Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Ending


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Bulan bertambah bulan, tidak terasa pernikahan Sera dan Nino sudah mau satu tahun, malam ini Sera yang sudah memakai pakaian yang cantik nampak terduduk di pinggir ranjang.


Waktu berlalu sangat begitu cepat, Sera tidak pernah menyangka jika dia akan menghabiskan hidupnya bersama pria yang bahkan sejak dia lahir selalu ada di samping nya.


Mungkin cerita cintanya cukup lucu, bagaimana tidak seorang kakak dan adik menjalin rumah tangga, mereka tidak benar-benar bersaudara karena sejatinya keduanya memiliki banyak perbedaan.


Dan untuk Melisa, ibu nya Nino dia sudah lama pergi tepatnya setelah mendapatkan uang 1M dari Dad Willy, dia berjanji tidak akan menganggu Nino lagi dan memilih pindah ke luar negri.


Begitupun dengan Manda yang kini tinggal di kota A bersama Vicky dan keluarga besar Opa Lian dan Oma Arr, Manda kini meneruskan pendidikan nya dengan kuliah di kampus yang sama dengan Vicky.


"Aku benar-benar tidak sabar" gumam Sera sambil tersenyum.


Dalam genggaman tangan nya saat ini ada benda yang akan membuat suaminya bahagia, ya Sera sudah mengecek menggunakan tespec dan hasilnya adalah dua garis biru.


"Kira-kira bagaimana ya reaski ya, huh.. deg degan banget ya ampun" lanjut Sera sambil mengigit bibir bawahnya pelan.


Sera sebenarnya telah curiga dari satu Minggu yang lalu, tapi takutnya dugaan nya salah mengingat beberapa kali Sera selalu melihat kegagalan saat mengecek kehamilan nya.


Tapi tidak untuk kali ini, dengan jelas dua garis merah terlihat di tespec nya, membuat Sera terharu karena ini adalah kehamilan yang dia tunggu-tunggu sejak lama.


Ting tong...


Bel berbunyi, Sera langsung tersenyum dan menarik nafasnya panjang..


"Sayang" panggil Nino sambil berjalan masuk ke dalam apartemen nya.


Mereka memang masih tinggal di apartemen karena Sera tidak mau tempat yang terlalu luas, apalagi mereka masih berdua.


Tidak menemukan sosok istri nya membuat Nino berpikir jika Sera sedang di dalam kamar, dengan wajah lelah dia berjalan ke arah kamar nya.


Ceklek..


"Sayang, sedang apa?" tanya Nino sambil melangkah mendekati istrinya.


"Cape?" tanya Sera yang melihat wajah lesu suaminya.


"Lumayan, aku mandi dulu ya" ucap Nino sambil membuka kancing kemeja nya.


Melihat itu Sera langsung berdiri, dia membantu membukakan kancing kemeja suaminya.


Nino menatap wajah istrinya, entah kenapa dia merasa ada hal yang berbeda dari wajah istrinya, tapi dia tidak tau apa yang membuat istrinya berbeda.


"Ada apa?" tanya Sera sadar akan di tatap oleh suaminya.

__ADS_1


"Apa kamu sedang bahagia?" tanya Nino.


"Hem kapan aku tidak bahagia? aku selalu bahagia bersamamu" balas Sera sambil tersenyum.


"Benarkah?" Nino memeluk pinggang istrinya.


Sera hanya tersenyum, dia tidak akan mengatakan nya sekarang karena Sera ingin mengatakan dalam keadaan tenang.


Tiba-tiba Sera menutup hidungnya, hal itu membuat Nino mendengkus sebal karena paham dengan apa yang akan di bahas.


"Oh sayang ayolah aku tidak bau" Nino mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Sera.


"Hem memang tidak bau ketek, tapi aku mencium bau keringat" balas Sera sambil tersenyum.


"Benarkah? ayo cium keringat nya" titah Nino sambil mendekatkan wajah Sera ke ketiak nya. "Kamu suka kan bau nya" lanjut Nino lagi.


"Sayang!!!" teriak Sera.


"Cium dulu" balas Nino sambil tertawa.


"Noooo" sahut Sera sambil mencoba melepaskan diri.


Keduanya masih bercanda sampai akhirnya terdengar suara dering telpon, membuat Sera akhirnya bisa melepaskan diri, Nino mengangkat telpon nya, dan telpon itu berasal dari Vicky adik nya.


Sera hanya mendengarkan, sejak menjadi ipar dia memang tidak seperti dulu lagi dimana Sera yang sekarang lebih menjaga jarak, dan tidak lagi bisa mencium dan memeluk Vicky sesuka nya seperti dia yang dulu.


"Mandi bersama yuk" ajak Nino.


"No, pergilah mandi aku akan menunggu lihat ini" Sera membuka jubah nya dan terlihat lah baju malam indah yang sengaja Sera pakai untuk menggoda suaminya.


Glekkk ..


"Sayang.." Nino menelan ludahnya kasar.


"Hem, ini akan kamu dapatkan setelah mandi, pergilah" kata Sera kembali menutup tubuh nya dengan jubah.


Tanpa banyak penawaran Nino langsung masuk ke kamar mandi, dia bahkan sampai lupa membawa handuk dan harus berteriak meminta handuk seperti anak kecil.


"Lihat sayang, Daddy mu benar-benar menggemaskan, kamu beruntung memiliki Daddy super keren seperti nya" ucap Sera sambil mengusap perutnya lembut.


Beberapa menit berlalu..


Nino keluar dengan handuk yang melilit menutupi bagian bawah nya saja, dia langsung memakai pakaian yang sudah di siapkan istrinya.


Dan setelah selesai berpakaian Nino langsung naik ke ranjang, tanpa basa-basi dia langsung menciumi punggung Sera dan leher istrinya.


"Kamu selalu membuat rasa lelah ku hilang, harum tuhuh ini akan selalu menjadi candu untuk ku" ucap Nino masih dengan menciumi wajah Sera.

__ADS_1


"Berhenti sebentar, aku punya hadiah spesial" kata Sera sambil menjauhkan diri.


Nino menatap istrinya dengan bingung, dan saat dia akan bertanya tiba-tiba Sera memberikan hasil tes kehamilan nya yang mana hal itu membuat Nino tertegun.


"Ini tespec?" ucap Nino kaget.


"Aku hamil sayang" jelas Sera ceria.


"Hamil?" beo Nino masih kaget.


"Iya, aku hamil kita akan menjadi Mommy Daddy"balas Sera lagi.


Nino melihat kembali tespec yang ada di tangan nya, dan dengan jelas dia melihat dua garis merah yang sangat jelas di mata nya.


"Sayang__" Nino tidak melanjutkan ucapan nya lagi, melainkan langsung memeluk tubuh sang istri dengan posesif.


Tidak terhitung seberapa bahagia nya dia sekarang ini, tapi yang jelas Nino sangat bahagia karena dia benar-benar akan menjadi Daddy.


"Terimakasih sayang" ucap Nino mencium wajah Sera bertubi-tubi.


"Hem, sama-sama aku juga terimakasih karena kamu selalu mau lembur membuat anak" balas Sera yang membuat haru Nino seketika menjadi ambyar.


"Apa hal itu perlu di bahas sayang?" Nino yang menangis haru mengusap air di sudut matanya.


"Tidak sih" balas Sera singkat.


Dan setelah itu yang terjadi adalah Nino yang tidak berhenti memberikan ciuman di wajah Sera, dia benar-benar sangat bahagia dan karena rasa bahagia nya khusus untuk malam ini Nino ingin bermanja pada istri kecilnya.


Terimakasih untuk kebahagiaan yang kau berikan pada ku Tuhan, aku sangat bahagia dengan takdir indah yang kau berikan pada ku, aku mencintai Sera. batin Nino.


Tidak akan meminta banyak hal, hanya meminta satu yaitu bisa hidup bersamanya selama nya, aku sangat mencintai suami ku. batin Sera.


...T~A~M~A~T !!...


Terimakasih untuk yang sudah baca cerita Joy dan Willy sampai ke cerita Sera dan Nino, maaf kalau ceritanya masih banyak kekurangan nya🙏


Tapi aku sebagai penulis cerita ini sudah berusaha untuk bisa menyajikan cerita yang nggak membosankan, dan aku rasa 162 bab itu bukan sedikit, pasti ada kala bosan nya.


Jadi aku tamatin aja, menang nanggung tapi kalau di lanjutin juga nantinya akan gitu-gitu aja karena cerita nya memang tidak di isi dengan konflik berat.


Sekali lagi makasih untuk yang baca, jangan lupa mampir ke cerita yang lain nya ya,


^^Twins Four Azhela Oh Azhela^^


^^ Menikahi Gadis Bercadar^^


Follow juga Ig author agar tau update terbaru nya😂 (EA promosiii terus🤣)

__ADS_1


@Nilam_nuraeni


__ADS_2