
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam-malam Sera meminta Nino membelikan nya makanan, membuat Nino memilih membeli makanan di resto terdekat.
Saat sedang di perjalanan pulang tiba-tiba Nino melihat seseorang yang berteriak meminta pertolongan, tak banyak pikir Nino langsung turun dari mobilnya dan mendekat ke arah sumber suara itu.
"Mama" pekik Nino kaget saat melihat sosok itu adalah Mama nya.
"Nino, nak tolong Mama dia mau memperko*A Manda" kata Melisa sambil berlari pada Nino.
Nino melihat ke sisi lain dan dia melotot melihat Manda yang sedang di kunggkung oleh seorang pria berbadan besar.
"Hy lepaskan dia!" teriak Nino sambil berlari.
Nino mendekati pria itu dan saat dia akan memberikan pukulan tiba-tiba dari arah belakang seorang pria memukul nya, membuat Nino terjatuh.
"Jangan ikut campur jika kau masih sayang nyawa mu anak muda" kata salah satu preman itu.
Nino bangkit dan tanpa membalas perkataan preman itu Nino langsung menyerang balik preman itu, baku hantam pun tak terelakkan lagi dimana satu lawan tiga kini sedang berlangsung.
Brugkkk !
Bugggg !
Sekuat tenaga Nino berusaha untuk melawan musuh, dia langsung menyerang preman itu tanpa ampun dan beberapa kali tinjuan pun tak dapat Nino hindari yang membuat wajah nya sedikit babak belur.
"Kak" Manda langsung berlari saat melihat preman yang ingin memperko*a nya ambruk.
"Masuk ke mobil" titah Nino.
__ADS_1
Manda mengangguk cepat dan langsung masuk begitupun dengan Melisa yang sudah masuk mobil sejak tadi.
Sebelum pergi Nino mendekati pria yang hampir memperko*a Manda.
Brugkkk !
Brugkkk !
Nino meninju wajah pria itu dengan wajah marah nya, dia sangat membenci orang-orang yang tidak bisa menghargai seorang wanita.
"Ibu mu yang menyerahkan dia, kami hanya menikmati apa yang seharusnya kami dapatkan" kata preman itu dengan suara nya yang terdengar lemah.
Brugkkk !
"Kau pikir aku percaya, tidak" Nino kembali meninju pria itu.
"Terserah, tapi yang jelas aku sering meniduri adik mu yang cantik itu, dia adalah primadona di tempat wanita tua itu" lanjut preman itu.
Selama perjalanan Nino tidak bersuara sedikitpun, Melisa yang melihat itu hanya acuh sedangkan Manda gadis 18 tahun itu nampak terlihat datar.
Beberapa menit berlalu, akhirnya mobil Nino sampai di depan gedung hotel.
"Aku tidak tau kalian tinggal dimana, tapi aku hanya bisa memberikan penginapan untuk malam ini" jelas Nino.
"Baiklah, tidak apa nak Mama benar-benar beruntung bisa bertemu dengan mu dan kamu juga menolong Manda dari mereka" balas Melisa ceria.
"Berikan nomer ATM nya, aku akan mentransfer uang untuk menginap malam ini" lanjut Nino.
"Tapi Nino, sebenarnya Mama juga punya hutang pada preman itu, mereka akan selalu mengganggu kami jika hutang nya tidak segera di bayar" kali ini Melisa menampilkan wajah lesu nya.
Manda melihat itu hanya diam, dia sudah terbiasa dengan ratu drama yang selalu di perankan oleh Mama nya.
__ADS_1
"Baiklah, berapa hutang nya" tanya Nino tidak mau basa-basi.
"55 jta" jawab Melisa tanpa beban.
Nino tidak kaget, dia langsung mentransfer sejumlah uang yang lumayan besar, dan berhasil membuat sudut bibir Melisa terangkat karena senang.
Bagaimana tidak senang Nino mentransfer kan 100 juta untuk nya, jumlah uang yang sangat besar untuk hasil drama nya.
"Terimakasih nak, Mama benar-benar berterimakasih karena kamu ingin membantu melunasi hutang-hutangnya Mama" kata Melisa dramatis.
"Baiklah, kalian bisa turun sekarang" Nino tidak mau terlalu lama bersama Mama dan adiknya, ada Sera yang menunggu nya pulang saat ini dan Nino tak mau membuat Sera sendirian.
Melisa turun dari mobil Nino dengan wajah ceria nya, tidak dengan Manda yang masih duduk dan itu membuat Nino langsung bersuara.
"Jika tidak sesuai kau bisa ke kota A, menghormati memang harus tapi jika itu menyakitimu sebaik nya lepaskan" ucap Nino.
Manda terdiam mendengar ucapan Nino, dia melirik kakak beda Ayah nya itu.
"Apa dunia masih indah untuk seorang yang buruk rupa?" tanya Manda.
"Bukan karena cantik yang membuat tertarik, tapi hati yang bersih lah yang membuat kamu indah di mata orang yang merasakan" jelas Nino.
Manda terdiam lama sampai akhirnya dia mendengar suara ketukan pintu mobil membuat Manda langsung keluar.
"Terimakasih, aku akan mencoba" Manda keluar dan masuk kedalam hotel bersama Mama nya.
Nino menghela nafas nya panjang melihat kepergian keduanya, kata-kata yang di ucapkan preman itu benar-benar membuat Nino hilang respect pada Mama nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1