
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Radit kembali ke apartemen nya dengan wajah yang penuh kecewa, dia masih tidak menyangka jika semuanya akan menjadi seperti ini.
Jika gadis lain yang menjadi adik tiri nya mungkin dia akan langsung mengecam dengan tindakan nya yang gila.
Tapi ini Joy? gadis yang sedang dia perjuangkan untuk di dekati, gadis yang beberapa hari ini selalu berkeliaran di kepala nya.
"Sebenarnya takdir apa yang Tuhan berikan pada ku, kenapa harus Joy yang menjadi adik ku kenapa bukan gadis lain" kesal Radit sambil mengacak-acak rambut nya.
Dia benar-benar masih tidak percaya dengan fakta yang baru dia dapatkan, apalagi hal yang paling menyakitkan nya satu lagi adalah fakta jika Joy sudah menikah.
Arghhh !
Brakk !
Radit menepis barang-barang yang ada di meja ruang tamu nya dengan kasar, membuat pecahan beling berserakan dimana-mana.
"Kenapa harus dia kenapa!" teriak Radit lagi.
Karena kesal Radit pun memilih ke kamar nya, dia memilih tidur karena jika dia masih tetap membuka matanya bisa di pastikan semua barang-barang di unit apartemen nya akan dia rusak dengan tangan nya.
Sedangkan di tempat lain Joy di ajak pulang oleh suaminya, seperti yang di katakan suaminya Joy juga merasa akan lebih baik jika Joy tidak tinggal di rumah ayah nya.
"Jangan lupa main ke sini lagi, pintu rumah ini selalu terbuka untuk kamu Joy" jelas Nyonya Anasya.
"Terimakasih bunda, aku akan kesini lagi bersama suamiku. dan terimakasih telah menerima aku" balas Joy sambil memeluk ibu sambung nya itu.
__ADS_1
Dia sendiri bingung dengan status nya di sini, Joy memang anak dari ayah nya tapi ibu nya tidak di nikahi ayah nya, dan yang Joy tau sekarang dia terlahir dari hasil zinah bukan pernikahan.
"Tentu sayang, Bunda menerima mu. kamu putri kami" sahut Nyonya Anasya lagi.
Joy tersenyum, dia melepaskan pelukan nya lalu berjalan mendekati Ayah nya.
tanpa bicara sedikit pun Joy langsung memeluk sang ayah.
Air mata nya jatuh ke pipi nya, hari ini adalah hari terbaik untuk nya, Joy tidak bilang jika hari-hari yang dia lewati bersama suaminya itu buruk tapi merasakan pelukan Ayah dan Bunda nya Joy merasa jika dia memiliki keluarga.
"Maafkan Ayah, jangan membenci ayah" kata tuan Robert sambil mengusap punggung Joy lembut.
"Tidak Ayah, aku tidak pernah membenci ayah. aku sangat bahagia karena pada akhirnya aku tau siapa ayah ku yang sebenarnya, sungguh aku sangat bahagia" jelas Joy sambil mengeratkan pelukannya.
Cup..
Mata Willy langsung melotot lebar saat melihat kening Joy yang di kecup oleh mertuanya.
"Bahagia lah nak, Ayah akan selalu mendoakan mu" kata Tuan Robert lagi.
"Terimakasih Ayah, ayah juga sehat-sehat ya. maaf tidak bisa bersama ayah" balas Joy.
Setelah itu Ayuna memeluk Joy, dia merasa baru sebentar dia merasakan sensasi memiliki saudara perempuan yang bisa dia ajak ngobrol.
Nyonya Anasya tersenyum melihat Ayuna yang sangat baik dan mau menerima keberadaan Joy di keluarga nya, nama Ayuna sebenarnya dia ambil dari nama anak teman nya.
Saat itu nyonya Anasya bertemu dengan teman lama nya, wanita baik yang sempat bermasalah dengan dirinya dan untuk membuat dia selalu ingat akan kesalahan nya, Nyonya Anasya memilih nama yang sama dengan putri sulung teman lama nya, Ayuna.
"Kakak harus kesini lagi, aku akan memperlihatkan banyak koleksi novel ku pada kakak" jelas Ayuna sambil melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Iya, nanti kakak juga akan memberikan buku yang kakak tulis untuk mu" balas Joy sambil tersenyum.
Joy dan Willy pulang setelah berpamitan, di dalam mobil kedua saling mendiamkan sampai akhirnya.
Cup..
Joy mengecup pipi suaminya lembut.
"Terimakasih untuk semua nya, aku sangat beruntung memiliki mu sungguh aku sangat bahagia" kata Joy sambil tersenyum.
Willy menghentikan mobilnya di pinggir jalan, setelah itu dia melirik istrinya dengan raut wajah aneh nya.
"Bayaran nya akan lebih dari biasnya, ingat kamu sudah janji" ucap Willy santai.
Pipi Joy seketika bersemu merah mendengar ucapan suaminya, dia melihat ke luar kaca mobilnya dan tersenyum saat tidak melihat hotel.
"Baiklah, aku akan melakukan nya sesuai dengan janjiku" balas Joy dengan tersenyum.
Willy menaikan sebelah alisnya ke atas, dia melepaskan sabuk pengaman nya dan mendekatkan wajah nya dengan wajah istrinya.
"Oke, kita main di sini" kata Willy sambil tersenyum menyeringai.
"A_apa!"
Hemphh..
🌹
Nggak akan aneh-aneh kok, kan puasa😁 tapi eh aku kan lagi dapet gimana ya🤣
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏