
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tiga hari berlalu setelah kejadian ranjang pertama yang gagal, Nino dan Sera tidak melakukan kewajiban mereka karena Sera masih takut dengan rasa sakit nya.
Nino tidak memaksa karena dia tidak mau membuat Sera tak nyaman, sedangkan untuk Sera dia masih bimbang untuk merasakan rasa sakit itu.
"Kak, siang ini aku akan bersama Mommy" kata Sera saat sedang di kamar.
"Ke rumah Mommy? " tanya Nino.
"Bukan, tadi Mommy ngajak belanja kebutuhan bulanan" balas Sera.
"Apa tidak merepotkan Mommy? untuk masalah belanja bulanan aku punya waktu untuk belanja bersama" kata Nino.
Sera terdiam mendengar ucapan suaminya, dia melihat ponselnya dan Sera pun memilih menelpon Mommy nya.
"Halo sayang" panggil Joy.
"Ya Mom" sahut Sera.
"Ada apa? apa kamu sudah siap sayang?" tanya Joy.
"Belum Mom tapi seperti nya aku tidak jadi ikut bersama Mommy" balas Sera sambil melirik suaminya.
"Why?" tanya Joy aneh.
Sera menarik nafasnya panjang, dia pun akhirnya menceritakan alasan kenapa dia tidak jadi ikut, yaitu karena Sera akan pergi berbelanja bersama suaminya.
Mendengar penjelasan sang putri Joy jelas senang, dia tidak mempermasalahkan Joy bahkan meminta Sera untuk speaker panggilan telepon nya.
"Kenapa?" tanya Nino melihat wajah aneh Sera.
Sera menjawab dengan mengangkat bahunya ke atas pertanda Jika dia tidak tau.
"Kak" panggil Joy pada putra nya.
__ADS_1
"Ya Mom" sahut Nino cepat.
"Apa kabar, Mommy pengen cepat punya cucu dari kakak loh" suara Joy terdengar serius.
Nino dan Sera seketika terdiam dan saling melirik satu sama lain, permintaan yang cukup berat karena selama sepuluh hari menikah Nino belum kunjung mendapatkan hak nya.
"Mommy aku masih 17 tahun" Sera pura-pura sewot.
"Sera sayang Mommy tau kamu batu 17 tahun tapi jika kamu hamil sekarang di usia 18 nanti kamu akan melahirkan" balas Joy tidak putus harapan.
"Oh Mommy benar-benar menyebalkan, aku masih ingin pacaran halal" kata Sera lagi.
"Pacaran nya jangan lama-lama, inget jangan buat suami kamu nunggu kamu siap harus tahu kewajiban" tegas Joy mengingatkan.
Yang mana ucapan sang Mommy membuat Sera merasa sedikit tak enak, ucapan Mommy nya seperti pukulan keras untuk Sera yang mengabaikan hak suaminya.
"Mommy kami selalu melakukan nya, Mommy tenang saja aku akan memberikan cucu untuk Mommy" kali ini Nino yang mengeluarkan suara nya.
Membuat Sera melotot dan langsung mencubit perut suaminya, entah kenapa dia panas dingin sebelum hal itu benar-benar terjadi.
"Oke Mommy percaya, semoga saja cepat jadi kecambah ya sayang ku"
Panggilan nya langsung terputus.
Nino menghela nafas nya panjang, dia memberikan ponsel Sera pada sang pemilik.
"Kenapa?" tanya Nino melihat wajah cemberut istrinya.
"Nggak apa" sahut Sera agak sewot.
"Ck, kamu kenapa? apa kamu tersinggung dengan ucapan ku tadi?" tanya Nino sambil mengusap pipi tembem Sera.
"Tidak, aku biasa saja" balas Sera semakin sewot.
Nino semakin bingung dia mendekati istrinya dan langsung memberikan kecupan singkat di bibir gadis muda itu.
"Jangan sedih aku tidak akan memaksa mu, pelan-pelan saja" kata Nino mengusap pipi Sera lembut.
__ADS_1
Sera tidak mengatakan apapun dan langsung memeluk tubuh suaminya, Sera merasa sikap pengertian Nino padanya terlalu berlebihan.
"Kamu terlalu sempurna untuk ku" kata Sera sambil terisak.
Nino menggelengkan kepalanya, dia merangkup kedua pipi istrinya lalu mengecup bibir Sera dengan lembut.
"Kamu juga terlalu sempurna untuk ku, aku hanya ingin mencoba menjadi suami yang memahami istrinya" jelas Nino sambil membereskan rambut Sera yang sedikit berantakan.
Sera mengadahkan pandangan nya ke atas, di tatap nya wajah teduh suaminya yang sangat tampan itu.
"Bagaimana kalau kita coba satu kali lagi?" usul Sera tiba-tiba.
"Sera ini bukan lelucon, aku tidak suka dengan ketidakseriusan mu" kata Nino menolak.
"Baiklah aku tidak akan memaksa, tapi aku benar-benar ingin merasakan nya lagi" kata Sera menatap cemberut wajah suaminya.
"Benarkah? kamu tidak akan nangis lagi dan juga mengatai milik ku panjang dan besar?" tanya Nino.
Sera mendengar itu agak merinding, tapi dia mencoba untuk tidak takut.
"Iya, aku akan mengatai milik kakak kecil dan pendek, aku juga tidak akan menangis tapi akan tertawa, aku serius" sahut Sera asal.
Nino menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Sera yang semakin membuat nya naik darah, lalu melepaskan pelukan nya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Kakak!" panggil Sera.
"Aku akan pipis dulu" sahut Nino sedikit berteriak.
"Ikut, mau pup juga" kata Sera berlari dan ikut masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Sera nampak melepaskan celananya, Nino juga menurunkan resleting nya dan mengeluarkan milik nya.
Tapi belum juga Nino menuntaskan keinginan nya tiba-tiba Sera sudah memeluk nya dari belakang dengan tubuh yang sudah polos.
"Ayo kak, aku tidak akan nangis lagi, janji"
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏