Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Panutan anak-anak.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Empat bulan berlalu..


Saat ini usia kandungan Joy sudah masuk di bulan ke tujuh, Joy benar-benar tidak sabar untuk menanti kelahiran anak ke tiga nya.


Saat masuk bulan ke lima Joy sudah melakukan USG, dan dokter bilang baby yang ada di dalam kandungan nya berjenis kelamin perempuan.


Hal itu tentu saja di sambut bahagia oleh dua keluarga besar Willy dan Joy, apapun jenis kelamin nya anak yang di lahirkan Joy akan menjadi kesayangan mereka.


Sedangkan Nino dan Vicky keduanya juga sangat senang, Nino dan Vicky berjanji akan menjadi kakak terbaik untuk adik perempuan nya, mereka akan menjadi penjaga untuk Mommy dan baby girls nya.


"Assalamualaikum Mommy" ucap Nino.


"Walaikumsalam salam kakak" yang membuka pintu adalah bunda Anasya.


"Apa kabar Oma?" tanya Nino mencium punggung tangan Bunda Anasya, dan di balas dengan usapan lembut di kepalanya oleh bunda Anasya.


"Alhamdulillah baik kak, ayo masuk Mommy lagi nulis sama aunty" balas bunda Anasya.


Nino hanya mengangguk, dia memang baru pulang sekolah karena Nino mengikuti banyak les di luar sekolah, banyak nya pelajaran yang tertinggal membuat Nino mengikuti banyak les.


Dan untuk Willy juga Joy keduanya akan selalu memberikan yang terbaik, jika dengan les Nino bisa mengejar ketinggalan nya kenapa tidak, selagi Nino tidak keberatan untuk melakukan kegiatan di luar sekolah Joy dan Willy selalu mensupport.

__ADS_1


"Kakak cape? mau minum?" tanya Joy.


"Nggak bunda, mau nyantai sama bunda aja" balas Nino.


"Oma ambilin minum ya" kata Bunda Anasya.


"Jangan Oma, nanti aku ambil sendiri saja Oma kan pasti cape" Nino melepaskan tas nya dan pergi mengambil minum untuk nya.


Joy melihat Nino yang pergi, dia senang karena Nino tidak manja meski dia bisa menggunakan fasilitas yang suaminya berikan.


"Yuni jadi Bun masuk pesantren nya?" tanya Joy.


"Bunda nggak mau maksa terserah anak nya aja lah, kan Yuni yang jalanin" balas Bunda.


Beberapa akhir ini Ayuni selalu resah, dan hatinya bisa damai hanya dengan membaca Alqur'an, yang mana hal itu membuat Ayuni berani membuat keputusan untuk masuk pesantren dan meninggalkan keluarga nya untuk sementara waktu.


"Doain aja ya kak, semoga ini jalan terbaik buat aku hijrah" jelas Ayuni dengan senyuman nya.


Joy mengangguk sambil tersenyum, dia benar-benar bahagia memiliki keluarga yang sangat baik seperti ini, tangan Joy mengusap perut buncit nya.


"Semoga nanti baby girls juga mengikuti jejak aunty nya ya, sayang" ucap Joy masih mengusap perut buncit nya.


"Aminn" sahut Bunda Anasya dan Ayuni bersamaan.


Dan setelah itu Nino datang membawa 4 gelas minuman, tiga jus jeruk dan satu susu hamil untuk sang Mommy.

__ADS_1


"Masyaalloh makasih kakak" kata bunda Anasya membantu Nino menyimpan gelas-gelas nya.


"Asyik rasa strawberry, makasih kakak" timpal Joy tersenyum, seperti biasa Nino yang akan membuatkan nya susu hamil.


Nino hanya tersenyum, lalu ke empat nya meminum isi yang ada di gelas masing-masing, setelah selesai minum Nino memilih ke kamar karena dia akan mandi.


Sedangkan Joy Ayuni dan Bunda Anasya kembali mengobrol ringan antara anak dan bunda, sambil menunggu kepulangan Vicky dan yang lain nya yang masih di luar rumah.


Sedangkan di tempat lain Vicky sedang berada di dalam mobil bersama Oma dan Opa nya, Mom Arr dan Dad Lian baru sampai dan karena satu arah akhirnya keduanya berinisiatif untuk menjemput Vicky dari tempat les nya.


"Bagaimana apa pelajaran nya sulit?" tanya Dad Lian.


"Tidak terlalu Opa, ada susah dan ada gampang" sahut Vicky yang sedang memainkan robot hadiah dari sang Opa dengan senang.


"Bagus, nanti Vic harus belajar yang giat ya biar bisa menjadi anak pintar" kata Mom Arr yang sedang menatap cucu nya dengan lembut.


"Siap Oma, aku mau menjadi orang hebat seperti Daddy, suka menolong dan juga baik hati" jelas Vicky yang selalu mengangumi sosok Daddy nya.


Mendengar pujian Vicky pada putra nya Dad Lian dan Mom Arr tersenyum, ini kali pertama mereka mendengar putra nya ada yang memuji, tentunya semua itu tidak akan terjadi tanpa adanya campur tangan Joy.


Hadir nya Joy dalam kehidupan Willy benar-benar merubah segalanya, dari Willy yang seorang pemarah dan Arogant dan kini menjadi seorang Ayah yang menjadi panutan anak-anak nya.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2