
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Cup..
Satu kecupan mendarat di bibir Nino, membuat pria itu mematung karena yang mengecup bibir nya itu adalah Sera, adiknya.
"Sera, apa yang kamu lakukan!" Nino menatap adiknya dengan tatapan tak suka nya.
"Aku hanya mengecup kak, maaf" kata Sera sambil nyengir.
Nino terdiam, apa yang di lakukan Sera telah membangkitkan jiwa kelakian nya, Nino adalah pria dewasa dan Sera telah membuat nya merasakan sensasi yang tak seharusnya itu.
"Sera seharunya kamu tidak melakukan nya, aku kakak mu" Nino mengerejapkan matanya berkali-kali.
Dia masih sedikit syok dengan Sera yang cukup nekat itu, sedangkan Sera sang pelaku hanya diam dan menatap wajah gelisah kakak nya.
"Apa kecupan itu membuat kakak tak nyaman?" tanya Sera.
"Bukan tidak nyaman, tapi kakak telah gagal menjaga mu" Nino menundukkan wajahnya.
Melihat reaksi kakak nya Sera seketika sadar dengan apa yang dia lakukan, dia pikir kecupan itu akan biasa karena selama ini Sera memang diam-diam selalu mengecup bibir kakak nya saat sedang tidur.
Bibir seksi kakak nya terlalu menggoda untuk di abaikan, Sera tak menampik jika perasaan nya lebih dari perasaan sayang adik pada kakak nya.
"Tidurlah, kakak akan bekerja di ruangan baca" lanjut Nino.
Dia tidak melihat pada Sera, Nino pergi begitu saja meninggalkan Sera yang menatap nya dengan pandangan berbeda.
"Apa salah kalau aku ingin memperlihatkan rasa suka ku?" tanya Sera dengan wajah di tekuk nya.
__ADS_1
Bahkan jika Sera tau semuanya dari awal dia tidak akan membuang waktu mencari pacar di sekolah, dan mengejar cinta Kai yang dingin, mungkin Sera akan memperlihatkan ketertarikan nya dari jauh-jauh hari.
Sera merebahkan tubuhnya kembali, tangan nya terulur untuk mengusap bibir nya yang tadi telah berani mengecup bibir sang kakak.
"Lembut banget, astaga kak Nino pakai apa sih bibir nya sampai lembut banget" gumam Sera sambil memejamkan matanya.
Sedangkan Nino dia benar-benar membuat dirinya sibuk di ruangan buku, Nino merasa serba salah dengan situasi ini.
Di satu sisi dia menyayangi Sera lebih dari seorang kakak pada adik, dan satu sisi lain lagi Nino juga tidak ingin membuat hubungan nya rumit Sera adalah adiknya, apa kata orang jika Nino menikahi Sera.
"Tidak Nino, jangan pentingkan ego mu, Sera adik mu" gumam Nino mengingatkan dirinya untuk tidak lupa diri.
Dan setelah kejadian itu Nino benar-benar menjauhi Sera, tidak ada berangkat dan pulang sekolah di antar lagi, Nino sekarang bahkan sering lembur di kantor.
Hal itu tentu saja membuat Joy dan Willy aneh, tapi keduanya memilih tidak bertanya karena selama Nino baik-baik saja mereka tidak merasa khawatir apapun.
Hari ini Sera yang seharusnya pergi sekolah dia malah memilih bolos, Sera sudah hampir satu bulan tidak berkomunikasi dengan kakak nya, dan itu sungguh membuat Sera kesal.
"Masuk!"
Brugkkk !
Pintu terbuka karena tendangan kaki Sera.
Sera masuk dan di dalam ruangan itu Sera melihat wajah yang selama sabulan kurang ini dia rindukan.
"Sera ini jam sekolah, kenapa ke sini" tanya Nino mencoba biasa saja.
"Kenapa?" Sera menatap tajam kakak nya.
Sera menutup pintu ruangan itu, dia dengan santai nya mengunci pintu nya dan melemparkan kunci nya ke sembarang arah.
__ADS_1
"Sera!" Nino melotot melihat apa yang di lakukan adik nya.
"Apa? kakak ingin marah?" bukan nya takut Sera malah semakin berani.
Nino menghela nafasnya panjang, dia mendekati Sera dan saat akan memeluk Sera dengan cepat Sera menghindari nya.
"Sera, kemarilah kakak ingin memeluk mu" Nino mencoba untuk memeluk Sera, dan lagi-lagi Sera menghindar.
Sera menatap sendu Kakak nya, lalu dengan wajah kesalnya Sera melemparkan ransel berisi buku-buku nya ke lantai.
"Kakak benar-benar jahat, kenapa kakak melupakan ulang tahun ku, kakak sama sekali tak memberikan hadiah pelukan dan yang lain nya, apa karena kakak punya pacar? mana pacar kakak perlihatkan dia pada ku!" Sera mengatakan semua unek-unek nya.
Dia kesal dia marah, bagaimana tidak dua Minggu yang lalu Sera ulang tahun yang ke 17 tahun dan Nino sama sekali tidak pulang, bahkan untuk sekedar ucapan pun tidak.
"Sera kakak tidak bermaksud untuk menyakiti mu, kemarilah kakak akan memeluk mu" Nino kembali mendekati adik nya.
Sera mundur, dan menubruk sofa hingga akhirnya Sera terduduk di Sofa, Nino yang melihat itu langsung menahan Sera dengan mendudukkan Sera di pangkuan nya.
"Tidak ada tangisan, maafkan kebodohan kakak mu" kata Nino sambil memeluk tubuh Sera.
"Kakak telat, aku tidak mau memaafkan kakak" Sera semakin keras menangis.
"No" Nino menciumi wajah Sera dengan lembut dan penuh sayang.
Sera masih menangis, dia kesusahan berhenti menangis dan Sera sudah menahan sesak di dada nya dari Minggu lalu hingga sekarang Sera tidak bisa lagi menahan nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1