
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah selesai makan malam Joy mengobrol sebentar dengan Bunda Anasya, mereka berbincang banyak hal dan Joy mendapatkan banyak hal positif yang bisa di ambil dari obrolan nya dengan sang Bunda.
Joy bermimpi akan bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak nya, bisa mengajarkan hal-hal kebaikan pada anak-anak nya terutama tentang agama nya.
"Mommy ngantuk" adu Vicky.
"Ayo tidur bersama Aunty, kalian tau Aunty punya banyak koleksi buku dongeng loh" Ayuni yang sedang mendekatkan diri dengan kedua keponakannya itu terlihat sangat bersungguh-sungguh untuk menjadi Aunty yang baik.
"Benarkah?" Vicky terlihat sangat bersemangat.
"Hem, ayo Aunty antar ke kamar nanti Aunty baca kan banyak buku dongeng nya" lanjut Ayuni.
Sebelum pergi ke kamar nya Vicky dan Nino mendapatkan kecupan di pipi nya dari sang Mommy, Joy benar-benar memerankan menjadi ibu penyayang untuk kedua putra nya.
Setelah itu Vicky dan Nino pergi ke kamar nya, Ayah Robert menyiapkan kamar khusus untuk kedua cucu nya itu agar Vicky dan Nino betah saat menginap di rumah nya.
Karena malam semakin larut Joy akhirnya berjalan ke arah ruang tamu, dia melihat suaminya dan sang Ayah yang sedang mengobrol.
Untuk Radit sendiri tadi setalah makan malam selesai Radit kembali ke apartemen nya, dia mengatakan banyak tugas yang harus dia kerjakan.
"Ini sudah malam, Ayah harus istirahat" kata Joy sambil tersenyum.
"Hem, seperti nya ini bukan karena Ayah harus istirahat saja tapi karena alasan lain kan?" untuk pertamanya kalinya Ayah Robert ingin menggoda putrinya.
"Tidak kok" jawab Joy cepat, dan pipi Joy memerah karena dia malu.
"Ayah paham, tolong panggilkan bunda ayah akan tidur" pinta Ayah Robert.
__ADS_1
Joy menggelengkan kepalanya, dia mendekati sang ayah lalu mendorong kursi roda sang Ayah ke arah kamar nya.
Willy juga ikut berjalan bersama, dia tidak mengeluarkan suaranya karena dia akan membiarkan anak dan ayah itu semakin akrab.
"Terimakasih, kalian bisa quality time untuk malam ini" kata Ayah Robert.
"Ayah kok ngomong nya gitu" bunda Anasya tentu paham apa yang di maksud suaminya.
"Hem, Bunda jangan so marah deh, ayo kita tidur" Ayah Robert tersenyum manis ke arah sang istri.
Joy belum berniat pergi dia masih berdiri dan melihat betapa indahnya dunia rumah tangga yang di perlihatkan orang tua nya.
"Sayang ayo" Willy mengusap tangan Joy.
"Oke" Joy akhirnya pergi, dia berjalan bersama sang suami ke kamar nya yang ada di lantai atas.
Dan sesampai nya di kamar atas Joy langsung kaget karena Willy malah mengigit bahu nya dan mengunci pintu kamar nya dengan langkah yang sangat cepat.
"Astaga kamu mulai lagi" Joy menggelengkan kepalanya.
Willy dan Joy memang memakai piyama couple, bukan Joy yang meminta untuk memakai ini tapi Willy sendiri yang meminta Joy karena Willy selalu ingin memperlihatkan kemesraan nya pada Radit.
Joy sebenarnya agak risih, tapi dia tidak berani menolak karena apapun yang menjadi kesenangan untuk sang suami Joy akan menuruti nya.
"I love you" kata Willy sambil perlahan mencium bibir seksi istri nya.
Keduanya berciuman dengan tangan yang sama-sama tidak bisa diam, selain itu wajah keduanya juga sudah memperlihatkan gairah yang melanda.
Ciuman itu berhenti sebentar karena keduanya sama-sama kehabisan nafas, tapi baru beberapa detik setelah itu keduanya kembali melanjutkan ciuman panas nya.
Pelan tapi pasti Joy dan Willy sudah tidak memakai apapun lagi, keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun dan itu membuat mereka bisa bergerak lebih leluasa.
__ADS_1
"I love you too" balas Joy lama.
Willy tersenyum, bibir nya kini turun ke leher istrinya dan dia membuat tanda cinta nya di leher dan setelah itu turun lagi ke dada istrinya, ada sensasi menyenangkan saat ia melihat istrinya yang terlihat menahan itu.
"Huh.. sayang langsung saja" kata Joy sudah tak tahan.
"Tidak, aku masih belum puas" balas Willy masih melanjutkan membuat tanda-tanda cinta nya itu.
Joy membusungkan dada nya saat merasakan pelepasan pertamanya, tangan suaminya tidak berhenti bergerak di bawah sana yang membuat Joy menggila dengan semua yang di lakukan suaminya saat ini.
Merasa sudah cukup Willy akhirnya langsung ke intinya, seperti biasnya Willy tidak suka bermain lembut dan dia memilih bermain kasar karena Joy juga menyukai permainan nya.
Tapi entah kenapa untuk kali ini Joy merasakan rasa yang sangat sakit, perut nya keram dan demi apapun Joy ingin menangis untuk permainan kali ini.
"Hiks ini sakit, bisa pelan tidak" Joy untuk pertama kalinya menangis.
Willy sampai kaget karena melihat istrinya yang berbeda dari biasanya, Joy Istrinya biasanya selalu meminta nya semakin bermain kasar dengan ritme yang cepat dan long time.
"Ada apa?" tanya Willy masih melanjutkan permainan nya tapi dengan perlahan dan tidak kasar lagi.
"Tidak tau, tapi perut ku rasanya sangat sakit hiks" Joy masih terisak.
"Apa aku terlalu kasar?" tanya Willy lagi.
Dia belum ingin berhenti karena ia masih belum mendapatkan pelepasan nya.
"Terlalu panjang mungkin, kecilkan saja sungguh ini sangat sakit" ucap Joy asal dan masih dengan isakkan nya.
Kecilkan?
Yang benar saja, bahkan dalam mimpi pun ia tidak akan mau jika aset nya di potong lagi karena kehebatan seorang pria selain di luar adalah di ranjang.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏