Wanita Gendut Itu Istri Ku

Wanita Gendut Itu Istri Ku
Memilih mengadopsi anak


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampainya di hotel Joy dan Willy masih belum tidur sampai larut malam, keduanya masih melihat dua anak laki-laki yang tertidur lelap di salah satu ranjang mereka.


Willy dan Joy pindah kamar, dan kamar yang sekarang memiliki dua ranjang yang berukuran cukup besar, sehingga Joy dan Willy tidak perlu tidur di sofa.


"Mereka terlihat sangat lelap" ucap Joy membuka suara nya.


"Hem, itu mungkin karena mereka sudah lama tidak merasakan nyaman nya tidur di kasur" balas Willy yang juga masih belum mengalihkan pandangannya pada kedua anak laki-laki itu.


Joy yang mendengar itu langsung memeluk suaminya, dan Willy sudah paham dengan sikap sang istri yang bersikap manja saat ada mau nya.


Willy mengusap punggung istrinya lembut, anak-anak yang menginginkan kehangatan keluarga itu juga sedikit mengingatkan pada masa lalu nya sendiri.


Dulu Dad Lian juga sibuk bekerja, dan Willy hanya memiliki kemewahan tapi tidak kasih sayang yang lengkap.


"Kamu mau bicara apa?" tanya Willy akhir nya.


Joy mendongkak kan wajahnya untuk menatap wajah suaminya.


"Apa aku boleh kembali meminta sesuatu?" tanya Joy dengan wajah yang serius.


"Memang nya apa yang kamu mau?" tanya balik Willy.


"Apa aku boleh mengadopsi mereka menjadi anak kita?" ucap Joy pelan.

__ADS_1


"Kamu serius?" tanya Willy cepat.


Joy mengangguk kecil, saat mendengarkan ucapan Vicky dan Nino Joy menjadi merasa terharu, dia merasa ingin memberikan apa yang mereka tidak dapatkan apalagi setelah ia tahu jika Vicky dan Nino di buang dari mereka masih sangat kecil.


Saat itu Nino berumur 7 tahun dan Vicky masih 2 tahun, semua itu benar-benar bisa Joy rasakan bagaimana rasa sakit nya menanti seseorang yang tak kunjung menjemput nya.


"Apa kamu keberatan?" tanya Joy pelan.


Willy menggeleng kepalanya, dia mengusap pipi Joy lembut dan memberikan kecupan mesra di pipi sang istri tercinta.



"Apapun yang membuat kamu bahagia aku setuju, apapun itu" jelas Willy sambil mengusap lembut bibir Joy.


"Tapi mengadopsi anak itu bukan hanya di putuskan satu pihak, tapi aku juga butuh keputusan kamu dan dukungan keluarga kita" jelas Joy.


Joy pernah tinggal di panti, saat itu teman nya di adopsi tapi baru tiga hari merasakan indahnya memiliki keluarga teman nya itu malah di pulangkan.


"Aku selalu mendukung mu, aku mau kita mengadopsi kedua anak laki-laki itu, dan untuk keluarga ku mereka selalu mensupport ku, aku yakin itu" jelas Willy dengan senyuman nya.


"Terimakasih" Joy terharu dan langsung memeluk suaminya.


"Aku sangat bersyukur karena memiliki istri yang baik hati seperti mu, terimakasih sudah menjadi istri terbaik ku" balas Willy tangan nya mengusap lembut punggung istrinya.


.


.

__ADS_1


.


Karena sudah dua Minggu akhirnya Joy dan Willy pulang ke kota A lagi, Nino duduk di jok belakang, sedangkan Vicky duduk di jok depan bersama Joy.


Kedua keluarga besar Joy dan Willy mendukung keputusan keduanya mengadopsi anak, bahkan Mom Arr sangat antusias dan tidak sabar untuk bertemu cucu nya itu.


Dan untuk urusan surat-surat adopsi mereka menyuruh seseorang yang ahli dalam hal itu, tentunya dengan uang Joy dan Willy bisa dengan cepat memiliki ijin untuk mengadopsi kedua anak laki-laki itu.


Apalagi keduanya sudah lama terlantar di jalanan, itu mempermudah untuk Willy dan Joy bisa memproses adopsi nya.


"Mommy aku ingin es krim" ucap Vicky dengan wajah senang nya.


"Dad kau dengar?" ucap Joy sambil mengusap lembut kepala Vicky yang ada di pangkuan nya.


"Baiklah es krim manis untuk putra tampan kita" Willy menjawab dengan senyuman nya.


Nino masih belum bisa beradaptasi dengan situasi ini, tidak dengan Vicky yang bisa dengan mudah memanggil Mommy Daddy pada orang yang baru mereka kenal.


Joy tersenyum melihat suaminya yang sangat antusias, lalu dia melihat ke kaca spion di mana Nino nampak duduk dengan wajah bingung nya.


"Kakak mau es krim juga nggak?" tanya Joy sambil melirik ke belakang.


"Kakak suka rasa coklat Mommy" kata Vicky menyahut.


"Benarkah? sama dong sama Mommy suka nya rasa coklat karena manis" Joy masih mencoba mendekatkan diri dengan Nino.


Nino hanya diam, bukan dia tidak mau mencoba tapi usianya yang sudah 10 tahun dan di tambah pemikiran nya yang sudah lebih dewasa di bandingkan usia nya membuat Nino sedikit sungkan atau malu untuk memulai.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2