
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Makan malam dua keluarga pun akhirnya bisa terlaksana, meski Vira adik Willy tidak bisa hadir karena Aquino putra nya sedang demam akibat bermain hujan-hujanan di luar rumah.
Mom Arr dan Bunda Anasya kembali bertemu setelah beberapa tahun lama nya mereka tidak bertemu, di masa lalu keduanya sedikit memiliki masalah dan itu tidak akan mereka buka lagi di masa sekarang.
Biarlah kejadian di masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan keduanya sudah akur dan bahagia menjadi besan.
"Selamat makan semuanya" kata Joy dengan senyuman nya.
Semenjak hamil Joy memang sangat aktif, tentu nya dengan banyak nya permintaan nya yang aneh-aneh tentunya.
"Mau makan ini sayang?" tanya Joy pada suaminya.
"Ayam saja" pinta Willy.
Joy mengangguk lalu mengambilkan makanan yang di minta suaminya.
"Makasih sayang" kata Willy sambil tersenyum.
"Sama-sama sayang" balas Joy sambil tersenyum.
"Mommy mau ayam juga" pinta Vicky.
Dan Joy yang mendengar itu ingin mengambilkan, tapi gerakan tangan nya terhenti karena sudah di dahului oleh Ayuni.
"Kakak duduk aja, biar aku yang ambilkan" kata Ayuni sambil mengambilkan ayam untuk keponakan nya.
__ADS_1
Joy tersenyum dan kembali duduk di dekat Willy sang suami.
"Hati-hati sayang" Willy memegang tangan sang istri.
Joy tersipu malu karena di perlakukan manis seperti ini, Ayah Robert dan Dad Lian tersenyum melihat hal itu, jelas terlihat jika Willy sangat mencintai Joy dan keduanya senang untuk itu.
"Dit Yuna udah punya anak tiga loh, Vira malahan udah punya dua, kamu kapan rencana nyusul?" tanya Mom Arr pada Radit.
Uhuk.. uhukk..
Radit terbatuk-batuk mendengarkan pertanyaan itu, akhirnya pertanyaan keramat itu keluar dari mulut Mom Arr.
Padahal sebelumnya Radit sempat bernafas lega karena Vira tidak jadi datang kesini, dan dengan begitu tadi ada yang akan meledek nya akan kejombloan nya, tapi dia salah tidak ada Vira tapi masih ada Mom Arr yang tentunya gatal untuk tidak bertanya.
"So batuk" cibir Willy sambil makan.
"Minum nih kak" Ayuni memberikan segelas air putih pada sang kakak.
Radit minum setengah nya, dan setelah habis minum dia melirik Mom Arr yang seperti nya masih kepo dengan nya.
"Masih betah jomblo dia Mom" sahut Willy.
"Ya gimana lagi ketikung yang tua terus" sahut Radit agak sewot.
"Emang dasar nya nggak punya skill dapatin pacar aja" Willy menatap tak suka adik ipar nya.
Ucapan Willy seolah menyindirnya yang dua kali gagal memacari gadis yang dia suka, membuat Radit kembali makan dengan wajah di tekuk nya.
Ayah Robert dan Dad Lian hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan antara Willy dan Radit, semua itu mengingatkan mereka akan masa lalu nya dimana mereka juga sering berebut pacar.
__ADS_1
Sedangkan Mom Arr sang pembuat pertanyaan malah santai makan, dan tidak berniat bersuara lagi setelah melihat jika perselisihan antara kakak dan adik ipar itu cukup menegangkan.
.
.
.
Setelah selesai makan malam mereka lanjut di ruangan bersantai mengobrol ringan, dan seperti biasnya para pria selalu memiliki tempat berbeda yaitu di ruang tamu membicarakan bisnis nya masing-masing.
Baik keluarga Willy dan Joy sama-sama unggul dalam bisnis, hanya saja perusahaan Dad Lian sekarang sudah di alihkan menjadi milik Rico dan Vira.
Lain dengan Willy yang sudah punya perusahaan sendiri dan tidak mau meminta apapun dari Daddy nya, bahkan saat merintis perusahaan nya pun Willy memakai uang pinjaman dari teman-teman nya hingga dia memiliki perusahaan yang besar seperti ini.
"Jadi siapa nih yang mau tidur sama Oma?" tanya Mom Arr pada kedua cucu nya.
"Aku Oma" Vicky mengacungkan telunjuknya ke udara Dengan wajah menggemaskan.
"Oke, malam ini Abang Vicky besok Kak Nino ya" kata Mom Arr.
"Asyik bobo bareng Oma" Vicky sangat senang karena Oma dan Opa nya memberikan banyak mainan untuk nya.
Ayuni tersenyum melihat sikap manis Vicky yang sangat butuh kasih sayang, tiba-tiba dia teringat pada Ayuna jika saja kakak nya masih ada pasti kakak nya senang karena mereka sekarang sudah menjadi aunty.
Kita akan punya keponakan baru kak, baby girls semoga nantinya keponakan kita lahir nya secantik dan sebaik kakak. batin Ayuni sambil tersenyum haru.
Karena semakin malam semaunya akhirnya ke kamar masing-masing, beruntung di rumah Willy memiliki banyak kamar tamu sehingga saat banyak keluarga yang menginap tidak kekurangan kamar.
Willy memang sengaja membeli rumah yang banyak kamar nya karena dia tau kalau anggota keluarga nya sangat banyak, dan Willy juga berniat memiliki banyak anak bersama Joy.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏