
^^H A P P Y R E A D I N G^^
πΉπΉπΉπΉπΉ
Satu minggu berlalu, kondisi tangan Joy masih dalam proses pengobatan, sekarang tangan Joy di perban dan setiap seminggu sekali tangan Joy harus di ganti perban nya.
Saat ini Joy sedang makan di suapi suaminya, Joy sangat beruntung karena di saat dia sakit Joy tidak resah dan takut harus sendiri lagi, dia memiliki Willy di hidupnya.
"Aku mau pulang aja, bosen" ucap Joy mengadu.
"Tidak, tangan mu masih butuh pengobatan" sahut Willy dan kembali menyuapi Joy.
"Tapi aku harus menulis" seperti biasanya Joy selalu memikirkan pembaca novel nya.
Dia pasti akan kehilangan banyak pembaca, hancur sudah dunia pernovelan yang Joy banggakan akan menjadi sesuatu yang sangat besar dalam hidup nya.
"Berhenti memikirkan orang lain, pikirkan kesehatan mu sendiri lagi pula kalau mereka menyukai karya mu mereka pasti paham jika penulis nya sedang sakit" Willy kembali menyuapi sang istri.
Joy diam, sampai akhirnya dia menerima suapan dari suaminya dan kembali makan.
__ADS_1
"Aku akan mengaji mu lebih dari yang kau dapatkan, jangan takut" lanjut Willy tau akan Joy yang menulis karena uang.
Tapi bukan hanya perihal kerjaan saja, bagi Joy yang dulu nya kesepian dia sangat nyaman berada di dunia halu nya.
Dunia khayalan yang bisa membuat Joy terbang, bahkan tak jarang Joy mengutarakan isi hati nya lewat cerita itu, meski lebih banyak nya ceritanya hanya berisi impian-impian Joy yang tidak tercapai. seperti memiliki keluarga yang lengkap.
"Aku benar-benar bosan, waktu mu terbuang sia-sia hanya untuk menemaniku" lanjut Joy.
"Siapa yang mengatakannya? di mana pun kamu berada di situ ada aku dan itu adalah keharusan" tegas Willy.
Membuat Joy tidak bisa berkata-kata lagi, bukan karena mengalah tapi Joy selalu di buat bungkam dengan perhatian kecil dari suaminya.
"Tuan biodata orang tua nona Joy sudah di temukan" ucap Yuda.
Saat ini keduanya sedang berada di dalam mobil menuju perusahaan.
"Apa dia dari keluarga kaya?" tanya Willy.
"Nona Joy lahir dari percintaan gelap mereka tuan, nyonya Imelda itu nama ibu nya dan tuan Robert nama ayah nya. nyonya Imelda dulu nya adalah sekertaris dari tuan Robert dan tak lama kemudian dia mengandung dan melahirkan nona Joy." jelas Yuda.
__ADS_1
Butuh waktu lama untuk dia mendapatkan informasi yang jelas-jelas sangat susah di dapatkan, tapi dengan uang semuanya terasa mudah karena Yuda mengerahkan banyak orang untuk informasi sedetail ini.
"Maksud mu tuan Robert pemilik perusahaan X di kota B?" tanya Willy memastikan.
Dan Yuda mengangguk cepat, membuat Willy menghembuskan nafas nya kasar.
"Apa mereka keluarga baik?" tanya Willy lagi.
Dia harus memastikan jika tidak akan ada bahaya lagi yang menghadang Joy.
"Tuan Robert dulunya adalah Casanova tuan, dia juga pernah menikahi istri pertama dari tuan Gibran dan sekarang dia memiliki tiga anak dari nyonya Anasya. sedangkan nyonya Imelda dia sudah meninggal empat tahun yang lalu karena sakit, dan sekarang suami beserta anak-anaknya menetap di New York" jelas Yuda panjang kali lebar.
Willy terdiam lama nampak menimbang, apa dia akan mengatakan semuanya pada Joy atau tidak. Tapi apa Joy bisa menerima jika ibu nya sudah tiada.
Lama Willy terdiam sampai akhirnya dia mobil pun sampai di perusahaan, Willy berniat memberitahu Joy nanti saat Joy sembuh karena jika sekarang bisa di pastikan Joy akan syok mengetahui jika ibu nya sudah meninggal sebelum melihat wajah nya.
πΉ
Yang baca cerita Salah Ranjang (Pria Buta) pasti tau siapa Robert kanπ€
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak β₯οΈπ€π