Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Keluar malam


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Apa kita akan pulang besok?" tanya Joy.


"Tidak, kita belum jalan-jalan" sahut Willy cepat.


Joy mangut-mangut mendengar ucapan suaminya, selama dua hari ini Willy benar-benar sibuk dengan pekerjaan nya bahkan mereka tidak ada waktu jalan bersama.


"Bukan belum jalan-jalan tapi memang belum" Joy memainkan tangan nya di dada terbuka suaminya.


Willy merasakan geli akibat tangan istrinya yang tidak bisa diam, tapi di tetap membiarkan apa pun yang di lakukan istrinya.


Setelah selesai bermain panas tadi keduanya memang tidak memakai pakaian nya melainkan melanjutkan lagi di ranjang, dan sekarang keduanya malah asyik bersembunyi di balik selimut.


"Apa kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Willy tangan nya ikut tidak bisa diam dan terus mengusap perut buncit istrinya.


"Perut kamu gemesin, seksi banget" lanjut Willy masih betah memainkan tangan nya untuk mengusap perut Joy yang buncit dan penuh lemak itu.


Joy terdiam dia terlihat sedang berpikir apa yang ingin dia beli, sampai akhirnya Joy tiba-tiba bangkit dari tempat tidur.


Willy tentu saja kaget melihat hal itu dia ikut berdiri dan duduk di tepi ranjang sambil melihat apa yang di lakukan istrinya.


"Aku seperti nya ingin sesuatu" kata Joy yang sibuk dengan koper.


"Apa?" tanya Willy cepat.


"Kuliner malam-malam, bukan kah aku tidak diet lagi?" Joy tersenyum ke arah suaminya.

__ADS_1


Willy ingin mengatakan tidak, tapi melihat senyuman di wajah istrinya membuat dia mengurungkan niatnya dan memilih mengikuti keinginan sang istri tercinta.


Sudah lama mereka tidak makan banyak, ya seperti yang di lakukan Joy Willy juga ikutan diet karena dia tidak bisa melihat istrinya menahan lapar sendiri.


"Baiklah kita kuliner malam ini" balas Willy sambil melangkah mendekati istrinya dan keduanya berpakaian.



"Apa tidak bisa tidak cantik seperti ini?" tanya Willy merasa kesal.


Joy yang cantik membuat dia malas pergi dan memilih mengurung istrinya di kamar saja.


"Apa? ini hanya riasan sederhana sayang" Joy menjawab santai.


"Ya, riasan sederhana itu membuat wajah mu cantik bahkan sangat cantik sehingga membuat aku kesal" sahut Willy sambil mengambil tisue dan menghapus lipstik yang ada di bibir istrinya.


Joy mencebikan bibir nya sebal, mana ada dia cantik apa ada nya, yang ada suaminya yang terlihat tampan.



Apa dia tidak sadar jika penampilan nya bahkan lebih waw di bandingkan dengan diriku yang gembrot ini. batin Joy kesal.


"Tersenyum, kamu cantik jika tersenyum tapi ingat senyuman ini hanya untuk ku, bukan untuk orang lain" tegas Willy.


Huh..


Joy seperti nya harus ekstra sabar menghadapi suami posesif nya, sekali saja dia berontak bisa di pastikan Joy tidak akan bisa berkuliner makanan di pinggir jalan, suaminya benar-benar tuan pencemburu.


"Aku juga ingin kamu pakai ini" Joy memberikan sweeter pada suaminya.

__ADS_1


Dada yang menggoda, wajah yang tampan demi apapun Joy tidak ingin berbagi pandangan dengan wanita lain.


"Apa ini bentuk posesif?" tanya Willy menerima sweeter nya.


"Anggap saja seperti itu, seperti yang kamu lakukan aku juga tidak suka dan tidak mau jika milik ku di lirik orang, kamu hanya milik ku" tegas Joy yang langsung mendapatkan kecupan di bibir nya.


Ralat bukan kecupan, melainkan ciuman panas yang berdurasi cukup lama dan Joy benar-benar menyesal untuk ucapan nya tadi, jika bisa dia ingin meralat ucapan nya yang tadi.


Kalau gini lipstik nya bukan habis lagi, tapi bibir ku monyong karena di gigit dia. batin Joy menggerutu.


"Kamu sangat manis aku merasa berat untuk keluar bagaimana kalau kita__" ucap Willy terhenti karena Joy mendorong pelan tubuh nya.


"Nggak ada, aku bosan di kamar terus mau makan laper tau!" kata Joy dengan bibir yang manyun.


Willy menahan diri untuk tidak mencium bibir seksi istrinya, dia tidak mau membuat istrinya kesal karena Willy tau bibir istrinya manyun seperti itu karena sedang kesal.


Setelah drama itu selesai Joy dan Willy akhirnya keluar dari kamar, dan saat sedang berjalan keluar keduanya melihat Yuda yang juga akan keluar.


"Mau bergabung dengan kami? kita akan makan di luar" ajak Joy.


Yuda yang melihat bos nya itu langsung menggelengkan kepalanya cepat, dia menolak dengan kata-kata sopan.


Dasar tuan dan nona, apa mereka tidak berdosa setelah membuat mata ku tercemar selalu. batin Yuda kesal.


Tadi saat dia masuk ke kamar hotel tuan nya dia tak sengaja mendengar desahaan, dan hal itu membuat dia terus terngiang-ngiang akan suara desahaan itu.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2