Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Selalu manis


__ADS_3

^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Perban di tangan Joy di buka jam 9 siang, Joy benar-benar bersyukur karena luka nya sudah menghilang meski dia tidak bisa banyak bergerak dan mungkin akan kembali of menulis.


"Kita pulang sekarang?" tanya Willy.


"Tentu saja, ayo" Joy terlihat bersemangat.


Dan sebelum keluar dari rumah sakit Joy menimbang berat badan nya lagi, Joy sangat senang karena selama sakit dia juga masih menjaga makanan nya sehingga berat badan nya menurun.


"64 kg" Joy tersenyum senang.


"Kau akan semakin seksi" kata Willy.


Joy mengangguk dengan senyuman nya.


"Dan hanya kamu pemilik tubuh seksi ini" ucap nya sambil tersenyum membuat Willy gemas dan memberikan kecupan singkat di bibir Joy.


Keduanya berjalan keluar dari rumah sakit, saat di lobby Willy meminta Joy menunggu di kursi tunggu dulu sedangkan dirinya menebus obat untuk Joy.


Mata Joy melihat ke sekeliling rumah sakit, matanya menangkap sosok wanita bercadar yang terduduk dengan Isak tangis nya.


Joy ingat di tas nya dia membawa tisue, dan karena itu Joy memberikan tisue nya pada wanita bercadar itu.


"Mbak, ini buat mbak" ucap Joy sambil mengulurkan tisue nya.

__ADS_1


Wanita itu mendongak, dia menerima tisue nya lalu mengusap air mata yang membasahi cadar nya.


"Terimakasih" kata Wanita itu sambil mengusap air mata nya lagi.


"Sama-sama, mbak kenapa kok nangis?" tanya Joy pada wanita di depan nya.


"Ayah sakit, bunda juga sakit.. hiks kakak lagi kuliah, aku sendiri" Isak Wanita itu lagi.


Dari suara nya Joy bisa menangkap jika wanita di depan nya itu bukan wanita dewasa melainkan seorang gadis remaja apalagi tubuh nya yang kecil membuat Joy yakin jika usianya sekitar 15 atau 17 tahun.


Joy merasa sedih mendengar ucapan gadis kecil itu, entah keberanian dari mana Joy tiba-tiba memeluk gadis kecil itu.


"Sabar ya Dek, aku yakin Bunda sama Ayah kamu pasti baik-baik saja. aku doain semoga Ayah sama Bunda kamu cepat sehat dan kembali seperti biasanya lagi" ucap Joy menenangkan.


Gadis kecil itu berhenti menangis, dia kembali memakai kaca mata bulat nya lalu tersenyum pada Joy.


"Makasih kak, untung kakak ingetin seharusnya aku sholat bukan nangis kaya gini. sekali lagi makasih ya kak" gadis itu berdiri.


"Masyaalloh padahal masih kecil tapi dia bisa Istikomah pakai syar'i, sedangkan aku yang udah tua aku malah mau kurus dan mau terlihat seksi di mata suami" Joy menunduk dan melihat penampilan nya yang teramat berbeda dari gadis kecil tadi.


"Semoga Ayah Bunda nya cepat sembuh, amin. kasihan dia kaya nya sangat sedih banget" gumam Joy.


Tiba-tiba Joy teringat akan orang tuanya, dia penasaran apakah Willy sudah menemukan orang tua nya atau belum, tapi jika pun belum Joy akan paham karena dia tau jika semua nya tidak semudah itu.


Bahkan Joy yang sudah sangat lama mencari pun dia masih belum menemukan hasil, apalagi kejadian nya sudah 21 tahun yang lalu dan itu pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama.


"Sayang, mikirin apa?" tanya Willy.

__ADS_1


"Nggak mikirin apa-apa" sahut Joy cepat.


"Udah?" lanjut Joy.


"Iya, ayo kita pulang aku punya hadiah buat kamu" ucap Willy menggenggam tangan Joy yang tidak sakit.


Joy penasaran dengan hadiah itu, tapi melihat wajah suaminya yang lurus membuat Joy tidak bisa menebak karena sejatinya Joy tidak pernah bisa menebak perasaan suaminya.


Di tengah-tengah perjalanan pulang tiba-tiba Willy menghentikan mobilnya di parkiran salah satu restoran terkenal.


Joy tentu tau restoran viral ini, sebelumnya beberapa artis pernah membuat siaran langsungnya beberapa kali di restoran ini dan bukan hanya itu saja restoran ini juga menjadi salah satu daftar restoran elit di kota C.


"Di sini harga nya mahal, mending beli bakso aja berdua hanya 30 ribu" kata Joy masih belum mau masuk.


"Kamu punya suami kaya jangan pelit dan no itungan" balas Willy.


"Bukan pelit tapi kan kita juga harus ___" ucap Joy terhenti karena Willy kembali berbicara.



"Dengar kan aku, tukang sapu aja kalau dia punya uang dia pasti mau ngajak istrinya makan enak. dan aku? aku yang jelas punya uang masa iya mau ngeliat istrinya makan di pinggir jalan?" Willy menjeda ucapan nya.


"Ini bukan perihal banyak uang atau tidak punya uang nya, tapi niat seorang suami yang ingin membahagiakan istrinya dari mulai hal tersimpel yaitu mengisi perut nya" lanjut Willy dengan wajah tegas nya.


Dan untuk kesekian kalinya Joy tidak bisa berkata-kata lagi, sudah dia bilang dia tidak bisa membaca pikiran suaminya dan ya sekarang dia kembali di buat meleleh dengan sikap manis Willy padanya.


Keduanya akhirnya masuk dan kembali mengambil ruangan VIP, Willy dan Joy makan enak dengan khitmat sambil mengobrol ringan.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2