Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Indahnya Pacaran Setelah Menikah


__ADS_3

Sudah 3 hari Bintang dan Bulan menginap di hotel. Hari ini rencananya Bintang dan Bulan akan pulang ke rumah orang tua Bintang. Karena mereka akan melangsungkan acara Honeymoon ke suatu tempat, jadi mereka harus pulang ke rumah dulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


" Mas, memangnya kita akan honeymoon kemana sih? " Tanya sang istri yang sedang beberes.


" Ada deh, itu rahasia. Dan akan menjadi surprise untuk istri mas yang tersayang ini. " Jawab Bintang sambil mencubit gemas hidung sang istri.


" Kok main rahasia-rahasiaan sih mas, adek enggak di kasih tahu nih? " Bulan pura-pura ngambek.


" Untuk sekarang iya rahasia, tapi nanti kamu bakal tahu juga sayang. Sabar ya cantik. " Goda sang suami.


" Mas Bintang enggak asik ah. " Bulan masih sedikit ngambek.


" Aduuuuh lucunya kalau istri mas ini ngambek, sini mas cium. " Bintang semakin menggoda sang istri.


" Maaaas, adek serius nih. Masa iya sama istri sendiri main rahasia-rahasiaan, katanya sayang? " Ucap Bulan sedikit manja.


" Udah pinter ya sekarang? " Sahut sang suami semakin gemas dengan tingkah sang istri.


Ucapan Bintang tak direspon lagi oleh Bulan, ia terus saja membereskan barang bawaan yang akan mereka bawa pulang ke rumah. Karena Bintang merasa diacuhkan oleh sang istri, ia segera mendekati sang istri dan memeluknya dengan lembut.


" Marah ya sayang? Kok diemin mas sih? " Ucap Bintang sambil menciumi sang istri yang masih mendiamkannya.


" Sayang, pliiiiiis jangan marah dong. Dosa tahu diemin suami itu. " Bintang berusaha membuat sang istri bersuara.


Bulan sebenarnya tidaklah marah kepada sang suami, ia hanya ingin membalas kejahilan sang suami saja. Jadi, sengaja ia mengacuhkan dan mendiamkan sang suaminya saat ini.


" Sayang, kamu beneran marah sama mas ya? Iya deh, nanti mas kasih tahu kita mau honeymoon kemana. Tapi, sekarang kamu jangan diemin mas lagi ya. " Bintang terus saja membujuk sang istri yang masih diem menahan tawa.


" Apa sih mas? Adek enggak marah kok, kita jadi pulang enggak ini? " Bulan masih saja dingin dengan suaminya.


" Kita enggak akan pulang, sebelum kamu memaafkan mas. Dan ngomong lagi seperti biasanya. " Sahut sang suami.


" Ya sudah kalau gitu, adek tidur aja lagi. " Bulan bukannya menyudahi aktingnya, akan tetapi semakin membuat Bintang salah tingkah.


" Sayang, udah dong ngambeknya. Mas bisa gila kalau kamu ngambek seperti ini. " Bintang sudah mulai panik melihat sikap sang istri.

__ADS_1


" Siapa juga yang ngambek, udah lah mas. Kita pulang atau tidur nih? " Goda sang istri dengan nada serius.


" Enggak kedua-duanya, mas maunya kamu senyum lagi seperti biasanya dan enggak marah serta ngambek lagi sama mas. " Jawab sang suami serius.


Karena Bulan sudah tidak tahan lagi menahan tawanya, ia pun tertawa puas melihat ekpresi sang suami.


" hahahaha, mas, mas, Memang enak di kerjain. Maafin adek ya, adek enggak marah sama ngambek kok mas. Tapi, adek beneran kesal loh, karena mas main rahasia-rahasiaan sama adek. " Ucap Bulan.


" Iiihhh, kamu itu ya. Buat jantung mas mau copot aja, kirain marah beneran tahu. Awas ya kamu. " Sahut sang suami sambil menggelitiki sang istri yang ada dipelukannya.


" Sudah mas, geli tahu. Iya ampun mas, heheheh. " Bulan memohon agar tidak di gelitiki lagi oleh sang suami.


" Enggak ada ampun pokoknya, mas minta cium dulu baru mas lepasin. " Bintang membuat negosiasi terhadap sang istri.


" Itu sih maunya kamu kan mas. " Senyum sang istri.


" Ya jelas mas mau banget dong di cium sama istri mas yang cantik ini. " Bintang menggendong sang istri menuju ke tempat tidur dan membaringkannya.


" Mas, kok malah ke tempat tidur? Kita beneran mau tidur ini? Enggak jadi pulangnya? Nanti kita di tungguin loh? " Bulan bingung.


" Ampun mas, sudah dong gelitik-gelitiknya. Geli tahu? Iya, sini adek cium. Mau yang mana? " Bulan ingin menuruti keinginan sang suami.


" Semuanya, jangan sampai ada yang terlewatkan. Dan sampai mas bilang cukup, baru boleh berhenti. " Sekarang giliran Bintang yang mengerjai sang istri.


" Mas mau balas dendam ngerjain adek ya? Boleh, ayo sini. " Bulan tak gentar dengan ucapan sang suami.


Karena sang suami yang minta di manjain sang istri, jadi acara mereka pulang pagi pun gagal. Di karenakan, mereka bermanja-manjaan di atas tempat tidur. Meski tak melakukan sampai ke hal intim, tapi mereka menikmati masa pacaran setelah menikah tersebut.


" Mas, ini sudah hampir siang loh. Takutnya nanti, kita ditungguin ini. " Ucap Bulan dalam dekapan sang suami.


" Tapi, mas masih ingin bermanja-manjaan seperti ini sayang. Nanti kalau sudah di rumah, pasti ada banyak gangguan. " Sahut sang suami yang masih enggan melepaskan sang istri dari pelukannya.


" Mas Bintang, mas Bintang. Kamu ada-ada aja. Memangnya siapa sih yang bakal gangguin? " Jawab sang istri.


" Yang pastinya mama sama Bungalah, lebih tepatnya Bunga. siapa lagi? " Bintang suudzon kepada mama dan adiknya.

__ADS_1


" Hush, mas. Enggak boleh suudzon gitu ah, mama sama Bunga enggak mungkin gangguin kita. " Bulan mengingatkan sang suami agar tidak berburuk sangka.


" Iya maaf sayang, tapi mas ngerasanya memang gitu. " Bintang masih setia mendekap tubuh sang istri.


Setelah perdebatan dan obrolan manja mereka, mereka pun memutuskan untuk segera bergegas pulang ke rumah. Karena mereka sadar, pasti sudah di tunggu oleh keluarga besar mereka. Soalnya, dari tadi banyak pesan dan panggilan masuk ke ponsel mereka.


Sedangkan di kediaman pak Jafar, sudah berkumpul semua anggota keluarga inti untuk menyambut kedatangan pengantin baru. Termasuk pak Soleh sekeluarga juga sudah menunggu mereka di rumah pak Jafar.


Sembari menunggu kedatangan pengantin baru, para orang tua dan yang lain mengobrol santai sambil menikmati camilan dan minuman yang sudah disediakan.


" Langit, kata kakak ipar. Kamu bakal masuk di sekolah kita ya? " Bunga mengobrol dengan Langit.


" Rencananya sih gitu mbak, bolehkan? " Jawab Langit.


" Iya boleh lah Ngit, justru aku seneng kalau kamu masuk ke sekolah kita. " Ucap Bunga.


" Tapi, susah enggak mbak ujian masuknya? " Langit sedikit khawatir dengan tes-tes yang akan di hadapinya nanti.


" Kalau buat kamu, pasti gampanglah Ngit. Kan kamu pintar, jangan sok polos gitu deh. " Goda Bunga.


" Aamiin, mudah-mudahan. Terima kasih loh pujiannya, heheheh. " Langit sedikit malu mendengar pujian Bunga.


" Itu bukan pujian Langit, tapi kenyataannya kan? " Ucap Bunga.


" Hahahah, mbak Bunga bisa aja. Ohya, kenapa mas Bintang sama mbak Bulan lama sekali ya sampainya? " Langit merasa heran, karena yang ditunggu-tunggu dari pagi tak kunjung datang juga.


" Iya ya Ngit, ngapain sih mereka? Enggak tahu apa? Kalau kita semua sudah nungguin dari shubuh sampai siang bolong begini. " Oceh Bunga.


" Mbak Bunga, gimana kalau kita video call aja mereka? " Langit memberi ide.


" Ide bagus itu Ngit, siapa suruh lama banget. Kita gangguin aja yuk mereka, hahahah. " Keluar sifat jahil Bunga dan Langit.


Mereka berdua pun segera menelepon kakak-kakaknya......


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2