
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Semalaman Nino mencoba mengetuk pintu kamar Sera, dan sama sekali tidak mendapatkan sahutan karena Sera tidak membukakan pintu nya.
Dan saat Nino yang sudah memakai stelan kerja nya menuggu Sera di depan pintu, lama dia menunggu bahkan sampai membuat bibi pembantu yang ingin mengambilkan baju kotor di kamar Sera itu merasa sungkan.
"Mau ambil baju bi?" tanya Nino.
"Iya tuan" sahut bibi pembantu.
"Silahkan" Nino mundur.
Tok..tok..
"Siapa?"
"Saya non, mau ngambil cucian"
"Masuk aja nggak di kunci kok"
Masuk aja nggak di kunci kok!
Kata-kata itu seolah menampar Nino, semalaman dia tidak berani memegang gagang pintu karena takut Sera mengusirnya.
"Bi tutup lagi aja, aku lagi nggak enak badan" kata Sera.
"Iya non" bibi pembantu langsung pergi setelah menutup pintu.
Sera menghela nafas nya panjang, setalah itu dia menarik selimutnya dan memeluk guling nya.
Semalaman Sera nonton film romantis terbaru, hidung nya sampai merah karena semalaman dia menangis sesegukan, sehingga pagi nya Sera merasa meriang dengan hidung yang terasa tersumbat.
Ceklek..
"Bi aku kan sudah bila__" ucap Sera terhenti karena melihat yang masuk bukan bibi pembantu melainkan Nino.
__ADS_1
"Kak" Sera melihat kakak nya yang berjalan mendekati nya.
"Kamu sakit? bibi bilang kamu nggak enak badan" Nino memegang kening Sera.
Sera memejamkan matanya, lalu menatap kakak nya yang perhatian pada nya.
"Hanya nggak enak badan" sahut Sera.
"Hidung nya gimana?" tanya Nino lagi.
"Sedikit sesak, nafasnya susah" jelas Sera.
Nino berdiri dia berjalan mendekati meja rias, Nino terlihat mencari sesuatu hingga tak lama kemudian Nino kembali dengan membawa termometer.
"Coba taruh di ketiak" kata Nino.
Sera mengambil nya, dia menyimpan nya di ketiak nya dan sambil menunggu Sera mendapatkan usapan kecil di kening nya yang di berikan sang kakak.
"Maaf, jangan ingat yang tadi malam Mommy dan Daddy hanya bercanda" kata Nino.
Sera tidak menyangka jika dugaan nya selama ini adalah fakta, dan entah kenapa Sera senang akan hal itu.
"Apa kamu membenci kakak?" tanya Nino sambil menunggu termometer nya bersuara.
"Tidak" sahut Sera cepat.
Tit!
Nino langsung mengambil termometer nya, dan matanya melihat angka yang terlihat di termometer itu yang memperlihatkan 38,7 derajat Celsius.
"Kamu demam" kata Nino wajah nya terlihat cemas. "Kakak akan menelpon dokter" lanjut Nino ingin beranjak berdiri tapi tangan nyq di tahan oleh Sera.
"Ini sama sekali tidak parah, aku tidak apa dan jangan telpon dokter" ucap Sera sambil menatap kakak nya.
Nino melihat Sera sebentar lalu dia pun kembali duduk lagi.
__ADS_1
"Lalu apa yang kamu mau sekarang girls?" tanya Nino, tangan nya mengusap pipi Sera dengan penuh kelembutan.
"Mau makan sup di suapin kakak" balas Sera manja.
Nino mengangguk karena permintaan Sera tidak lah sulit, dia hanya perlu tidak bekerja seharian dan itu bukan masalah untuk nya karena selama ini Nino tidak pernah bolos selain untuk acara keluarga.
Joy mengetahui Sera yang demam tentu langsung membuat kan sup kesukaan Putri nya, Willy tidak terlalu cemas karena ada Nino yang selalu menjaga Sera.
Keduanya tahu betul seberapa sayang Nino terhadap Sera, maka dari itu Joy dan Willy setuju jika pada akhirnya Nino dan Sera menikah, toh keduanya bukan saudara kandung dan Nino adalah pria yang tepat untuk Sera yang manja.
"Sarapan nya kok cuman bertiga?" tanya Annisa heran.
"Kakak kamu sedang demam jadi nggak ikut sarapan bersama" balas Willy.
Annisa manggut-manggut saja, dia tidak bertanya siapa yang menemani kakak nya di kamar karena Annisa tahu jika sedang sakit yang di perlukan Sera hanya lah kak Nino.
Dan bukan hanya itu saja, Annisa juga sudah tahu jika Nino dan Vicky bukan kakak kandung nya, itu dia ketahui saat sedang di rumah Oma Opa nya, dimana golongan darah Vicky dan darah nya tidak sama.
Sedangkan di kamar terlihat Sera yang sedang makan di suapi Nino, Sera makan banyak karena dia memang sedang lapar.
"Kak, cari lah pacar aku sangat senang memiliki kakak seperti kakak, tapi kakak adalah kakak ku dan selamanya begitu" kata Sera saat makanan di mulut nya habis.
Mendengar itu Nino menghentikan gerakan tangan nya, mata nya melirik Sera lalu dia kembali memberikan suapan untuk Sera lagi.
Dan Sera menahan tangan kakak nya agar tidak memberikan suapan lagi pada nya, yang membuat tatapan mata keduanya saling bertemu.
"Kamu juga adalah adik ku, dan selamanya begitu" Nino mengeluarkan suara nya, meski dia merasa berat mengatakan nya.
Sera bisa melihat wajah terpaksa saat kakak nya mengatakan kata itu, dan itu cukup membuat Sera yakin jika kakak nya menyukai nya.
Nino tiba-tiba berdiri, dan tangan nya kembali di tahan oleh tangan Sera.
"Sera kakak akan mengambil min__"
Cup !
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏