
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Siang berganti malam, Joy masih setia menunggu bersama Willy suaminya dan Radit kakak nya, sedangan Nyonya Anasya memilih pulang dulu karena tidak mau membuat suaminya curiga.
"Kalian pulang lah, aku akan menunggu di sini" kata Radit tanpa melihat ke arah pasangan suami istri itu.
Willy melirik Joy yang sudah kelelahan, dia pun akhirnya memilih bangkit pun dengan Joy yang juga berdiri.
"Jangan lupa kabari kondisi Ayuna, kak" tidak ada kecanggungan sedikitpun.
Joy menganggap Radit kakak nya, terlepas dari Radit menerima nya atau tidak.
"Hem, pasti" sahut Radit singkat, dan tanpa melihat ke arah pasangan suami istri itu.
Dia masih belum bisa berdamai dengan hati nya, apalagi ini kedua kali nya Radit kehilangan kesempatan nya untuk mendapatkan gadis yang membuat jantung nya berdetak kencang.
"Aku akan menyuruh asisten ku untuk menemani mu" Willy menimpali.
"Tidak usah, aku tidak akan merepotkan siapapun" sahut Radit dingin.
"Oh oke" balas Willy acuh, dan membawa Joy pergi dari rumah sakit.
__ADS_1
Tapi tanpa sepengetahuan Joy Willy sudah menyuruh Yuda ke rumah sakit, ya dia memang kesal dan tidak terlalu menyukai Radit, tapi untuk sekarang ini Willy mengesampingkan kepentingan pribadi nya, dia memilih berdamai dengan ego nya.
"Aku ngantuk" ucap Joy sambil menguap.
"Hem, mau ke hotel?" tanya Willy.
Joy terdiam, dan tak lama kemudian dia mengangguk.
"Boleh, yang dekat rumah sakit ya" balas Joy.
Willy mengangguk, keduanya pun akhirnya memilih menginap di hotel yang jarak nya dekat dengan rumah sakit tempat Ayuna di rawat.
Radit masih duduk di kursi tunggu, setelah kepergian Joy dan Willy dia menghembuskan nafasnya kasar.
"Dulu Yuna dan sekarang Joy, kenapa aku selalu ketikung keluarga itu" gumam Radit sambil menghembuskan nafas nya panjang.
Dan sekarang Joy, dia kembali di tikung lagi oleh Willy yang anak dari kolongmerat di kota A juga, terlepas dari kenyataan Joy adalah adiknya Radit masih merasa di tikung.
"Kak!" panggil seseorang.
Radit reflek melihat ke arah sumber suara, dan dia kaget karena melihat Ayuni yang datang dengan wajah yang berderai air mata.
"Kenapa kesini" tanya Radit.
__ADS_1
"Aku mau nemenin kakak, aku mau dekat kak Yuna" balas Ayuni sambil mendekati kakak nya.
Dan tanpa ragu Ayuni langsung memeluknya Radit, dia menangis di pelukan Kakak nya, sebagai kembaran dari Ayuna tentunya Ayuni juga merasa sakit karena ikatan batin anak kembar sangatlah kuat.
"Yuna akan baik-baik saja, tadi kakak dan Bunda sudah sholat dan mendoakan agar Yuna bisa melewati mas kritis nya" jelas Radit sambil mengusap punggung adiknya lembut.
"Aku yang salah" tiba-tiba Isak Ayuni semakin kencang.
Radit tidak paham dengan ucapan adiknya, dia masih mencoba menenangkan Ayuni yang masih terisak di pelukan nya.
Sampai akhirnya dia di buat bungkam dengan pengakuan Ayuni yang sangat mengejutkan.
"Aku yang buat kak Yuna seperti ini, beberapa bulan lalu aku sempat kabur untuk pergi ke club' bersama teman-teman ku. aku tidak tau kalau kak Yuna mengikuti ku dan kita berdebat panjang di jalan" Ayuni menjeda ucapan nya.
Dia melepaskan pelukan nya, Ayuni tidak mau menatap kakak nya karena dia takut, Ayuni mencoba menyembunyikan semua itu karena Ayuna yang memintanya.
"Saat berdebat aku nggak sengaja dorong kak Yuna, dan di saat bersamaan ada motor yang melewat. kak Yuna di tabrak dan membentur batu, aku dan kak Yuna tidak ke dokter karena kak Yuna bilang dia tidak apa hanya lecet kecil di tangan nya" lanjut Ayuni lagi.
"Dokter bilang Yuna mengalami benturan keras di kepalanya, semua berpikir jika itu karena Yuna jatuh di kamar mandi tapi ternyata.." Radit tidak bisa melanjutkan ucapan nya.
Ayuni semakin sesegukan, tubuh nya bergetar dengan hebat karena dia juga masih syok dengan kejadian tadi pagi, yang dimana ia menemukan Ayuna yang tergelatak dengan wajah pucat nya.
"Maaf, hiks aku yang salah hiks.. aku yang salah"
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏