
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sera masih setia menunggu suaminya pulang, sudah terhitung 2 jam yang lalu Nino keluar dan sekarang suaminya itu belum kunjung datang juga.
"Apa dia tidak membawa ponsel" gumam Sera sedikit kesal karena berkali-kali panggilan nya tidak terangkat.
"Atau mungkin suamiku sedang bersama wanita cantik yang di temui nya di restoran?" lanjut Sera yang pikirannya sekarang sudah mulai kemana-mana.
Tidak, Sera langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, dia sangat yakin akan kesetiaannya suami nya padanya.
"Kak Nino sangat mencintai mu Sera, ya itu memang tidak akan pernah bisa di pungkiri" Sera berusaha menenangkan hatinya yang gelisah.
Hingga menjelang pukul 11 malam tiba-tiba terdengar suara pintu, Sera mendengar itu dan langsung bergegas mendekati sumber suara.
Aaaa !
Jerit Sera saat melihat wajah babak belur suaminya.
"Apa yang terjadi?" tanya Sera sambil meraba wajah Nino.
Nino tidak menjawab melainkan dia menatap wajah istrinya dengan senyuman manis nya.
"Jawab aku, jangan membuat aku cemas seperti ini" Sera memeluk tubuh Nino.
"Ini hanya luka kecil, tadi aku menolong seseorang yang sedang di kejar preman" jelas Nino.
"Apa!" pekik Sera kaget. "Mereka pasti menyakiti mu, mana yang sakit" Sera meraba tubuh suaminya.
Nino terkekeh melihat betapa khawatir nya Sera padanya, dia beruntung memiliki Sera yang sangat menyayanginya lebih dari apapun.
Cup !
"Sayang!" Sera cemberut saat Nino malah mengecup bibir nya.
__ADS_1
"Aku tidak apa" kata Nino meyakinkan.
"Aku tidak percaya, wajah mu terlihat sangat mengkhawatirkan" balas Sera sambil mengulurkan tangan nya untuk menyentuh sudut bibir Nino yang berdarah.
Awww !
Ringis Nino karena Sera mencubit nya.
"Sayang!" Nino sedikit kesakitan.
"Lihat! katanya nggak sakit tapi kenapa meringis" sahut Sera sewot.
Huh..
"Baiklah, aku kesakitan dan ingin di rawat oleh istri ku yang cantik, ayo" Nino membawa Sera ke arah ruang makan.
Sera mengikuti suaminya, Nino juga membawa makanan yang di pesan istrinya.
"Aku tidak lapar, lebih baik aku mengobati luka mu dulu ya" Sera merasa tak nyaman saat melihat wajah suaminya yang babak belur.
"Aku mau di obati tapi nanti setelah aku melihat istri ku makan banyak" jelas Nino tegas tak mau di bantah.
Sera mengembungkan pipi nya, dengan malas dia pun akhirnya makan dengan perasaan yang masih cemas.
Nino juga makan, keduanya makan dengan cepat karena Sera sudah gemas untuk mengobati luka suaminya.
Setalah selesai makan Sera pun langsung mengobati luka lebam nya dengan obat seadanya, Nino hanya pasrah saat istri kecilnya mulai memperlihatkan keperdulian nya itu.
"Aku sumpahin preman itu di gebukin emak nya, enak aja nyerang wajah tampan suami aku" sungut Sera kesal.
"Apa senang nya sih jadi preman, bikin bangga enggak bikin rusuh iya" lanjut Sera masih dengan wajah kesalnya.
Nino hanya tersenyum kecil melihat Sera yang bawel nya sudah melebihi ibu-ibu anak dua, dia suka saat melihat wajah marah istrinya yang bertambah cantik saat sedang kesal.
"Aku akan menelpon Mommy, pasti Mommy juga akan kesal pada preman yang menyakiti mu sayang" ucap Sera lagi.
__ADS_1
"Tidak boleh, Mommy akan sedih kalau tau aku terluka" balas Nino.
"Ya, tapi Mommy akan marah kalau tau wajah mu seperti ini, Mommy sangat menjaga ketampanan kamu sayang" lanjut Sera.
"Mommy sangat menyayangi kita" sahut Nino lagi.
Sera mengangguk cepat, Mommy nya selalu bisa membagi rata kasih sayang nya pada anak-anak nya, tidak ada yang nama nya anak angkat, Mom Joy selalu memperlakukan anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Kita anak Mommy Daddy dan itu akan selamanya begitu, tapi sayang bagaimana dengan Mama Melisa? Mommy belum tau dengan kedatangan Mama bukan?" tanya Sera.
"Mommy sudah tau" balas Nino singkat.
"Kapan?" tanya Sera bingung.
"Mommy yang mencarikan Mama, tapi entah kenapa aku lebih suka kehidupan tanpa mengenal Mama di bandingkan dengan situasi saat ini" jelas Nino dengan helaan nafas panjang.
"Apa Mama membuat kamu kecewa lagi?" tanya Sera pelan-pelan karena takut melukai perasaan suaminya.
"Hem, Mama selalu seperti itu" balas Nino sedih.
Sera yang paham dengan situasi ini langsung memeluk suaminya, dia memegang tangan suaminya.
"Jangan membenci Mama, tidak penting seberapa besar kesalahan nya tapi satu hal yang harus kamu ingat Mama adalah wanita yang melahirkan mu" ucap Sera bijak.
"Aku tau, tapi tidak ada seorang ibu yang menyukai anaknya hidup tidak benar, seorang ibu selalu ingin anaknya bahagia dengan lingkungan hidup yang baik" Nino menjeda ucapan nya, matanya menatap Sera penuh arti.
"Aku akan membuat Mama pergi dari kota ini, mungkin mengirimkan Mama ke tempat terpencil lebih baik" lanjut Nino serius.
Sera terdiam, dia tidak yakin dengan usul suaminya.
"Biarkan Mama melihat kak Vicky dulu, kak Vicky pasti merindukan Mama"
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1