
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi harinya Joy terbangun dari tidur nya karena merasakan usapan lembut di pipi nya, dan saat membuka matanya Joy tersenyum karena melihat suaminya yang sedang menatap nya.
"Pagi honey" sapa Joy dengan senyuman nya.
"Pagi too honey" balas Willy sambil mencium bibir seksi istrinya lembut.
Joy yang di cium tidak diam saja dan membalas ciuman itu, keduanya larut dalam percikan cinta yang dibuat keduanya.
Sampai akhirnya ciuman itu terlepas dan Joy mulai membenarkan posisinya untuk duduk, Willy ikut duduk dan mendekati perut buncit istrinya.
"Pagi baby girls, sedang apa? kau tau sayang Mommy mu adalah wanita paling cantik di mata Daddy" kata Willy mulai mengajak ngobrol bayi nya.
"Gombal" cibir Joy, tapi dalam hatinya dia sangat senang di perlakukan semanis itu.
"Lihat baby girls, Mommy mu tidak percaya jika wajah nya itu cantik, apa Daddy mu ini harus membelikan seribu kaca agar Mommy mu bisa sadar akan kecantikannya" lanjut Willy sambil menempelkan tangannya di perut Joy.
Dan di saat bersamaan juga ia merasakan sebuah pergerakan di dalam perut istrinya, membuat Willy langsung tersenyum dan menatap lembut ke arah perut istrinya.
"Oh God Baby girls kau mendengar suara Daddy mu ini kan sayang" tanya Willy yang sekarang memberikan ciuman bertubi-tubi di perut istrinya.
"Sayang geli ihk" ucap Joy yang kegelian dengan aksi suaminya.
"No, putri kita senang jika Daddy nya melakukan hal ini honey" balas Willy masih santai dengan apa yang di lakukan nya.
Joy mengerucutkan bibirnya sebal, belum lagi dia merasakan rasa geli karena ulah suaminya yang selalu gemas akan perut buncitnya.
__ADS_1
"Baby girls lihat Mommy mu meminta Daddy mencium nya lagi, astaga" Willy tertawa seraya menatap atas dan dia melihat bibir mengerucut milik istrinya yang sangat menggoda untuk di cium.
Joy yang mendengar itu seketika menutup bibirnya dengan telapak tangannya, membuat Willy yang melihat itu tentu saja semakin bertingkah dan memberikan usapan lembut di beberapa area sensitif menjadi titik kelemahan istrinya.
"Honey! jangan lagi" Joy mengigit bibir bawahnya saat suaminya dengan sengaja memainkan tangan nya di bawah sana.
"Hem, putri kita kembali menginginkan sidak dadakan" balas Willy dengan wajah santainya.
"Halah kamu aja yang ingin, bukan anak kita" balas Joy sambil mencoba untuk tidak mendessah.
"Yakin? cuman aku aja?" Willy tersenyum miring.
Joy menghembuskan nafas nya panjang, mau tak mau dia harus membuka lebar pahanya karena saat ini gairah nya sudah keluar akibat ulah suaminya yang terus memancing nya.
"Lihat baby Mommy mu ingin menggoda Daddy mu" Willy tersenyum sumringah saat istrinya dengan suka rela membuka lebar pahanya tanpa di minta.
Joy tidak menjawab, dia melepaskan kaos oblong yang di pakaikan suami nya tadi malam ke sembarangan arah, lalu menarik tangan suaminya agar melakukan nya dengan cepat karena sudah siang.
"No, hanya 30 menit" balas Joy.
"Kau yakin honey?" Willy menaikkan sebelah alisnya ke atas, dia membuka semua pakaian nya.
Joy menghembuskan nafas nya panjang, lalu menggelengkan kepalanya.
"Kau menang, ayo" Joy sudah tidak tahan lagi.
Willy tertawa senang karena dia berhasil membuat istrinya terangsang, dan maka dari itu Willy tak banyak membuang waktu lagi dan langsung ke inti nya saja.
.
__ADS_1
.
.
"Mommy mana sih, kok belum keluar nggak biasnya" Vicky yang sedang duduk di pinggir kolam terlihat bingung.
"Mungkin masih tidur" ucap Nino sambil makan.
"Mommy selalu bangun pagi kak, tidak mungkin Mommy kesiangan" balas Vicky lagi.
Mom Arr yang mendengar itu terdiam, dia melirik suaminya yang juga tengah melirik nya.
Keduanya memang belum pulang karena akan menginap selama beberapa hari lagi di rumah putra nya, sedangkan Ayah Robert dan Bunda Anasya pulang karena mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa Ayuni ke pesantren.
"Aaa lagi, mungkin Mommy lagi kecapean dan jadi tidur lagi, lagian kan ada Oma dan Opa kita akan berenang jadi biarkan saja Mommy istirahat" Mom Arr berkata sambil menyuapi Vicky.
Mereka memang sarapan di dekat kolam, Vicky meminta Opa dan Oma nya untuk menemani mereka berenang, karena Vicky memang menyukai berenang bahkan Daddy nya sekarang sudah memasukkan Willy ke tempat les renang.
"Iya Oma" Akhirnya Vicky tidak khawatir lagi akan Mommy nya.
Nino sebenarnya juga aneh karena Mommy nya biasanya akan ke kamar mereka dan meminta mereka mandi cepat, lalu sarapan bersama dan seperti itu lah kebiasaan mereka setiap pagi nya.
Tapi sekarang? Mommy dan Daddy nya bahkan belum keluar kamar, membuat Nino sedikit cemas.
Dad Lian melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 9 siang, dia menggelengkan kepalanya karena ia tahu kalau putra nya pasti beraksi lagi.
Dasar anak bule dia pasti memakai jasa long time pada istrinya, kasihan Joy yang hamil besar harus memiliki suami mesum seperti William. batin Dad Lian.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏