
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Dad Lian menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya yang sangat menyebalkan itu, bagaimana tidak Willy dari tadi tidak kelihatan batang hidungnya.
Dan dia sangat yakin bahwa putranya itu sedang mencari kesempatan dalam kesempitan, menurutnya jika ingin berduaan saja dengan Joy Kenapa Willy menyuruhnya membawa anak-anak ke pantai.
"Putramu benar-benar menyebalkan" kata Dad Lian pada Istri nya.
"Hem, dia juga putramu yang sangat mirip denganmu" balas Mom Arr sambil menatap kedua cucu nya yang sedang bermain pasir.
Keduanya saat ini sedang duduk di kursi pantai dengan payung di atasnya yang membuat keduanya tidak kepanasan, sambil menikmati jus jeruk yang segar.
"Tapi aku tidak merasa suka melakukan kegilaan seperti William" sahut Dad Lian lagi.
Yang mana hal itu membuat Mom Arr tersenyum kecil, mana ada seperti itu yang ada ada suami dan William putranya sama-sama miliki sikap yang seenaknya.
Dan hal itu sama sekali tidak bisa di ganggu gugat, kesamaan antara Dad and Son benar-benar 99% sama tanpa celah sedikitpun, apalagi dengan wajah bule keduanya yang semakin membuat keduanya sama persis.
"Sayang.."
"Iya tidak sama, hanya sama-sama bule" balas Mom Arr sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bule yang selalu membuat dirimu mengereng nikmat, itu kan sayang" Dad Lian menjawab dengan wajah mesum nya.
Dasar kakek-kakek tidak ingat umur, udah tua masih aja suka mesum. batin Mom Arr.
"Sayang, nanti anak-anak mendengar suara mu, inget umur" kata Mom Arr memperingati suaminya.
"Memang nya kenapa? meski sudah tua aku masih bisa bertahan long time seperti dulu lagi tau, apa kamu mau bukti sekarang sayang?" tanya Dad Lian gila.
Mom Arr dengan cepat menggelengkan kepalanya, suaminya itu sudah benar-benar gila yang benar saja mengatakan semua itu di tempat umum seperti ini.
Bagaimana kalau kedua cucu nya mendengar, ya meski itu tidak mungkin karena jarak dari tempat duduk mereka dengan tempat di mana Nino dan Vicky bermain berjarak 5 sampai 6 meter.
"Baiklah aku percaya jika kau masih hebat dalam masalah ranjang, tapi satu hal yang harus kau ingat bahwa aku sudah 63 tahun dan kau sudah 65 tahun jadi kita harus sadar akan encok yang kita miliki" jelas Mom Arr yang seketika membuat senyuman di wajah suaminya memudar.
"Tidak bisakah kau tidak membawa masalah encok, itu membuat aku menjadi merasa seperti kakek-kakek" balas Dad Lian kesal pada sang istri.
"Maka dari itu sebelum bicara harus sadar dulu dengan umur, kita sudah punya cucu empat dan sekarang otw lima yang sudah memanggil kita dengan sebutan Oma dan Opa" jelas Mom Arr masih dengan wajah datarnya.
Huh..
Dad Lian menghembuskan nafasnya kasar niatnya ingin menggombal pada istrinya tapi malah dibuat bungkam dengan sikap istri nya yang memang dari dulu selalu cuek dan datar.
"Tubuh boleh tua tapi jiwa masih muda sayang" tegas Dad Lian.
__ADS_1
"Iya iya, terserah kamu sayang" balas Mom Arr mengalah.
Saat Oma Opa nya sedang mengobrol Vicky datang dengan wajah bingung ya mendekati Oma dan Opa nya, juga di susul oleh Nino yang mendekat kearahnya.
"Apa sudah selesai?" tanya Mom Arr.
"Tidak Oma, masih ingin bermain tapi Mommy dan Daddy kok nggak ikut main Oma?" tanya Vicky.
"Mungkin Mommy sedang tidur, kan Mommy nggak boleh cape-capean soalnya dede bayinya suka bobo" balas Mom Arr asal, sebenarnya dia juga bingung kenapa sampai sekarang Willy dan Joy masih belum keluar dari Villa.
"Dede bayi nya sakit?" tanya Vicky lagi.
Mom Arr menggelengkan kepalanya, dia mensejajarkan tubuhnya dengan sang cucu, lalu merangkup kedua pipi Vicky.
"Nggak sakit tapi pengen bobo aja" jelas Mom Arr.
"Oh bobo" Vicky yang paham mangut mangut pelan.
Nino yang melihat itu melirik Opa nya, membuat Dad Lian yang di lirik mengedikkan bahunya sebelah ke atas pertanda Jika dia tidak tahu.
Semoga saja Nino besarnya tidak segila William yang mesum dan hobi nyekap istri di kamar. batin Dad Lian.
🌹
__ADS_1
Mampir juga di cerita cucu nya Bastian dan Fallen dengan judul ^^Twins For Azhela Oh Azhela^^
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏