Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Mengecewakan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai makan Sera di kagetkan dengan kedatangan dokter pribadi keluarga nya, dia bingung siapa yang sakit di rumah nya sampai akhirnya dokter menyapa padanya.


"Seperti nya nona Sera hanya kecapean saja nyonya" ucap dokter yang melihat wajah lesu Sera.


"Dokter periksa dulu dong baru menyimpulkan" balas Mom Joy yang memang menjadi dalang dari kedatangan ibu dokter.


Sera yang kebingungan sekarang dia baru paham, dia langsung melirik Mommy nya.


"Mom" Sera menatap Mommy nya.


"Hanya periksa saja sayang, setelah itu kamu boleh tidur" balas Mom Joy sambil tersenyum.


Huh..


"Mommy aku tidak sakit, hanya masuk angin biasa" jelas Sera.


"Iya sayang Mommy paham, ayo Bu dokter kita ke kamar Sera" ucap Mom Joy membawa Sera ke kamar atas.


Dokter mengikuti Sera dan Mom Joy ke kamar atas, meninggalkannya Nino dan Dad Willy yang duduk di sofa.


Nino yang dari tadi bingung melirik Daddy nya, dia tahu pasti di sini Daddy nya juga ikut ke dalam drama ini.


Dad Willy yang paham dengan tatapan putra nya langsung tersenyum.


"Mommy menyangka Sera hamil" jelas Dad Willy.


"Apa Sera hamil?" kaget Nino.


"Tidak, bukan seperti Nino. jadi begini Mommy melihat Sera yang memiliki kesamaan dengan ibu hamil, dan maka dari itu Mommy memanggil dokter untuk memperjelas semua dugaan nya" Dad Willy menjelaskan panjang kali lebar.


Nino mangut-mangut saja mendengar penjelasan dari Daddy nya, andai semua itu benar dia akan sangat bahagia karena dia akan mendapatkan keturunan.


"Apa Sera sudah mengatakan jika dia siap mengandung?" tanya Dad Willy.


Mendengar pertanyaan itu seketika Nino diam, dia menggelengkan kepalanya pelan karena Sera selalu bilang ingin menunda kehamilan nya karena dia masih sangat muda.


Dan Nino selalu membuang benih nya di luar, dia merasa ada kemungkinan besar kalau kali ini Daddy dan Mommy nya akan kecewa dengan hasil nya.

__ADS_1


"Maaf Dad, tapi kami memang belum berniat memiliki momongan, mungkin tahun depan" ucap Nino dengan berat hati.


Dia tidak ingin membuat orang-orang yang di sayangi nya menaruh harapan besar yang hasilnya bahkan masih nol besar.


Di kamar atas nampak Sera yang baru selesai di periksa, wajah kecewa terlihat jelas di wajah Mom Joy yang ternyata perkiraan nya salah besar.


Sera tidak hamil dan dokter malah meresepkan obat untuk Sera yang kurang darah, keseringan begadang menjadi alasan pertama kenapa Sera bisa sampai kekurangan darah.


"Ya sudah kalau begitu saya pergi dulu, semoga nona Sera cepat sehat ya" ucap ibu dokter.


"Terimakasih Dok" kata Sera sambil tersenyum.


Dokter keluar dari kamar, Mom Joy mendekati putrinya dan mengusap lembut kening sang putri.


"Mommy kecewa ya? maaf" ucap Sera paham apa yang di inginkan Mommy nya.


"Tidak sayang, Mommy nggak kecewa hanya saja Mommy merasa lucu saja karena Mommy malah berpikir kamu hamil, anak Mommy kan masih anak-anak dan selalu menjadi princess kesayangan kami" Mom Joy memeluk tubuh sang Putri.


Sera ikut mdmbalas pelukan Mommy nya, entah kenapa setelah mendengar ucapan Mommy nya Sera semakin merasa bersalah.


"Aku sayang Mommy" ucap Sera sambil mencium harum tubuh Mommy nya.


"Iya sayang, Mommy juga menyayangimu" balas Mom Joy.


"Aku membenci obat" ucap Sera menutup bibir nya.


"Sttt, tidak boleh seperti itu, kalau masih butuh jangan bilang benci, nanti cinta loh" Nino duduk dan langsung membukakan satu persatu obat yang harus di minum istrinya.


Sera menghembuskan nafas nya panjang, lalu dia menerima obat-obat yang harus diminum, dan di akhiri dengan minum air sebanyak-banyaknya.


"Pahit" ucap Sera sambil menjulurkan lidahnya.


"Kalau manis bukan obat namanya tapi gula" balas Nino sambil memegang kening istrinya.


"Mau bobo sekarang?" tanya Nino sambil membelai wajah istrinya.


Bukannya menjawab Sera malah memeluk tubuh suaminya, menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya yang selalu bisa membuat nya nyaman.


"Kenapa?" tanya Nino lembut.


Padahal dia sudah tau, tapi karena ini mendengar keluh kesah yang di rasakan istrinya jadi Nino memilih bertanya.

__ADS_1


"Aku merasa telah menyakiti Mommy Daddy" ucap Sera masih memeluk Nino.


"Kalau bicara sama suami harus apa?" tanya Nino.


Sera menghembuskan nafas nya panjang, lalu membenarkan posisinya menjadi menatap suaminya.


"harus natap wajah nya, nggak boleh nggak liat itu nggak sopan, nih udah" ucap Sera sambil tersenyum di paksakan.


"Pinter" Nino mencium pipi Sera.


"Kak"


"Sayang"


Huh..


"Sayang bagaimana kalau kita mulai program, aku seperti nya ingin punya anak melihat Mommy Daddy yang sudah mau punya cucu membuat aku merasa bersalah" jelas Sera sambil menatap suaminya.


"Punya anak harus memiliki kesiapan dan niat sayang, bukan hanya karena ingin menyenangkan orang lain" balas Nino bijak.


"Tapi Mommy Daddy bukan orang lain, mereka orang tua kitaq" sahut Sera agak sewot.


Astaga..


Nino langsung mengecup pipi istrinya karena saking gemas nya.


"Sayang!"


"Baiklah, kita akan program mulai sekarang" Nino akhirnya setuju.


"Sekarang? tapi aku masih sakit, aku pasti nggak tahan buat goy___" ucap Sera terhenti karena bibir nya di bungkam oleh ciuman.


Keduanya berciuman beberapa saat, lalu Nino mengecup kembali bibir Sera.


"Bukan sekarang, tapi nanti setelah kamu sehat" jelas Nino.


"Oh, baiklah" balas Sera menggemaskan.


Tahan Nino, tahan. batin Nino.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2