
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Beberapa hari berlalu, weekend kali ini akan berbeda dari weekend biasnya. Joy akan bertemu dengan Ayah nya.
"Aku tidak sabar" ucap Joy yang dari semalam tidak henti nya mengatakan nya.
Dia menanti detik-detik dirinya yang akan bertemu dengan Ayah nya, Joy juga sudah siap untuk ziarah ke makam ibu nya hari ini.
"Sebelum itu kita harus makan dulu" kata Willy fokus dengan apa yang di kerjakan.
Kemarin dia mendapatkan kabar dari Yuda jika mertuanya yaitu tuan Robert sudah dua hari pulang dari rumah sakit, dan maka dari itu Willy mengabulkan permintaan istrinya untuk di pertemukan dengan Ayah nya.
Joy tersenyum, dia hanya melihat apa yang sedang di lakukan suaminya.
Willy nampak tampan dan penuh kharisma saat memasak.
"Aku sangat beruntung memiliki mu" ucap Joy sambil melihat apa yang di lakukan suaminya.
"Dan aku sangat beruntung karena memiliki istri yang hebat dan seksi" balas Willy tapi mata nya masih fokus dengan apa yang dia kerjakan.
Setelah beberapa menit keduanya langsung makan, Joy dan Willy makan bersama dengan khitmat.
Uhuk !
Joy terbatuk-batuk..
Willy yang melihat itu menggelengkan kepalanya, dia reflek memberikan minum.
"Hati-hati tidak akan ada yang ingin mengambil makanan mu" kata Willy sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
Joy terkekeh kecil mendengar ucapan suaminya, ia memang menikmati makanan yang di buatkan suaminya, tapi selain itu Joy sangat antusias untuk bertemu ayahnya.
Joy bahkan sudah membayangkan apa yang akan terjadi, dia mendapatkan pelukan Ayah nya dan mendengarkan ayah nya memanggil nya dengan sebutan Joy, anak ku.
Sungguh Joy benar-benar sangat tidak sabar untuk merasakan sensasi memiliki seorang ayah.
"Pakai ini saja" kata Willy sambil memberikan pakaian yang lebih nyaman.
Joy dari tadi memakai dress yang kekecilan, dan ya perut Joy masih terlihat lipatan-lipatan lemak nya.
"Makasih" balas Joy menerima baju pilihan suaminya.
Willy sangat memperhatikan pakaian Joy, dan dia akan melarang Joy jika Joy memakai baju yang kurang bahan atau seksi.
Joy mulai mengganti pakaian nya, Willy yang sudah rapih memilih menunggu dia selalu senang saat melihat Joy yang rempong dandan.
Dan senyum nya luntur saat melihat Joy yang sangat cantik.
"Apa? aku hanya__" ucap Joy terhenti karena bibir nya di tutupi satu jari suaminya.
"Sudah katakan yang berhak melihat kecantikan mu hanya aku, bukan orang lain" kata Willy sambil menghapus lipstik Joy yang terlalu merah menggunakan jari nya.
Joy sudah biasa dengan sikap posesif suaminya, dia hanya pasrah saat lipstik nya di hapus dan di ganti menjadi mate oleh suaminya.
"Hanya aku pemilik bibir seksi dan semua ini, bukan orang lain" lanjut Willy sambil mengusap lesung pipi Joy lembut yang sangat menggemaskan.
"Baiklah tuan posesif hanya anda pemilik wanita gembrot ini" Joy akhirnya mengalah.
Dan mendapatkan kecuupan bertubi-tubi di bibir nya dari sang suami tercinta.
"Ya, aku pemilik satu-satunya" kata Willy yang kali ini bukan hanya memberikan kecuupan, tapi lebih ke ciumaan yang lama dan dalam dan penuh gairaah.
Hemphh..
__ADS_1
Joy mendorong pelan tubuh suaminya saat di rasa tangan Willy sangat liar sekali.
"I feel rejected" kata Willy sambil mengusap bibir Joy yang basah dengan jempol nya.
Joy mencebikan bibir nya sebal mendengar ucapan suaminya, Joy menguasai tiga bahasa karena sejak kecil Joy selalu belajar sangat giat.
"Bukan menolak, tapi tangan mu sangat buas seperti akan memangsa ku hidup-hidup saja" jelas Joy sambil membenarkan baju nya.
"Ya aku sangat buas, bagaimana tidak istriku sangat montook membuat aku gemas jika tidak memakan mu honey" balas Willy sambil tersenyum smirk.
Huh..
Joy rasanya ingin meleleh di perlakukan seperti ini, tapi tidak.. untuk sekarang Joy harus bertemu Ayah nya.
"Sayang" untuk pertama kalinya Joy memanggil sayang.
"Hem" Willy menyahut seenaknya.
Tapi dalam hatinya dia senang karena Joy sangat manis.
"Antar aku, pliss" Joy menatap suaminya.
"Apa bayaran nya?" tanya Willy dengan alis terangkat sebelah ke atas.
"Aku akan membayar dengan apa pun, tapi tolong antar aku ya.. kamu tampan dan sangat besar" Joy menggoda suaminya.
Willy tidak tahan lagi, dia memilih mengangguk dan pada akhirnya keduanya berangkat dengan Willy yang menyupir.
๐น
Dari semalam up nggak lolos-lolos heran๐คง
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐
__ADS_1