
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Wajah kamu kok pucat sayang?" Joy menatap suaminya khawatir.
"Masa sih, biasa aja kaya nya" Willy mencoba menyembunyikan mual nya.
Nino dan Vicky sedang bermain di sofa, Joy mendekati suaminya lalu Joy menarik suaminya untuk duduk di dekat nya.
"Iya ihk muka nya pucat kaya hantu" kekeh Joy sambil mengambil sesuatu di tas nya.
Dan setelah mendapatkan apa yang dia cari Joy langsung tersenyum, Joy mengusap bibir suaminya yang sedikit pucat itu.
"Pakai ini ya biar sedikit fresh" lanjut Joy sambil mengoleskan Leptin ke bibir suaminya.
Willy hanya diam saat Joy melakukan apa yang dia mau, seperti biasanya Willy akan diam asal hal itu membuat istrinya senang.
"Jangan merah-merah" kata Willy saat Joy merapihkan Leptin nya dengan jari nya.
"Hem, nggak merah kok cuman sedikit merah" balas Joy santai.
__ADS_1
"Sayang" Willy mendekati wajah istrinya dan berniat mencium istrinya.
Joy tersenyum lalu menatap bibir seksi suaminya yang lebih merah di bandingkan dengan warna bibir nya.
"Kamu semakin tampan sayang" Joy tersenyum.
"Kamu juga makin cantik" balas Willy memuji istrinya.
Keduanya asyik saling memuji masing-masing sampai akhirnya terdengar suara Vicky.
"Mommy Daddy lapar" ucap Vicky sambil menatap ke arah kedua orang tuanya.
Joy yang mendengar itu tersenyum, jiwa muda nya kadang lupa jika dia sudah punya dua buntut.
Akhirnya keluarga kecil Willy Joy pergi makan siang di restoran yang Joy inginkan, dan Joy memilih restoran bintang lima karena Joy ingin makan enak.
Di perjalanan penuh dengan canda tawa seperti biasnya, bahkan saat ini Nino yang sudah terbiasa dan dengan senang bernyanyi bersama Mommy dan adiknya.
Selesai makan siang Joy mengajak anak-anak belanja baju dan mainan, tentu Vicky dan Nino senang karena biasnya mereka pergi belanja setiap akhir pekan.
Tapi untuk kali ini Daddy nya mengajak nya membeli mainan, karena Joy ingin membeli beberapa barang untuk calon baby nya, ini memang terlalu cepat tapi Joy sudah tidak sabar untuk belanja keperluan baby jadi dia pun berniat menyicilnya dari sekarang.
"Ini saja, aku yakin anak pertama kita cowok" kata Willy.
__ADS_1
"No, aku sangat yakin kalau baby kita itu cewek" balas Joy.
"Cowok sayang" sahut Willy lagi.
Joy menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang kekeh jika calon baby nya adalah cowok, padahal Joy sangat yakin jika calon baby nya adalah cewek.
Tanpa keduanya sadari Vicky dan Nino berlari mengejar sosok wanita yang Nino kenali, Nino terus mengikuti sosok wanita itu hingga akhirnya keduanya berhenti saat melihat wanita itu memeluk seorang pria tua.
"Itu Mama ya kak?" tanya Vicky.
Nino menggelengkan kepalanya.
"Bukan, ternyata kakak salah orang dek, kakak pikir itu Mama tapi ternyata bukan" jelas Nino bohong.
Dalam hatinya Nino ingin sekali mendekati ibunya, dia ingin menanyakan kenapa ibu nya tega membuang dirinya dan adik nya.
Tapi Nino menahan itu, dia akan membiarkan Vicky tidak mengetahui Mama nya, dan hanya tau Mommy Joy dan Daddy William saja karena Nino tidak mau Vicky nanti nya akan kecewa, apalagi yang Nino tau dirinya dan Vicky adalah beda Ayah.
Mama terimakasih telah melahirkan kami, dan terimakasih juga telah membuat kami menjadi anak beruntung karena bertemu dengan sepasang suami istri yang dengan tulus menyayangi kami. batin Nino.
"Mommy akan mencari kita, ayo" Nino membawa Vicky untuk kembali ke gerai yang menjual barang-barang bayi.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏