Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Gen William


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampainya di rumah Nino dan Sera sama-sama mandi di kamar mandi masing-masing, dan keduanya begitu penasaran akan apa yang akan orang tuanya lakukan setelah mengetahui jika Sera dan Nino saling mencintai.


Terkadang cinta memang tidak mengenal arah, seperti Sera dan Nino keduanya semula hanya tau jika perasaan nya hanya sebatas adik dan kakak saja.


Tapi takdir Tuhan tidak bisa tertebak, Nino mencintai Sera lebih dari cinta kakak pada adik nya, begitupun juga sedang Sera yang tanpa sadar mencintai Nino yang dia anggap adalah kakak nya.


"Kak Nino, kak Sera cepat!" teriak Annisa di tangga.


"Apa sih Ica teriak-teriak sewot Sera yang baru keluar kamar.


"Itu di panggil Mommy Daddy" kata Annisa sambil melihat kakak nya dari atas sampai bawah.


"Sekalian warna merah cabe kak, biar dower tuh bibir" kata Annisa sambil tersenyum meledek.


"Ck dasar ya anak ini, kamu belum tau ya kalau kakak mu ini sedang jatuh cinta, ehk anak kecil tau apa tentang cinta" Sera balik meledek Adi nya.


Yang mana membuat Annisa yang mendengar nya memutar bola matanya malas, kakak nya benar-benar sangat lebay dan terlalu narsis.


"Emang benar kata orang ya, cinta emang bisa bikin buta termasuk gila" sahut Annisa lagi.


"Diam kamu bocah" sewot Sera lagi.


"Nggak nyadar diri emang, baru 17 tahun udah so tua" Annisa tidak mau kalah.


Keduanya terus beradu mulut hingga akhirnya Nino keluar dari kamar nya, dia menengahi kedua adik nya yang saling meledek itu.


"Sudah, apa yang kalian ributkan?" tanya Nino.

__ADS_1


"Nggak ada" Annisa memilih pergi ke kamar nya.


Sera yang melihat itu hanya diam, membuat Nino bingung.


"Ada apa?" tanya Nino.


"Nggak tau" sahut Sera dengan wajah cemberut nya.


"Astaga" Nino kaget melihat bibir Sera yang sangat merah.


"Apa? lihat hantu?" sewot Sera.


Nino menggelengkan kepalanya, tangan nya terulur untuk menyentuh bibir Sera dan Nino mengusap lipstik Sera yang terlalu merah itu.


Sera terpaku dengan apa yang di lakukan oleh sang kakak, senyuman mengembang di wajah Cantik nya namun tak lama berselang Nino kembali mengeluarkan suaranya.


"Lipstik nya terlalu merah, tidak pas untuk mu" kata Nino.


Yang akhirnya membuat senyuman Sera luntur dan jadi cemberut kembali.


Nino melihat perubahan raut wajah adik nya, tangan nya kembali terulur untuk mengusap bibir Sera lagi.


"Kakak lebih suka kamu yang apa adanya, kamu cantik dengan tanpa make up, jangan berubah oke" ucap Nino sambil tersenyum.


Deg..


Jantung Sera berdebar sangat kencang, Sera tidak menyangka jika dia akan sebaper ini dengan kakak nya.


Bayangkan saja Nino memiliki wajah tampan dan sangat perfect, tentunya wajah nya sebagus kepribadian nya yang lembut yang membuat Sera semakin klepek-klepek pada Nino.


Nikah ini mah harus nikah, nggak nikah bisa di embat orang. batin Sera menatap kakaknya yang sedang tersenyum manis.

__ADS_1


"Ayo" Nino memegang tangan Sera.


Keduanya berjalan bersama menuruni tangga, Joy dan Willy menyaksikan keromantisan Sera dan Nino tentu saja keduanya senang, sekaligus was-was karena Sera dan Nino satu rumah.


"Ada apa Dad?" tanya Nino.


Saat ini mereka sudah duduk bersama di sofa, Joy yang duduk bersama Sera, dan Nino yang duduk di samping Daddy nya.


"Daddy dan Mommy akan menikahkan kalian, tapi dengan satu syarat Sera harus lulus dulu, dan itu tandanya tiga bulan lagi" Willy menjeda ucapan nya.


Sebelum memutuskan keputusan ini dia juga sudah berunding dengan Opa Lian dan Oma Arr, respin mereka tentu saja sangat senang untuk hal ini mereka yakin jika Nino adalah orang yang tepat untuk Sera.


Begitupun dengan Vicky, dia senang jika pada akhirnya kakak nya menikahi Sera, dia cukup tau lama jika Nino sang kakak menyukai Sera dari Sera kecil, terlihat bagaimana cara Nino menjaga Sera yang terlalu oporprotektif.


"Kami selaku orang tua sangat senang jika kalian menikah cepat karena itu akan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, tapi meski demikian sekolah juga penting jadi Daddy memutuskan untuk Nino harus tinggal di apartemen untuk sementara waktu" lanjut Willy.


Yang seketika membuat Sera manyun, dia tidak mau dipisahkan, satu bulan saja Sera sudah rindu apalagi tiga bulan, itu sangat lama.


"Baik Dad, aku akan tinggal di apartemen" Nino mengeluarkan suara nya.


Dia setuju dengan keputusan Daddy nya yang bijak, lagi pula Nino juga takut akan hilang kendali jika lama-lama bersama Sera, karena bagaimanapun dia normal.


"No, aku tidak setuju" Sera menolak..


"Tidak ada penolakan Sera, itu sudah keputusan Daddy itupun jika kamu serius mencintai kakak mu" tegas Willy.


Sera melirik kakak nya, lalu melirik Mommy nya yang diam saja.


"Daddy kenapa tidak di nikahkan sekarang saja? toh sama saja kan ujung-ujungnya nikah" celetuk Sera yang membuat semuanya melihat ke arah nya.


Persisi Willy, CK memang anak William. batin Joy tau pikiran putrinya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2