga ganggu, iya mas. Adek sudah selesai. Gimana? Bolehkan? " Bulan ingin memastikan kalau Bintang mengizinkannya.
📞 " Mas jemput saja ya sayang? Masa kamu naik taksi? " Bintang ingin sekali menjemput sang istri.
📞 " Engga apa-apa mas, nanti malah kasihan masnya harus bolak balik. Mas pasti masih banyak kerjaan kan? " Bulan tahu, jika pekerjaan sang suami saat ini pasti sedang menumpuk.
📞 " Tapi sayang,.... " Ucapan Bintang terpotong oleh Bulan.
📞 " Boleh ya mas, adek cuma kasihan saja sama mas. Nantikan kita juga bertemu di rumah sayang, pliiiis.. " Bulan bukan melawan kemauan sang suami, tapi dia mempunyai alasan kenapa menolak tawaran sang suami.
Setelah cukup lama Bulan meyakinkan Bintang, akhirnya diizinkan juga pulang menggunakan taksi. Dan setelah telepon sudah terputus, Bulan segera memesan taksi online melalui aplikasi yang ada di ponselnya.
Bulan dan Bunga pun di bawa oleh beberapa orang tersebut menggunakan mobil entah kemana.
" Astaghfirullahal'dzim, kalian siapa? .... " Ucap Bulan setelah sadar dari pingsannya, dengan cara di siram air oleh orang yang tak dikenal.
" Hahahaha hahahaha.... " Orang-orang tersebut malah tertawa mendengar pertanyaan Bulan.
" Kak, aku takut. " Bunga terlihat sangat ketakutan, apalagi tangan dan kaki mereka saat ini sedang diikat.
" Kamu tenang ya Bunga,..." Bulan mencoba tenang di hadapan sang adik ipar.
" Kak, siapa mereka ini ? Kenapa kita dibawa kesini? " Tanya Bunga dengan suara bergetar.
" Kakak juga engga tahu Bunga, kamu jangan takut ya. Insya Allah kita engga akan kenapa-kenapa. " Sekali lagi, Bulan mencoba menenangkan sang adik ipar.
" Diaaaammmmm...." Bentak salah seorang yang ada disana.
__ADS_1
" Hiks,... hiks,... hikss..." Bunga semakin menjadi menangisnya.
" Ya Allah, hamba mohon lindungi kami dari segala mara bahaya ini. " Bulan berdoa dalam hati.
...****************...
Jam sudah menunjukkan waktu pulang kantor, Bintang sangat bersemangat sekali ingin pulang ke rumah. Ia segera menuruni gedung perkantorannya menggunakan lift. Sesampainya di parkiran, ia segera memasuki mobilnya dan melajukannya untuk pulang ke rumah.
Tak butuh waktu lama, Bintang sudah sampai di kediamannya dan segera turun dari mobil.
" Assalamu'alaikum...." Salam Bintang setelah masuk ke dalam rumah.
" Wa'alaikumussalam, sudah pulang nak? Loh mana istri sama adikmu? " Sang mama yang menyambutnya.
" Maksud mama apa? Bukannya mereka sudah pulang dari tadi siang? " Bintang kaget dengan pertanyaan sang mama.
" Sudah pulang? Mama seharian di rumah Bintang, dan mereka belum ada pulang. Coba kamu hubungi mereka " Sang mama pun panik.
" Ya Allah, kemana mereka. " Bintang sangat cemas, sembari mencoba untuk menghubungi sang istri.
Tapi sayang, ternyata ponsel Bulan maupun Bunga sudah tidak ada yang aktif lagi. Maka bertambah paniklah Bintang dan sang mama.
" Ma, gimana ini? Kenapa HP mereka tidak ada yang aktif. " Bintang berkata dengan suara yang sudah bergetar.
" Mama juga engga tahu Bintang,.." Sahut sang mama.
" Assalamu'alaikum..." Di tengah kepanikan mereka berdua, tiba-tiba pak Jafar baru pulang juga dari kantor.
" Wa'alaikumussalam,..." Jawab Bintang dan bu Juni bersamaan.
" Kalian kenapa? Kok seperti orang panik gini? Terus, ini rumah kok sepi banget? Bulan sama Bunga mana? " Pak Jafar heran dengan suasana yang ada.
" Pa, anak dan menantu kita hilang. " Bu Juni langsung berasumsi bahwa anak dan menantunya menghilang.
" Hilang gimana? Bintang, coba jelasin ke papa. " Pak Jafar belum paham maksud sang istri.
" Intinya begini pa, Bulan sama Bunga engga bisa di hubungi. Dan tadi siang, Bulan bilangnya kalau mereka sudah mau pulang. Tapi kata mama, mereka belum ada pulang ke rumah. " Jelas Bintang sembari mencoba terus untuk menghubungi Bunga maupun istrinya.
" Astaghfirullah, kita harus segera mencari mereka Bintang. Keburu hari gelap nanti. " Pak Jafar turut panik setelah mengetahui ceritanya.
__ADS_1
" Mama ikut...
Mohon selalu dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.