
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah selesai kompqkmalam Joy kembali bertingkah, dia membuat alasan untuk Radit tetap menginap di rumah nya, begitupun dengan anak-anak yang kompak ingin Radit tinggal.
"Daddy Vic ingin tidur bersama Om" kata Vicky memohon.
"Iya, aku seperti nya mengidam untuk bisa tidur bersama kakak dan anak-anak" Joy tersenyum menatap suaminya.
Willy menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa membiarkan istrinya melakukan hal itu karena dirinya adalah suaminya Joy.
"Dia kakak mu tapi dia sudah bukan mahram mu, pelukan mungkin bisa tapi tidak dengan tidur" tegas Willy so bijak.
Joy mengembungkan pipi nya sebal, dia pergi karena kesal dengan suaminya, Radit membawa anak-anak agar tidak melihat drama rumah tangga itu.
Willy mengikuti kemana Joy pergi, sampai tiba di kamar nya dia langsung memeluk Joy dengan erat.
"Cukup hari ini kau membuat aku mati berdiri honey" kata Willy sambil menghirup aroma shampoo yang di pakai istrinya.
Joy melepaskan pelukan nya dengan kasar, dia malas dengan suaminya karena suami nya tidak paham dengan ngidam nya.
"Salahkan saja anak kita, dia yang meminta semua ini" ucap Joy sambil mengusap perut nya.
"Tapi seharusnya kamu bisa kan menahan nya, aku suami mu dan suami mana yang mau melihat istrinya tidur bersama pria lain" teriak Willy mengacak rambut nya kesal.
__ADS_1
"Dia bukan orang lain, Radit kakak ku" tegas Joy dengan wajah yang sudah menahan tangis.
Tiba-tiba Joy menangis, wajah nya sudah berderai air mata yang membuat Willy langsung tersadar jika dia telah menyakiti istrinya.
Willy mencoba untuk mengalah, dia mendekati istrinya dan membawa tubuh istrinya kepelukan nya.
"Maafkan aku, maafkan aku" Willy memeluk Joy dengan lembut.
Joy menangis di pelukan suaminya, Joy tidak tau kenapa dia sangat sensitif seperti ini, semenjak kehamilan Joy memang mudah menangis dan suara tinggi suaminya membuat dia tidak bisa menahan air mata nya.
"Aku membuat mu kesal" Joy terisak lagi.
"No, kau hanya ngidam maafkan aku yang kekanakan" Willy merangkup kedua pipi istrinya, dan mencium wajah Joy bertubi-tubi.
Joy mengadahkan pandangan untuk menatap suaminya, lalu memberikan ciuman singkat di bibir suaminya.
"Iya boleh" akhirnya Willy mengalah.
Demi calob anak nya, Willy mungkin akan menahan kecemburuan nya sampai pagi dan dia harus bersiap untuk hal itu.
"Terimakasih, I love you sayang" kata Joy sambil tersenyum.
"I love you too, Love You too so much honey" balas Willy yang semakin tidak ikhlas apa lagi setelah melihat senyuman manis di wajah istrinya.
.
__ADS_1
.
.
Mereka berakhir tidur di kamar anak-anak, Willy dan Radit dengan susah payah menyatukan dua ranjang besar milik anak-anak.
"Dorong lagi, kau lemah ya!" kesal Willy.
"Ini sudah di dorong, lihat bagian mu masih miring" balas Radit ketus.
"Hey aku pemilik rumah seharusnya aku diam dan kau yang melakukan semua ini" Willy tidak terima.
"Diamlah mulut mu sama sekali tidak membantu, gerak itu bukan memakai mulut tapi tangan dan kaki" sahut Radit lagi.
Dan sepanjang menggeser ranjang besar itu Radit dan Willy tidak berhenti berdebat, keduanya sama-sama saling meledek dan tidak ada yang mau kalah di antara kedua nya.
Saat akan tidur Willy memilih di dekat Joy, di tengah-tengah mereka ada Nino dan Vicky lalu yang di pinggir adalah Radit.
Setelah mendapatkan posisi masing-masing mereka langsung sama-sama memejamkan matanya, Willy tidur dengan memeluk Joy dan hal itu membuat Joy senang karena suaminya benar-benar mengikuti keinginan nya.
Kamu beruntung punya Daddy yang memiliki hati besar seperti Daddy mu sayang, Mommy juga beruntung memiliki suami seperti Daddy. batin Joy sambil mengusap perut nya dengan lembut.
Dia sangat mencintai Willy, Joy berharap cintanya akan selamanya sampai mati, dan begitupun dengan suaminya yang akan selalu mencintai nya dengan apa adanya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏