Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Penjelasan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Udah?" tanya Sera yang melihat Nino baru keluar dari kamar mandi.


"Hem, tinggal nyisir" balas Nino sambil melihat Sera yang masih duduk di atas ranjang nya.


Dia seperti memiliki seorang istri yang menunggu nya, dan itu terasa menggelikan karena yang ada di ranjang nya adalah adik kesayangannya.


Mendengar kata nyisir Sera langsung beranjak dari duduknya, dia mendekati meja rias dan Sera mengambil sisir kecil.


"Aku sisirkan ya" kata Sera sambil menatap kakak nya yang tinggi.


"Menunduk lah kak" lanjut Sera.


Nino terdiam sebentar dan setelah itu dia menundukkan kepalanya, Sera langsung mulai menyisir rambut kakak nya.


"Dah rapih" kata Sera sambil menatap takjub hasil sisiran nya.


Rambut kakak nya tertata rapih, dan bukan itu saja ketampanan Nino pun menjadi naik lebih dari biasanya.


"Ayo" Nino memegang tangan Sera.


Sera melihat tangan itu, lalu dia memeluk pinggang kakak nya, membuat Nino menghentikan langkah nya.


"Kenapa? mau di gendong?" tanya Nino.


"Hem, upah nyisir rambut" sahut Sera manja.


"Baiklah, ayo tuan putri" Nino pun berjongkok.


Sera dengan senyuman nya langsung memeluk punggung kakak nya, dan Nino mulai berjalan dengan Sera yang ada di gendongan nya.


Beruntung Sera yang sekarang ringan jadi Nino tidak keberatan, Sera yang sekarang memiliki tubuh ideal tidak seperti Sera saat kecil yang memiliki tubuh berisi dan montok.


"Wah anak manja sudah datang" Annisa menatap tak percaya pada kakak nya.

__ADS_1


"Hey aku bukan anak manja, kak Nino sendiri yang menawarkan, iya kan kak" Sera melirik Kakak nya dengan senyuman manisnya.


"Iya, kakak yang mau gendong Sera" kata Nino tidak mau memperpanjang masalah nya.


Joy dan Willy hanya menjadi pendengar dan penonton, seperti biasnya Nino dan Sera memang sangat dekat, tidak seperti Annisa yang lebih suka menyendiri.


"Ck, aku tidak percaya" sahut Annisa sambil mengambil makanan nya.


Dari tadi mereka tidak makan karena menunggu Sera dan Nino, dan sekarang mereka memulai makan malam nya.


Makan malam kali ini agak berbeda, Nino masih merasakan jika kedua orang tuanya sedang menyimpan banyak pertanyaan pada nya.


Dan seperti nya setelah makan Nino harus menyiapkan jawaban agar orang tuanya tidak ikut terjerumus ke dalam gosip murahan itu.


"Habis makan Sera sama kak Nino duduk di ruang santai ya" kata Joy.


"Aku?" tanya Annisa.


"Boleh kalau mau" balas Joy.


"Males ahk, mau ngerjain tugas" balas Annisa.


"Daddy! mah kebiasaan acak aja rambut nya" kesal Annisa.


"Nah gitu yang Mommy nggak suka, Ica nggak bisa di gemesin kaya kak Sera, apa-apa selalu bilang Mommy aku bukan anak kecil" Joy menyahut sambil membereskan bekas makan malam bersama bibi pembantu.


Annisa tidak mendengarkan, dia hanya acuh dan setelah itu Annisa memilih ke kamar nya dia harus mengejar posisi rangking pertama yang telah di ambil oleh teman nya.


Di Sofa terlihat Sera dan Nino yang sedang menonton bersama Mommy dan Daddy nya, ke empat nya masih santai menonton sampai akhirnya Joy mematikan tv nya.


"Loh kok di matikan si Mom, kan rame" kata Sera melirik Mommy nya dengan bingung.


"Mommy dan Daddy mau ngejelasin sesuatu" kata Joy.


Sera melirik Mommy dan Daddy nya dengan wajah bingung, hingga akhirnya Willy mengeluarkan suara nya.


"Daddy ingin menanyakan kenapa gosip itu tersebar? maksud Daddy siapa yang menyebarkan gosip murahan itu" tanya Willy.

__ADS_1


"Gosip apa?" bukan Willy tapi Sera yang menyahut.


"Gosip Gay, belum baca sosmed ya?" tanya Joy pada putrinya.


Sera menggelengkan kepalanya, dia melihat ponselnya dan benar saja ada artikel yang mengatakan jika Nino kakak nya adalah Gay.


"OMG, benar kah ini?" Sera syok.


Huh..


Nino melihat wajah-wajah penasaran itu, dia menarik nafasnya panjang dan setelah itu mulai menjelaskan tapi Sera kembali bersuara.


"Gay itu yang suka sesama jenis kan? kak Nino kok gitu sih masa iya suka sama terong, bukan nya itu belok ya?" Sera menatap kakak nya dengan wajah aneh.


"Itu tidak benar, Bella menyukai ku dan aku mengatakan tak akan menyukai wanita manapun jadi dia berpikir jika aku Gay, dan aku tidak sama sekali menyukai sesama jenis aku normal" Nino menjelaskan.


"Jadi ini gara-gara si ulet keket itu?" Sera mengeretakan gigi nya menahan kesal.


"Daddy juga tidak suka dengan gadis itu, lebih baik ganti sekertaris saja" kata Willy ikut menyahut.


"Setuju, Mommy juga merasa Bella terlalu berlebihan, lebih baik di pindahkan jadi karyawan saja" timpal Joy.


Nino hanya mengangguk, dia memang sudah memiliki rencana untuk mengganti Bella, tapi meski begitu Nino tidak akan membuat Bella menjadi pengangguran, sejahat apapun orang terhadap kita tentu tidak baik untuk kita membalas dengan menghambat rejeki nya.


"Jadi kak Nino tidak Gay kan? lalu kenapa nggak pacaran? kan punya pacar enak bisa ciuman" tanya Sera sambil menatap kakak nya.


"Sera!" kompak mereka menatap tajam Sera.


"Hihi, aku mau punya pacar lagi boleh kan Mom? Dad kak, mau sama ___"


"Tidak!" kompak mereka menjawab bersama.


"Kok gitu sih, dulu boleh perasaan" Sera manyun.


"Tidak, terkecuali sama kak Nino" ucap Joy.


"Hah?"

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2