Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Memberikan harapan baru.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Joy sengaja tidak mengajak anak-anak itu makan di restoran, meski sebenarnya dia bisa saja tapi Joy membayangkan banyak nya yang akan di keluarkan.


Menurut Joy yang nya lebih baik di pakai dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti membelikan rumah atau barang-barang yang di perlukan anak-anak itu.


Keduanya hanyalah salah satu contoh dari banyak nya anak-anak yang bernasib malang karena memiliki orang tua yang tidak bertanggung jawab, dan Joy juga dulunya adalah salah satu nya meski sekarang kebagian sudah Joy gapai.


"Makasih ya kak" ucap si kakak yang sudah selesai makan.


"Kakak aku kenyang" si adik mengusap perut nya.


Willy benar-benar merasakan haru yang di perlihatkan kedua anak laki-laki di depan nya, sama dengan sang suami nya Joy juga merasa sangat haru dengan apa yang dia lihat sekarang.


"Sayang bayar" pinta Joy.


Willy mengangguk, dia membayar semua tagihan makanan nya dan ya Willy kaget melihat nominalnya pembayaran nya yang hanya 130 ribu.


"Sudah?" tanya Joy.


"Hem" sahut Willy dengan wajah yang masih kaget nya.


"Kaget ya? aku bilang juga apa makanan di sini tuh harga murah rasa bintang lima" kekeh Joy karena merasa gemas melihat wajah kaget suaminya.


Willy tidak menjawab, dia hanya mengangguki ucapan istrinya yang memang benar adanya, harga murah rasa bintang lima itu memang cocok untuk makanan yang barusan dia makan.


Kedua anak laki-laki itu masih diam, keduanya terlihat bingung dan Joy yang melihat itu tersenyum.


"Sekarang kalian ikut kakak dan Om ya" kata Joy lagi.

__ADS_1


Kakak dan Om?


Ekhem !


"Apa sih?" Joy nampak acuh.


"Kakak dan Om?" Willy mengulang ucapan istrinya.


"Iya kan emang gitu, aku 21 masih imut-imut kalau kamu kan 30 tahun ya udah Om-om mana banyak bulu janggut lagi" sahut Joy santai.


Willy tidak bisa berkata-kata lagi, jika posisinya di kamar sudah pasti dia akan langsung memakan habis istrinya, apalagi bibir nya itu uhhh Willy akan melahap habis bibir seksi istrinya.


Kenapa istri ku jadi menyebalkan seperti ini. batin Willy menahan kesal.


"Kalian mau kan ikut kakak dan Om?" tanya Joy lagi.


Kakak dan Om!


"Emang boleh?" tanya si adik polos.


"Tentu saja boleh, kalian mau kan?" tanya Joy lagi.


Kedua adik kakak itu terlihat saling berpandangan, Joy mengusap kepala si adik dengan lembut dan tanpa ragu dia mencium pipi si adik.


Willy tentu saja melotot melihat hal itu, apalagi penampilan kedua anak laki-laki itu sangat kotor dengan baju yang entah berapa hari tidak di cuci.


"Sayang" Willy memegang tangan istrinya.


Joy melepaskan pegangan itu, dia memberikan kode pada suaminya untuk tidak banyak bicara membuat Willy akhirnya hanya bisa menahan kesal nya sendiri.


"Aku mau" si adik dengan semangat menjawab.

__ADS_1


"Tidak boleh, Mama janji akan menjemput kita" si kakak kekeh.


"Tapi Mama kan punya Om itu, dan Om itu bilang kalau Mama akan dia bawa" si adik menangis mengingat ucapan pacar Mama nya yang selalu mengatakan kata-kata tidak pantas pada mereka.


"Vic! berhenti menangis kita harus kembali ke kolong jembatan, Mama bisa saja menunggu kita di sana" si kakak menarik adik nya untuk mengikuti nya.


Joy tidak bisa diam saja, apalagi si adik menangis sesegukan membuat Joy mengikuti si kakak yang berjalan dengan membawa karung besar itu.


"Kakak sakit" si adik meringis.


"Nino, lepaskan Vicky kasihan" kata Joy sambil menahan tubuh Vicky.


Nama adik dan kakak itu adalah Vicky dan Nino, si adik berusia 5 tahun sedangkan si kakak sudah 10 tahun.


Sebenarnya si kakak juga tau kalau Mama nya tidak mungkin akan kembali mencari nya, hanya saja dia selalu berbohong pada adiknya jika Mama nya akan menjemput mereka karena adik nya selalu menanyakan kapan Mama nya menjemput mereka.


"Nino, ikut kakak ya" Joy berbicara penuh kelembutan.


Nino melirik adik nya, dia tidak tega melihat adiknya yang menangis tapi ia juga tidak mau merepotkan orang yang tidak dia kenal.


"Kak" panggil si adik.


"Baiklah kita ikut kakak malam ini" Nino akhirnya mengikuti keinginan adik nya.


Joy tersenyum senang, dia melihat ke arah suaminya yang terlihat diam tanpa ekspresi, Joy tau suaminya pasti meminta penjelasan nya dan seperti nya Joy tidak akan berniat membelikan rumah lagi.


Joy merasa kedua anak di depan nya itu butuh keluarga, dan ia bisa memberikan semua itu tapi meski begitu Joy juga harus meminta persetujuan suaminya.


Karena semakin malam Joy dan Willy akhirnya membawa pulang kedua anak laki-laki itu, Willy juga meminta Yuda membelikan beberapa pakaian untuk keduanya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2