Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Honeymoon 2


__ADS_3

" Mas, ayo bangun sudah jam berapa ini? " Bulan berusaha melepaskan pelukan erat sang suami yang masih terlelap.


" Sebentar lagi ya sayang,.. " Jawab Bintang dengan mata tertutup.


" Mas, katanya kita mau jalan-jalan. Mau ngajak keliling-keliling juga, masa sampai jam segini masih di tempat tidur sih. " Rengek Bulan.


" Iya sayang, sebentar ya. Mas masih pengen peluk kamu seperti ini. " Bintang bukannya bangun, ia malah semakin mengencangkan pelukannya. Sengaja ia membuat sang istri ngambek.


Bulan tidak menjawab ucapan sang suami, ia hanya ikut memejamkan mata saja. Bintang yang merasa tidak di tanggapi oleh sang istri pun membuka mata, ia ingin mengecek kenapa sang istri tidak menjawab.


" Sayang, kamu marah ya? Iya deh mas bangun, ayo kita jalan-jalan. " Bintang mencolek hidung sang istri, tapi Bulan masih diam dengan mata yang terpejam.


" Sayang, kenapa diam saja? " Bintang mencium pipi sang istri, tapi Bulan masih mengabaikannya.


" Sayang, ngomong dong. Mas paling enggak bisa di diemin kayak gini. " Bintang masih berusaha membuat Bulan membuka mata.


" Siapa yang diam, kan kata mas tadi. Mas mau peluk adek seperti ini aja, jadi adek ikut tidur aja deh. " Bulan akhirnya membuka suara dengan mata masih terpejam.


" Sayang, buka dong matanya. Mas minta maaf ya, sekarang kita bangun dan sarapan. Setelah itu, kita keliling-keliling. " Bintang masih membujuk sang istri dengan menciumi matanya.


" Mas, sudah dong. Iya, adek buka nih matanya. " Bulan membuka mata juga.


" Nah gini kan enak, jangan marah ya istriku yang cantik? " Ucap Bintang sambil mencium bibir sang istri yang tersenyum geli dengan kelakuan sang suami.


" Mas, mas. Adek mana bisa marah sama suami adek yang ganteng ini, yang ada adek semakin seneng. Karena selalu di manja dan di sayang setiap hari, adek itu cuma godain mas aja. Hehehehehe, maaf ya sayang. " Bulan mencoba berkata-kata manis dengan Bintang.


" Mas maafin, tapi cium dulu. " Bintang memajukan bibirnya tanda minta di cium sang istri. Bulan tanpa ragu langsung melakukan apa yang di minta oleh sang suami, bahkan ia melakukannya sedikit lama.


" Sudah pintar ya istri mas ini, tapi mas suka. " Ucap Bintang setelah di cium sang istri.


" Kan mas yang ngajarin. " Senyum Bulan malu-malu.


" Oh iya ya, hahahaha. Jadi, kita keliling sekarang nih? " Bintang menoel hidung sang istri.

__ADS_1


" Katanya mau sarapan dulu,..." Sahut Bulan.


" Mas maunya sarapan kamu sayang. " Bintang mulai menggoda lagi.


" Mas, nanti keburu siang dan panas loh. Kalau emang enggak jadi, ya kita tidur aja di kamar. " Bulan kembali berbaring lagi.


" Yakin nih kita tidur lagi? Ayo sayang, mas juga mau. " Bintang malah beneran ikut berbaring disamping sang istri.


" Maaaas, kamu seneng banget buat adek kesal. " Bulan menatap sang suami disebelahnya sambil mencubit kecil perutnya.


" Aww, sakit sayang. Dari pada di cubit, mending di sayang-sayang dong. " Manja Bintang sembari mengelus bekas cubitan yang tidak berasa sakit sebenarnya.


Mereka berdua akhirnya bangun dan sarapan bersama, setelah sarapan mereka pun bersiap-siap keluar kamar untuk brkeliling.


Bulan terlihat sangat senang sekali, karena dia tidak pernah membayangkan ataupun bermimpi tentang hal indah seperti yang dirasakannya saat ini.


" Kamu senang sayang? " Tanya Bintang yang terus menggenggam tangan sang istri.


" Sama-sama sayang, mas juga senang. Karena bisa ke tempat indah seperti ini bersama orang yang tersayang. " Ucap Bintang mengecup kepala sang istri.


" Mas, adek sebenarnya enggak pernah ngebayangin bisa pergi ke tempat seperti ini loh. Apalagi bersama orang yang spesial. " Sahut Bulan, sembari mereka duduk diatas jalanan yang dibawahnya terbentang air laut yang jenih.



" Berarti, mas orang yang spesial dong? " Goda Bintang dengan menaik-naikkan alisnya.


" Ya iya lah mas spesial, kalau enggak spesial. Enggak mau adek jadi istrinya, hahahahha. " Bulan balik menggoda sang suami.


" Semakin pintar ya ustadzah kesayangan mas ini,... " Bintang berbicara sembari terus merangkul bahu sang istri.


" Mas.. " Panggil Bulan.


" Iya sayang, ada apa? Kok mukanya jadi serius gitu? " Bintang heran dengan ekspresi wajah sang istri.

__ADS_1


" Kira-kira, mas mau punya anak berapa? " Tanya Bulan serius.


" Mas sih berapa aja sayang, sedikasihnya aja sama Allah. Memangnya kenapa? " Bintang masih heran.


" Mas pengen cepet-cepet ya punya anaknya? " Tanya Bulan lagi.


" Sayang, kalau dikasih cepet ya alhamdulillah. Tapi, kalau belum dikasih-kasih. Itu tandanya, kita masih diberi kesempatan untuk berduaan lebih lama lagi. Kenapa sih sayang? " Bintang mengelus kepala sang istri.


" Adek cuma takut saja mas, kan mas Bintang tahu sendiri. Kalau mbak Alesa sampai sekarang belum hamil juga, adek takut juga kalau sampai kayak mbak Alesa. " Jawab Bulan lirih.


" Sayang, dengerin mas ya. Mas tidak akan mempermasalahkan tentang itu, karena semua sudah diatur sama sang pencipta kan? Kita sebagai hambanya, hanya perlu berusaha dan berdoa. Jika keduanya sudah kita lakukan, tinggal menunggu keputusan sang pemberi hidup saja sayang. Dan mas mohon, kamu enggak boleh bahas hal ini lagi ya. Lagian kan, kita nikah juga baru seminggu. Kita nikmati saja dulu kebahagiaan yang ada saat ini. Dan lagi sayang, tujuan kita kesini itukan untuk senang-senang. Jadi, jangan sedih-sedihan lagi ya. Mas paling enggak bisa melihat bidadarinya mas bersedih seperti ini, sudah ya sayang. " Bintang memeluk sang istri yang terlihat muram.


" Iya mas, maafin adek ya. Adek cuma khawatir saja, tapi bener apa kata mas tadi. Kita hanya perlu berusaha dan berdoa, sisanya tinggal kita serahkan kepada-NYA. Terima kasih atas pengertian dan kasih sayangnya mas. " Bulan membalas pelukan sang suami.


" Nah senyum gini kan enak, tambah keluar aura kecantikan istrinya mas ini. Muach. " Puji Bintang sembari mengecup kening sang istri.


" Terima atas pujiannya suamiku yang paling guanteng, adek semakin sayang sama mas. Muach. " Bulan berbalik memuji sang suami dan mencium pipinya sekilas.


" Hehehehe, kita lanjut keliling lagi yuk. Kamu mau kemana lagi sayang? " Bintang berdiri dan menarik lembut tangan sang istri agar ikut brdiri.


" Ayo mas, kemana saja deh. Asal sama kamu mas, hahahaha. " Bulan menjawab dengan gombalan.


" Bisa aja kamu sayang, ayo jalan. " Bintang semakin senang, karena sang istri sudah tidak malu-malu lagi.


Akhirnya mereka berdua melanjutkan berkelilingnya, sambil terus bersenda gurau.


Terima kasih untuk semua yang sudah selalu LIKE, KOMENTAR, dan VOTE serta yang sudah menjadikan Ustadzah, I Love You FAVORIT.


Terima kasih atas dukungan kalian semua 😊


Salam sayang dari BINTANG ⭐ & BULAN 🌙


Mohon Selalu dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2